SOLOBALAPAN.COM - Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta, yang beralamat di Jl. Abdul Rachman Saleh No.51, Kestalan, Banjarsari, Kota Surakarta, memiliki sejarah yang kaya dan berperan penting dalam pengembangan budaya Jawa.
Informasi dari laman surakarta.go.id, gedung RRI dibangun pada tahun 1935 oleh Kantor Teknik Tee Bing Koen dari Yogyakarta, gedung ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan penyiaran di Indonesia.
Dilansir dari surakarta.go.id, Pada tanggal 29 Agustus 1936, gedung Studio RRI Surakarta diresmikan oleh Putri Sri Paduka MN VII, Gusti Siti Noeroel Kamaril Ngarasati Koesoema Wardhani, menandai awal peran pentingnya dalam dunia penyiaran.
Awalnya, keberadaan RRI Surakarta berkaitan erat dengan berdirinya Soloche Radio Vereeniging (SRV) pada 1 April 1933, yang didirikan atas prakarsa KGPAA Mangkunegoro VII.
Gedung ini menjadi saksi sejarah penyiaran radio pribumi pertama di Indonesia, dengan SRV yang awalnya beraktivitas di Pendopo Kepatihan Mangkunegaran. SRV, sebagai bagian dari tujuan propaganda masyarakat pendukung budaya Jawa, menghadirkan siaran-siaran seni sebagai bentuk afirmasi budaya lokal dan penyeimbang terhadap dominasi budaya asing.
Setelah Indonesia merdeka, SRV diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia dan berganti nama menjadi Stasiun RRI Surakarta.
Hingga kini, gedung RRI Surakarta masih difungsikan sebagai pusat penyiaran yang tidak hanya menyiarkan informasi tetapi juga mewadahi seni pertunjukan tradisional secara langsung.
Sebagai tempat bersejarah yang terawat dengan baik, Gedung RRI Surakarta tidak hanya menyimpan kenangan masa lalu tetapi terus berperan dalam memajukan dan melestarikan kebudayaan Jawa melalui siaran-siaran seni dan tradisi yang khas. (mg5/nda)
Editor : Nindia Aprilia