Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Taman Sriwedari: Tempat Refreshing Raja Keraton Solo Paku Buwono X, Dulu Ada Gajahnya

Tri wahyu Cahyono • Senin, 1 Januari 2024 | 16:00 WIB
Di era Raja Keraton Kasunanan Surakarta Paku Buwono X, di Taman Sriwedari terdapat koleksi satwa. Salah satunya gajah.
Di era Raja Keraton Kasunanan Surakarta Paku Buwono X, di Taman Sriwedari terdapat koleksi satwa. Salah satunya gajah.

SOLOBALAPAN.COM- Kota Solo memiliki banyak ikon bersejarah yang tetap bertahan hingga sekarang.

Salah satunya adalah Taman Sriwedari di Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

Kesibukan memerintah Keraton Kasunanan Surakarta pada 1893-1939 menjadikan Paku Buwono (PB) X membutuhkan tempat khusus untuk refreshing.

PB X kemudian memberikan dawuh atau perintah untuk mencari lokasi yang sesuai kepada patih KRA Sosrodiningrat IV.

“PB X ingin punya tempat rekreasi untuk enggar-enggar penggalih (menyenangkan rasa). Lalu memerintahkan patih Sosrodiningrat membuatkan kebun (taman),” ungkap Radjiman, pakar sejarah Kota Solo dan mantan dosen sejarah UNS kepada solobalapan.com.

Di tempat enggar-enggar penggalih itu, PB X menghendaki ada blumbang atau kolam dan diisi dengan aneka satwa.

Patih Sosrodiningrat IV lalu memilih lokasi yang luas dan tak jauh dari Keraton Kasunanan Surakarta.

Lokasi itu tak lain adalah Taman Sriwedari. Dikutip dari berbagai sumber, nama Sriwedari berasal dari cerita pewayangan Sumantri.

Wedari berasal dari bahasa Jawa yang berarti taman bunga, sedangkan Sri berarti elok. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, Sriwedari adalah taman bunga yang elok.

Karena milik raja Keraton Kasunanan Surakarta, rakyat kala itu menyebut Taman Sriwedari dengan Kebon Rojo.

Tidak hanya sebagai tempat refreshing PB X, seiring waktu, masyarakat juga dapat menikmati keindahan Taman Sriwedari.

“Dengan adanya hewan-hewan di situ, masyarakat jadi tahu. Oh…seperti ini tho gajah itu. Macan itu seperti ini. Sebab banyak rakyat yang belum pernah melihatnya,” terang Radjiman.

Kolam di Taman Sriwedari, imbuh dia, dikenal dengan nama Segaran. Dahulu digunakan anak-anak untuk bermain getek.

Lebih lanjut diungkapkan Radjiman, di sisi selatan Taman Sriwedari, ada tempat yang dinamakan Kebonan.

Segaran di kompleks Taman Sriwedari.
Segaran di kompleks Taman Sriwedari.

Kebonan ini ditempati garwo ampil raja. Mereka tidak diceraikan. Kebutuhan hidupnya tetap dijamin oleh raja, tapi tidak hidup di dalam Keraton Kasunanan Surakarta.

Taman Sriwedari, imbuh Radjiman, juga digunakan untuk transit para tamu sebelum bertemu raja Keraton Kasunanan Surakarta. Seperti dari Belanda dan Batavia. Hanya saja, saat ini gedung untuk transit tersebut sudah tak berbekas.

“Para tamu raja dijemput di kawasan Kleco menggunakan kereta kuda. Lalu istirahat di Taman Sriwedari sebelum bertemu raja,” pungkasnya. (wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Taman Sriwedari #sosrodiningrat IV #keraton kasunanan surakarta #kota solo #PB X