SOLOBALAPAN.COM - Kota Solo merupakan kota dengan destinasi wisata tak terhingga yang menyimpan sebuah keajaiban sejarah.
Setiap jalan menyimpan sebuah kenangan bersejarah, salah satunya di Jalan Supit Urang.
Terletak di antara tembok megah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, ruas jalan ini mengundang kita pada sebuah perjalanan melintasi lorong bersejarah menuju Kori Kemandungan.
Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Surakarta, Jalan Supit Urang dalam bahasa Jawa, "Supit" berarti jepit atau penjepit, sementara "Urang" adalah udang.
Keunikan namanya bukanlah kebetulan, melainkan simbol dari strategi perang pada masa lalu
Dahulu, Supit Urang bukan sekadar jalan biasa. Dalam taktik perang zaman dulu, musuh yang mencoba masuk ke Keraton akan terjebak dalam lorong sempit, diapit tembok megah.
Supit Urang menjadi sebuah perangkap tak terelakkan yang memudahkan pasukan Keraton untuk menyerbu dan mengalahkan musuh yang tak memiliki jalan keluar.
Tak hanya menjadi cerminan sejarah Keraton Surakarta Hadiningrat, istilah "Supit Urang" juga merujuk pada strategi perang yang pernah diterapkan oleh Kolonel Sudirman dalam pertempuran di Ambarawa pada 1945.
Menerapkan konsep serupa, pasukan Sudirman berhasil mengelabui sekutu, menyusun strategi yang memastikan keberhasilan mereka di medan perang.
Bagian menarik dari Supit Urang tidak hanya terletak pada sejarahnya, tetapi juga pada desainnya yang unik.
Jika kita menelusuri ruas jalan ini dari timur ke barat, bentuknya menyerupai setengah lingkaran atau huruf 'U'.
Dengan menggabungkan sejarah perang yang menarik dan desain yang unik, Jalan Supit Urang menjadi destinasi yang tak boleh terlewatkan bagi para pengunjung yang ingin mendalami kekayaan sejarah Kota Solo. (mg5/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro