SOLOBALAPAN.COM - Surakarta memiliki banyak bangunan kuno peninggalan Belanda. Salah Satunya Loji Gandrung yang memiliki luas bangunan 3.500 meter persegi (m2) dan berdiri dalam kompleks rumah dinas seluas 6.295 meter persegi.
Loji Gandrung menjadi kediaman resmi Wali Kota Surakarta yang terletak di Jl. Slamet Riyadi, Penumping, Kecamanatan Laweyan, Kota Surakarta.
Dilansir dari website resmi Pemerintah Kota Surakarta, bangunan ini merupakan milik Johannes Augustinus Dezentje yang dibangun pada 1830.
Gaya arsitektur Rumah Dinas Walikota Solo tersebut memadukan antara budaya Eropa (Belanda) dengan budaya lokal (Jawa).
Nama Loji Gandrung sendiri memiliki makna, yakni kata "gandrungan" berasal dari bahasa Jawa, dari kata dasar "gandrung", yang berarti tergila-gila karena asmara. Dan loge yang berasal dari bahasa Belanda.
Namun, saat diucapkan oleh orang Jawa, kata loge berubah menjadi loji. Loji sendiri memiliki makna rumah yang besar, bagus, dan berdinding tembok.
Kemudian sepeninggal Tinus, Bangunan ini ditinggali oleh Johanna Dorothea Boode yang merupakan keturunan Tinus dari istri pertamanya.
Loji Gandrung juga sempat menjadi markas bagi pasukan tentara Jepang yang mengelola Wilayah Surakarta saat Jepang menduduki Solo.
Selain itu, Jenderal Gatot Subroto juga menggunakan Loji Gandrung untuk membuat strategi militer guna menghadapi agresi militer dari Belanda dan Sekutu.
Hal inilah yang melatar belakangi pembuatan Patung Gatot Subroto yang ada di depan Loji Gandrung.
Dikutip dari INDONESIA.GO.ID, selain keindahan arsitektur bangunannya, Loji Gandrung juga masih mempertahankan benda-benda furniturnya, misalnya di ruang tamu terdapat kursi antik, yang lengkap dengan foto Presiden RI pertama dengan ukuran yang besar.
Kemudian di tahun 2013, tepatnya pada 3 Mei 2013 bangunan ini resmi ditetapkan menjadi cagar budaya. Setelah itu pemerintah Kota Surakarta mulai membangun wisma dua lantai di belakang Loji Gandrung sebagai rumah dinas baru wali kota.
Penempatan rumah dinas baru dimulai pada Agustus 2020. Loji Gandrung memiliki dua sisi, yaitu kantor staf wali Kota yang berada di sisi barat, dan penerimaan tamu di sisi timur. Juga terdapat aula yang digunakan untuk pertemuan di bagian belakang. (mg5/nda)