Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Jejak Sejarah Kampung Sewu, Kampung yang Pernah Dijadikan Tempat Tirakat Pangeran Mangkubumi Sebelum Naik Takhta

Reinaldo Suryo Negoro • Selasa, 16 Januari 2024 | 01:35 WIB
Potret Kampung Sewu dari Lapangan Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, beberapa waktu lalu.  (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Potret Kampung Sewu dari Lapangan Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, beberapa waktu lalu. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

SOLOBALAPAN.COM - Kota Surakarta atau yang akrab disapa Solo memiliki kekayaan sejarahnya melalui berbagai kampung.

Salah satu kampung yang bersejarah ini adalah Kampung Sewu.

Kampung Sewu terkenal sebagai kampung yang menonjol sebagai tempat yang kental dengan cerita dan tradisi.

Salah satu daya tarik utamanya adalah keterkaitannya dengan Pangeran Mangkubumi yang kemudian naik takhta menjadi Sultan Hamengkubuwono.

Pangeran Mangkubumi diketahui melakukan tirakat di Sewu sebelum naik tahta.

Misteri seputar pemilihan Sewu sebagai tempat tirakat menciptakan daya tarik tersendiri, dengan pohon beringin menjulang yang dikenal sebagai "Pohon Pamrih".

Tradisi lokal seperti berdoa di depan Pohon Pamrih sebelum pernikahan menambahkan keunikan kampung ini.

Nama Kampung Sewu berasal dari Nayoko Sewu, abdi dalem yang dulu tinggal di wilayah tersebut.

Dilansir dari laman Pemerintah Kota Solo, Kampung Sewu memiliki sejarah pelabuhan besar.

Pelabuhan Beton, sebagai saksi hubungan antara Keraton Kasunanan Surakarta dan kota-kota niaga di Jawa timur.

Beragam versi mengenai asal-usul nama Sewu menambah misteri.

Sementara itu, kampung ini juga menjadi rumah bagi berbagai kampung seperti Sowijayan, Ledok, Tengklik, hingga Sawunggaling.

Kenangan dari tokoh daerah dan nasional, serta tradisi turun-temurun seperti Kirab Apem Sewu, memperkaya sejarah kampung ini.

Tradisi Kirab Apem Sewu, dimulai oleh nasihat Ki Ageng Gribig untuk mengatasi wabah penyakit, terus dilestarikan.

Setiap tanggal 19 Dzulhijah, masyarakat berkumpul untuk membuat kue apem sebagai tanda syukur.

Kampung Sewu, dengan sejarahnya yang kaya, tradisi yang dilestarikan, dan kenangan yang dijaga, menjadi warisan berharga bagi Solo.

Bagi para pengunjung, Kampung Sewu membawa mereka dalam perjalanan mengenal sejarah dan budaya yang unik dari daerah ini. (mg5/rei)

FORUM REKTOR: Presiden RI, Joko Widodo, menghadiri serta membuka Konvensi Kampus XXIX dan Forum Rektor Indonesia, yang digelar di Graha Unesa, Senin (15/1).
FORUM REKTOR: Presiden RI, Joko Widodo, menghadiri serta membuka Konvensi Kampus XXIX dan Forum Rektor Indonesia, yang digelar di Graha Unesa, Senin (15/1).
Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#pohon pamrih #Pangeran Mangkubumi #kampung sewu #solo