Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Sejarah Monumen Pers Nasional yang Awalnya Tidak Didirikan Bagi Pers

Reinaldo Suryo Negoro • Minggu, 17 Desember 2023 | 23:28 WIB
Potret Monumen Pers Nasional
Potret Monumen Pers Nasional

SOLOBALAPAN.COM - Jika mendengar Monumen Pers, pasti orang akan langsung berpikir tentang bahwa gedung tersebut tidak akan lepas dari hal yang berhubungan dengan pers.

Jika dibicarakan dalam konteks sekarang, pikiran itu memang benar adanya.

Monumen Pers saat ini memang memperlihatkan sejarah perkembangan pers di Indonesia.

Mulai dari surat kabar, teknologi, sampai foto tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam dunia pers Tanah Air pun terpampang di sana.

Meskipun begitu, tahukah Anda jika Monumen Pers tadinya tidak didirikan untuk tujuan pers?

Fakta ini diungkapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melalui laman resminya.

Bangunan yang kini dikenal sebagai Monumen Pers itu didirkan sebagai tempat bertemu dan berkumpul dengan nama Societeit Sasana Soeka.

Pendirian bangunan ini tidak lepas dari mandat yang diberikan Mangkunegara VII.

Seorang arsitek asal Wonosobo yang bernama Mas Aboekasan Atmodirono disebut-sebut sebagai orang dipercaya untuk merancang bangunan tersebut.

Atmosfer pers di gedung ini mulai menguat pada tahun 1933.

Pada tahun tersebut, Sarsito Mangunkusumo dan sejumlah insinyur lainnya melakukan sebuah pertemuan di gedung ini.

Pertemuan itu disebut-sebut sebagai cikal bakal lahirnya radio publik pertama yang dioperasikan pribumi Indonesia, Solosche Radio Vereeniging.

Puncak dari aktivitas pers di gedung ini terjadi pada 9 Februari 1946.

Pada tanggal itu, dideklarasikan terbentuknya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di gedung ini.

Walaupun demikian, gedung ini sempat beralih-alih fungsi mulai dari menjadi klinik tentara sampai kantor Palang Merah Indonesia.

Akhirnya, ikatan antara pers dan gedung ini ditegaskan pada tahun 1973 melalui penamaan "Monumen Pers Nasional" pada bangunan ini.

Lahan dan bangunan Monumen Pers ini kemudian disumbangkan kepada pemerintah pada tahun 1977.

Meskipun begitu, Monumen Pers baru dibuka secara resmi oleh Presiden Soeharto pada 9 Februari 1978. (rei)

PARA PEMATERI: Dari kiri, Pemred RadarMadura.id Hendriyanto, Komisioner KPU Provinsi Jatim Miftahur Rozaq, Koordinator Akademisi dan Demokrasi Sampang Insiyatun dan Ketua PC PMII Sampang Moh Nuruddin.
PARA PEMATERI: Dari kiri, Pemred RadarMadura.id Hendriyanto, Komisioner KPU Provinsi Jatim Miftahur Rozaq, Koordinator Akademisi dan Demokrasi Sampang Insiyatun dan Ketua PC PMII Sampang Moh Nuruddin.
Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#sejarah #mangkunegara #monumen pers #surakarta