Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Menilik Bangunan Bersejarah De Tjolomadoe Yang Saat Ini dijadikan Museum Bersejarah

Nindia Aprilia • Sabtu, 2 Desember 2023 | 03:26 WIB

 

Pabrik Gula Colomadu Antara Akhir Dekade 1860- Hingga Awal 1870-an
Pabrik Gula Colomadu Antara Akhir Dekade 1860- Hingga Awal 1870-an

SOLOBALAPAN.COM - Pabrik Gula De Tjolomadoe beralamatkan di Jalan Adi Sucipto, Nomor 1 Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah Indonesia.

Mulanya pabrik ini didirikan atas ide dan usulan dari Mangkunegara IV yang memiliki niat awal untu memaksimalkan perekonomian. 

Pada tahun 1861 pabrik gula colomadu mulai dibangun dengan bantuan dana dari Gupetmen dan Be Bin Cian seorang Mayor Tionghoa di Semarang yaitu sebesar f400.000.

Nama Colomadu sendiri memiliki arti "gunung madu", dua kata tersebut memiliki makna tersendiri yaitu sebagai harapan agar adanya pabrik gula ini mampu menjadi penghasil kekayaan.

Dari adanya pabrik colomadu ini mampu memberikan gaji para bangsawan dan membayar tanah apanage yang saat itu belum lunas. 

Dari keberhasilan ini Mangkunegaran mendirikan pabrik gula lagi untuk yang kedua kalinya, pabrik itu diberi nama Pabrik Gula Tasikmadu.

Pada masa Mngkunegaran V terjadi pengurangan industri gula, hal ini karena adanya hama yang menyerang perkebunan tebu. Selain itu juga adanya pengelolaan manajemen yang tidak baik.

Saat masa mangkunegaran VI kembali pulih, hal ini terjadi karena adanya penghapusan prajurit penjaga pintu, pengurangan pesta dan gaji para bangsawan

Ditahun 1899, Mangkunegaran meminta pengelolaan pabrik gula milik Mangkunegaran dikembalikan dan mewajibkan ahli kebangsaan Belanda sebagai sperintendent.

Kemudian kejayaan pabrik gula Colomadu ini kembali di masa pemerintahan Mangkunegaran VII. Hal ini ditandai dengan jumlah panen tebu pada tahun 1929 mengalami peningkatan yaitu 1187,47 hektare kebun tebu.

Namun tak lama setelah itu ada krisis malaise yang terjadi di Hindia Belanda sehingga ada pengurangan lahan milik Mangkunegaran.

Gambar Pabrik Gula De Tjolomadoe Saat Ini Yang Dijadikan Wisata
Gambar Pabrik Gula De Tjolomadoe Saat Ini Yang Dijadikan Wisata

Pada tanggal 24 Maret 2018, De Tjolomadu resmi diluncurkan sebagai museum dan ada berbagai tambahan koleksi digital. 

PT Sinergi Colomadu yang melakukan restorasi terhadap Pabirik Gula Colomadu yang saat itu sudah tidak digunakan selama 20 tahun. 

Mereka masih mempertahankan historis sejarahnya dengan meninggalkan mesin-mesin raksaksa meskiput sudah terdapat bintik-bintik karat. Hal ini dilakukan agar histori dari Colomadu tetap terjaga.

Untuk masuk kedalam museum ini dikenai tarif sebesar Rp 40.000, dengan jam buka yang berbeda-beda. 

Setiap[ hari Selasa - Minggu, buka pukul 10.00 - 17.00, lalu setiap hari senin museum ini tutup.

Itu tadi merupakan kisah sejarah dibalik De Tjolomadoe yang saat ini dijadikan sebagai museum bersejarah. Tentunya adanya museum ini dapat menjadi wisata bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. (nda)

Photo
Photo
Editor : Nindia Aprilia
#de tjolomadoe #pabrik gula #sejarah #museum #solo