Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Gedung Djoeang '45 Surakarta, Kantin Elit Tentara Belanda yang Dijadikan Alat Perjuangan Bangsa Indonesia

Reinaldo Suryo Negoro • Minggu, 10 Desember 2023 | 20:15 WIB
Potret Gedung Djoeang
Potret Gedung Djoeang

SOLOBALAPAN.COM - Dari namanya saja, Gedung Djoeng '45 Solo sudah memberikan pesan tentang apa fungsi dari gedung tersebut.

Gedung Djoeang 45 Solo memang menjadi saksi dalam perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan penjajah.

Gedung ini direbut oleh pejuang-pejuang Indonesia yang tergabung dalam resimen-resimen dari tangan penjajah sekitar tahun 1942 - 1945 untuk menjadi alat perlawanan.

Peristiwa perebutan gedung tersebut menjadi cikal bakal terbentuknya Brigif 6 dengan nama Resimen 26 pada masa perang kemerdekaan.

Namun, tahukah Anda jika tadinya Gedung Djoeang '45 Solo ini didirikan dengan nama yang berbeda?

Dikutip dari laman Pemerintah Kota Surakarta, gedung ini bernama cantienstraat saat rampung dibangun oleh Pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1880.

Cantienstraat sendiri dalam Bahasa Indonesia memiliki arti "jalan kantin".

Kantin ini difungsikan sebagai fasilitas pelayanan berupa tempat makan VIP untuk tentara Belanda berpangkat tinggi.

Dengan kata lain, tempat itu merupakan kantin elit tentara Belanda pada masa itu.

Dari masa ke masa, gedung ini mengalami berbagai peralihan fungsi.

Selain sebagai kantin elit dan alat perjuangan bangsa Indonesia, Gedung Djoeang '45 Solo juga digunakan untuk asrama militer, klinik, dan panti asuhan korban perang.

Pada masa setelah kemerdekaan, Gedung Djoeang '45 juga sempat digunakan untuk fasilitas pendudukan.

SPK, SMPN 3, dan SMPN 5 tercatat pernah menggunakan gedung ini.

Pada tahun 1980 sampai 2019, gedung ini dijadikan kantor pengurus Dewan Harian Cabang '45 (DHC '45).

DHC '45 merupakan salah satu perkumpulan yang dibentuk secara resmi dan diakui oleh pemerintah dari para veteran Perang Kemerdekaan Indonesia,

Perkumpulan ini difungsikan untuk menghimpun semua para pensiunan atau veteran perang yang ada dan tinggal di wilayah Surakarta.

Mulai tanggal 20 September 2019, gedung tersebut diresmikan dan difungsikan sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Solo.

Gedung yang terletak di Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, ini dapat dikunjungi oleh masyarakat umum saat ini dengan waktu kunjungan pukul 17.00 - 00.00 WIB.

Yang unik adalah, Gedung Djoeang '45 kini juga menjadi tempat kuliner seperti pada saat dibangun pertama dulu.

Tempat tersebut diketahui memiliki nama KantineStraat Restaurant yang mana mirip dengan nama gedung itu saat didirikan dulu.

Selain KantineStraat Restaurant ada juga Gelatoku dan Bobaku yang bisa Anda nikmati jika berkunjung ke Gedung Djoeang '45 saat ini. (rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#perjuangan #Gedung Djoeang’45 #kantin #bangsa indonesia