SOLOBALAPAN.COM - Solo menjadi Kota yang laya akan sejarah dan masih dijaga dengan baik hingga saat ini. Revitalisasi dilakukan untuk menjaga bangunan agar tetap terawat dan dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya.
Salah satu bukti keindahan sejarah yang tetap terjaga hingga saat ini adalah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Pintu masuk utama ke dalam Keraton yang disebut Kori Kemandungan, bukan hanya sekadar pintu gerbang.
Menurut informasi dari website resmi Pemerintah Kota Surakarta, Kori Kemandungan memiliki akar sejarah yang dalam, dibangun pada masa pemerintahan Susuhan Paku Buwono II.
Bangunan ini menjadi saksi bisu perjalanan waktu, diperindah oleh Paku Buwono IV pada tahun 1819, tetapi pembangunannya baru selesai setelah intervensi dari Paku Buwono V hingga Paku Buwono IX, dan disempurnakan oleh Paku Buwono X. Strukturnya terbagi menjadi tiga bagian: kiri, tengah, dan kanan, menghadirkan keindahan bentuk Kupu Tarung dan dapur Semar Tinandu.
Salah satu daya tarik utama Kori Kemandungan adalah pahatan senjata keris berwarangka larang gaya Solo yang menghiasi pintu.
Pahatan ini tidak hanya sebagai ornamen, melainkan membawa nilai historis dan simbolis yang mendalam dari Keraton Kasunanan.
Keberadaan cermin besar di Kori Kemandungan bukan sekadar dekoratif. Menurut filosofi Jawa, cermin tersebut bukan hanya untuk bercermin fisik, tetapi juga sebagai pengingat akan perlunya introspeksi batiniah.
Pengunjung dihimbau untuk memeriksa kesucian hati dan perilaku sebelum memasuki kawasan istana, sejalan dengan prinsip mulat sariro hangroso wani.
Fungsi Kori Kemandungan melibatkan peran penting sebagai pintu utama yang menghubungkan Keraton dengan dunia luar.
Ini juga menjadi tempat berjaga para abdi dalem Jajar Mandung golongan Keparak, menambah nilai keanggunan dan kewibawaan Keraton Kasunanan.
Begitu menginjakkan kaki di Jalan Sasono Mulyo, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, pengunjung akan terpesona oleh keelokan Kori Kemandungan.
Bangunan ini bukan hanya sepotong sejarah fisik, melainkan simbol kejayaan dan kebijaksanaan yang tetap hidup dalam keseharian Kota Solo.
Dengan keunikan dan keindahannya, Kori Kemandungan terus mengukir kisahnya dalam warisan budaya Kota Surakarta. (mg5/nda)