SOLOBALAPAN.COM - Solo terkenal dengan julukan kota Budaya yang sangat populer dikalangan masyarakat. Dikutip dari buku "Selling With Character" karya Herman Kartajaya dan Ardhi Ridwansyah mengatakan bahwa kota Solo kental dengan kebudayaan Jawa.Salah satunya pasar Triwindu.
Pasar Triwindu merupakan pasar antik Kota Solo yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Kaprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Pasar ini terletak berdekatan dengan Pura Mangkunegara.
Dilansir dari surakarta.go.id pemberian nama Triwindu memiliki alasan sebagai penanda ulang tahun ke-24 kenaikan tahta Mangkunegara VII pada tahun 1939.
Sebagai hadiah ulang tahun dari Gusti Noeroel Kamaril kepada ayahnya, Mangkunegara VII. Yang bertepatan dengan tiga windu kenaikan tahta Mangkunegara VII.
Pasar ini disebut Triwindu yang berasal dari dua kata jawa, tri dan windu. Yang berarti tiga dan windu berarti delapan tahun. Setelah digabungkan Triwindu memiliki makna 24 tahun.
Konon pada saat peringatan tiga windu kenaikan tahta Mangkunegara VII, diselenggarakan pasar malam di Pasar Triwindu yang memiliki tujuan untuk memberikan hiburan kepada rakyat.
Seiring dengan perjalannya waktu, pasar Triwindu sempat tidak terawat. Kemudian pada masa kepemimpinan Joko Widodo sebagai Walikota Solo, pasar Triwindu direnovasi dan didesain ulang menjadi dua lantai.
Pada tahun 2011 pasar Triwindu diresmikan setelah diperbaiki yang disesuaikan dengan arsitektur budaya Jawa. Semenjak itu, pasar Triwindu ramai dikunjungi para kolektor barang antik baik dari dalam negeri, maupun mancanegara dan menjadi surganya barang antik di Kota Surakarta.
Berbagai barang vintage dapat ditemukan di pasar ini, mulai dari perabot rumah tangga hingga aksesoris. Seperti gucci, Tv jadul, keris perak, batu berlian, cincin keraton, cincin candi hingga kain batik pun ada di pasar ini.
Pasar Triwindu juga memiliki keunikan yang terletak di para pedagang yang bisa membuat duplikat atau melakukan repro sebuah benda yang bernilai tinggi. Namun, ada keterbatasan persediaan barang baku.
Tidak hanya pasar yang memiliki nuansa vintage, pasar Triwindu juga sering dilenggerakan berbagai pertunjukan kebudayaan mulai dari seni tradisi hingga musik jazz. (mg5/nda)