SOLOBALAPAN.COM - Pada zaman dulu, kali pepe menjadi pusat perdagangan di Solo melalui jalur transportasi air. Terutama di sekitar pasar Gede, Bandar Pecinan, dan Jembatan Pasar Gede, perahu-perahu mengangkut berbagai komoditas melintasi Kali Pepe, mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dilansir dari website resmi pemerintah Kota Surakarta, Kawasan Lodji Wetan terutama Kreteg Gantung di jalan Kapten Mulyadi menjadi saksi histori kejayaan jalur transportasi air.
Dulu, jembatan ini berfungsi untuk membuka dan menutup guna memfasilitasi perahu-perahu melintas, memberikan kontribusi besar pada kelancaran perdagangan.
Bangunan bergaya Tionghoa di utara dan Eropa, mencerminkan keberagaman kultural di sekitar Kreteg Gantung.
Namun, seiring waktu, perkembangan jalan dan jembatan menggeser peran sungai sebagai jalur transportasi, meninggalkan jejak sejarah.
Dari era Kerajaan Pajang hingga Keraton Surakarta Hadiningrat, sungai memberikan nafas pada perdagangan Solo.
Namun, dengan bertambahnya jalan dan jembatan, peran sungai yang tersisa, seperti Kali Larangan, kisah-kisah sejarah tetap hidup meskipun fungsi sungai sebagai jalur transportasi semakin terabaikan.
Kreteg Gantung di kawasan Lodji Wetan ini menarik untuk dieksplor keunikan dan keindahan sejarahnya. (mg5/nda)
Editor : Nindia Aprilia