Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Dibalik Kisah Patung Slamet Riyadi, Ternyata Mempunyai Nilai Spirit Sosial

Nindia Aprilia • Rabu, 10 Januari 2024 | 20:19 WIB
Patung Slamet Riyadi
Patung Slamet Riyadi

SOLOBALAPAN.COM - Jika kalian liburan ke Solo pasti akan melintasi Jalan Slamet Riyadi. Dikarenakan jalan ini merupakan jalan utama Kota Solo, selain itu juga dikenal sebagai jalan yang ramai sekaligus jantung Kota Solo.

Apabila kamu sudah melewati jalan tersebut, maka akan melihat sebuah patung seorang pria yaitu sosok Brigadir Jenderal Ignatius Slamet Riyadi. Beliau merupakan pahlawan nasional yang Namanya diabadikan sebagai nama jalan utama di Kota Solo.

Namun, perlu diketahui bahwa patung tersebut memilki nilai spirit sosial budaya. Dilansir dari Tesis yang membahas tentang spirit sosial budaya patung Salmet Riyadi.

Patung yang dibuat secara naturalistik menampilkan tokoh pejuang TNI yang berdiri dengan tangan kanan mengacungkan ke atas dan memegang pistol.

Patung tersebut seolah-olah memberi instruksi kepada pasukannya untuk menyerang.

Patung ini terbuat dari perunggu setinggi tujuh meter dengan alas yang terbuat dari semen setinggi 4 meter, sedangkan tinggi patungnya 7 meter, jadi totalnya mencapai 11 meter. Untuk menyelesaikan pembuatannya sendiri dibutuhkan 90 hari.

Patung monument Slamet Riyadi dibangun guna mengenang perjuangan Brigadir Jendral Anumerta Slamet Riyadi yang berhasil memimpin TNI dan rakyat dalam perang gerilya di daerah Solo.

Selain itu patung ini juga menjadi simbol semangat sosial budaya masyarakat yang ada di Solo. Proses sosial ini sangat luas dan mencakup semua kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan sistem nilai individu atau kelompok yang tersebar.

Patung ini juga menjadi ikon daerah sebagai bagian dari kebudayaan daerah yang di dalamnya merupakan perwujudan dari proses cipta, rasa, dan karsa daerah setempat.

Tak hanya itu saja, nilai spirit sosial budaya yang melatarbelakangi pembangunan patung tersebut yaitu semangat patriotisme dan nasionalisme yang menyangkut semangat juang generasi muda dalam melawan penjajah.

Dilihat dari perspektif budaya, lokasi penempatan patung monumen Slamet Riyadi sudah didasarkan pada konsep tata ruang kota di kawasan Gladag.

Kawasan ini merupakan bagian dari Situs Kapujanggan, termasuk Keraton Kasunanan hingga Pasar Gede Hardjonagoro, dan berada di poros kosmologis arah Utara-Selatan dan Timur-Barat (Kiblat Pajupat Kalima Pancer).

Oleh karena itu, penempatan Bangunan Baru harus menyesuaikan dan tidak mengganggu poros konsep ini. (mg8/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#patung #slamet riyadi #jalan #solo