SOLOBALAPAN.COM - Gedung Kavallerie Artillerie menjadi saksi bisu masa kejayaan di bawah pemerintahan KGPAA Mangkunagoro I, memiliki pasukan yang dikenal dengan sebutan pasukan Samber nyawa.
Dilansir dari surakarta.go.id, Gedung ini dibangun pada tahun 1853 dan selesai pada tahun 1874 di masa pemerintahan KGPAA Mangkunagoro IV.
Setelah KGPAA Mangkunagoro I (Raden Masa Said) wafat, KGPAA Mangkunagoro II mengembangkan pasukan tersebut menjadi Legiun Mangkunegaran, dan menjadikan gedung Kavallerie Artillerie sebagai markas Legiun Mangkunegaran.
Gedung ini tidak hanya berfungsi sebagai markas Legiun Mangkunegaran. Tapi juga berfungsi untuk pamedan, yaitu lapangan latihan bagi pasukan Legiun Mangkunegaran.
Pengembangan pasukan menjadi Legian Mangkunegaran, KGPSS Mangkunagoro II terinspirasi dari pasukan Grande Armee yang dimiliki oleh Napoleon Bonaparte.
Pola pelatihan pasukan Legiun Mangkunegaran memiliki kemiripan dengan kurikulum yang ada di militer Eropa, terutama di Prancis.
Pelatihan ini memiliki tujuan agar pasukan Legiun Mangkunegaran mampu menghadapi pertempuran dalam kurun waktu yang lama dan perang gerilya.
Pasukan yang dimiliki oleh Legiun Mangkunegara tidak hanya Laki-laki saja. Namun kaum perempuan turut ada dalam pasukan ini.
Keberadaan pasukan Perempuan selain dilatih agar mampu menggunakan senjata, juga memiliki kemampuan dalam bernyanyi dan memainkan alat musik. Serta untuk pengawalan dan penyambutan kehadiran tamu kehormatan di Pura Mangkunegaran.
Sebagai bagian dari warisan budaya, gedung ini mencatatkan namanya dalam sejarah Internasional yang ada di Solo.
Dalam International Performing Art pada tahun 2010 dan Solo International Ethnic Music pada tahun 2012. Acara tersebut memancarkan keindahan dengan pencahayaan yang spektakuler. (mg5/nda)
Editor : Nindia Aprilia