SOLOBALAPAN.COM - Kori Brajanala Lor, yang anggun berdiri di lingkungan Kampung Baluwarti kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, menjadi salah satu pesona yang tak terpisahkan dari sejarah dan keindahan keraton tersebut.
Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Surakarta, Kori Brajanala dibangun pada masa pemerintahan Sinuwun Pakubuwono II
Kori ini menyimpan kekayaan sejarah dan arsitektur yang memukau.
Sebagai salah satu dari empat Kori yang mengelilingi keraton, Kori Brajanala Lor menempati posisi yang strategis di antara Siti Inggil di sisi utara dan Kori Kamandungan di sisi selatan.
Atapnya yang berbentuk trapesium, menyerupai joglo tanpa tiang, menjadi ciri khas yang membedakannya.
Dua pintu jati berukuran besar memperindah pintu masuk, menyambut wisatawan menuju akses utama ke kompleks keraton.
Kori Brajanala Lor bukan sekadar pintu masuk, tetapi juga menyajikan keunikan dengan adanya bangsal yang menyertainya.
Diapit oleh Bangsal Brajanala Kiwo dan Brajanala Tengen di bagian luar, serta Bangsal Wisamarta Kiwo dan Bangsal Wisamarta Tengen di bagian dalam, kori ini menceritakan kisah kejayaan perajurit keraton yang menjaga keamanan.
Dari sisi selatan, mata akan disuguhi keindahan menara lonceng atau Jam Panggung yang memberikan pesona tersendiri.
Di samping itu, penanda berupa kulit sapi persegi memberikan informasi berharga, menunjukkan bahwa Kori Brajanala Lor berdiri megah sejak tahun 1708 (Tahun Jawa) atau 1782 M, pada era pemerintahan Pakubuwono III.
Sebagai pintu utama yang ramah wisatawan dan menyimpan kekayaan sejarah, Kori Brajanala Lor menjadi destinasi yang tak boleh terlewatkan bagi mereka yang ingin menjelajahi keajaiban Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Keindahan dan makna yang tersemat dalam struktur bangunan ini mengajak kita untuk merenung tentang masa lalu dan kebesaran budaya Jawa. (mg5/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro