Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Omah Lowo, Jejak Sejarah Bangunan Kolonial yang Tertransformasi Menjadi Rumah Heritage Batik Keris

Nindia Aprilia • Senin, 1 Januari 2024 | 21:42 WIB
Omah Lowo yang sekarang menjadi Heritage Batik Keris
Omah Lowo yang sekarang menjadi Heritage Batik Keris

SOLOBALAPAN.COM - Gedung yang populer dengan sebutan Omah Lowo ini awalnya berfungsi sebagai rumah tinggal untuk bangsawan dan pejabat Belanda, pada masa kolonial di tahun-tahun awal abad ke-20.

Dilansir dari website resmi pemerintah Surakarta, Pada tahun 1945 rumah ini mengalami perubahan kepemilikan dan dihuni oleh keluarga Djian Ho.

Letaknya sendiri ada di Jalan Slamet Riyadi, bangunan ini menampilkan arsitektur kolonial yang khas untuk sebuah rumah tinggal.

Seiring dengan perjalanan waktu dan kemerdekaan Indonesia, Omah Lowo kemudian diserahkan kepada Pemerintah Indonesia. Perubahan signifikan terjadi pada tahun 1983-1985, ketika dilakukan pemugaran besar-besaran.

Omah Lowo yang merupakan bangunan kuno ini sekarang sudah direvitalisasi menjadi Rumah Heritage Batik Keris.

Meskipun mengalami renovasi, bentuk asli bangunan tetap dipertahankan dan menciptakan perpaduan antara keindahan arsitektur kolonial juga keberlanjutan sejarahnya.

Namun, keunikan Omah Lowo tidak hanya terletak pada sejarahnya. Julukan "Omah Lowo" muncul karena bangunan ini telah lama tidak dipergunakan dan dihuni oleh kelelawar. Oleh karena itu disebut sebagai "lowo" atau dalam bahasa indonesia memiliki arti kelelawar.

Fenomo ini memberikan warna tersendiri bagi bangunan yang dulunya menjadi salah satu jejak sejarah yang ada di Solo.(mg5/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#sejarah #omah lowo #bangunan #solo