SOLOBALAPAN.COM - Jika berbicara mengenai kiprah industri musik Indonesia pastinya tidak akan pernah bisa lepas dari Lokananta.
Lokananta sendiri merupakan studio rekaman musik yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Nomor 379, sekitar dua kilometer dari Stasiun Purwosari
Ada sekitar 53.000 keping piring hitam dan 5.670 master rekamanan bersejarah yang tersimpan di studio ini
Salah satunya adalah suara asli Soekarno saat membacakan teks proklamasi.
Berdiri sejak 29 Oktober 1956, Lokananta menyabet predikat sebagai studio rekaman dan studio musik pertama di Indonesia.
Lokananta pun mampu mengorbitkan berbagai legenda musik Indonesia, seperti Waldjinah, Gesang, Bing Slamet, Titiek Puspa, dan Sam Saimun,
Dengan kehebatannya dalam menerbitkan para legenda musik Nusantara, Lokananta pun kerap disebut sebagai Titik Nol Musik Indonesia.
Kendati memiliki sejarah yang akbar, Lokananta sempat mengalami masa suram.
Titik terendah Lokananta ini terjadi pada era pemerintahan Gus Dur.
Pasalnya, Gus Dur membubarkan Departemen Penerangan yang merupakan induk organisasi tempat bernaungnya Lokananta.
Harapan pada Lokananta baru muncul kembali pada tahun 2004.
Lokananta menjadi bagian dari Perum PNRI dan merubah namanya menjadi PNRI Cabang Surakarta - Lokananta setelah mengalami proses likuidasi.
Cakupan tugas Lokananta saat itu meliputi bidang multimedia, rekaman, penggandaan (kaset dan CD ROM), remastering serta percetakan dan jasa grafika.
Lokananta mulai benar-benar mendapat sentuhan perubahan pada tahun 2022.
Pada tahun itu, pemerintah mulai melakukan proeses revitalisasi pada Lokananta dan rampung pada 3 Juni 2023.
Revitalisasi ini membuahkan tujuh arena yang bisa dijelajahi seperti Galeri Lokananta, Studio Rekaman Lokananta, dan Lokananta Live House.
Selanjutnya ada Taman Lingkar Lokananta, Panggung Amphitheater, Area Ritel F&B dan Area Ritel Kreatif. (rei)