SOLOBALAPAN.COM - Saat berjalan dari Balaikota Solo menuju Pasar Gede, pastinya perhatian kita sempat tertuju pada sebuah tugu dengan lampu yang berdiri megah di tengah jalan.
Tugu itu diketahui memliki nama Tugu Pemandengan.
Dilansir dari laman Pemerintah Kota Surakarta, Tugu Pemandengan adalah bukti autentik dari masa gemilang pemerintahan Kerajaan Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Bangunan ini merupakan peninggalan raja-raja Keraton Kasunanan Surakarta dari Pakubuwono VI hingga Pakubowono X.
Bukan sekadar peninggalan, Tugu Pemandengan disebut-sebut memiliki peran sentral dalam kehidupan sang raja.
Tugu Pemandengan ini menjadi pusat pandangan beliau saat berada di Sitihinggil atau tempat duduk yang ditinggikan dalam Bangsal Pagelaran.
Tugu ini juga dianggap sebagai sarana meditasi yang kuat bagi Sri Sunan.
Selain itu, Tugu Pemandengan menjadi titik pandang raja terhadap pusat Pemerintahan Belanda yang dahulu berada di Balaikota Solo.
Seiring berjalannya waktu, kelestarian Tugu Pemandengan tetap terjaga dengan baik dan diakui sebagai bangunan cagar budaya (BCB) di Kota Solo.
Tugu Pemandengan pun tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga bertransformasi menjadi objek wisata yang menarik di Kota Solo.(mg5/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro