AI Sekarang Bisa Jadi Asisten Bisnis UMKM

tim solobalapan • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:43 WIB
Teknologi AI perlu digunakan secara bijak sebagai alat bantu agar UMKM dapat berkembang secara efektif dan berkelanjutan.
Teknologi AI perlu digunakan secara bijak sebagai alat bantu agar UMKM dapat berkembang secara efektif dan berkelanjutan.

SOLOBALAPAN.COM - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk membuat materi promosi, memahami kebutuhan konsumen, hingga membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi tantangan, mulai dari keterampilan digital hingga keamanan data.

Baca Juga: Kisah Haru Nordin: Relawan Damkar Karhutla yang Meninggal Dunia Usai Satu Jam Padamkan Api di Kalsel

Kementerian Perdagangan mendorong pelaku UMKM memanfaatkan AI untuk memperkuat pemasaran digital.

Dalam kegiatan Go Global with AI: Unlocking New Markets with Meta Indonesia pada 15 Oktober 2026, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa AI dapat membantu pelaku usaha melakukan riset pasar, membuat konten promosi, menerjemahkan deskripsi produk, dan menjangkau calon pembeli dari berbagai negara.

Pemanfaatan teknologi tersebut berpotensi membantu UMKM menjalankan kegiatan pemasaran dengan lebih efisien.

Baca Juga: Perluas Pasar Robotika, AiMOGA Buka Pemesanan Awal untuk Robot Humanoid Mobo

Pelaku usaha yang sebelumnya harus mengerjakan berbagai kebutuhan promosi secara manual kini dapat menggunakan AI untuk menghasilkan draf tulisan, menyusun ide konten, maupun merancang strategi komunikasi pemasaran.

Meski demikian, penggunaan AI tidak serta-merta menjamin peningkatan keuntungan. Hasil yang diperoleh tetap bergantung pada kualitas produk, strategi penjualan, pemahaman terhadap konsumen, serta kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi secara tepat.

Peluang Efisiensi dan Perluasan Pasar

Salah satu keunggulan AI bagi UMKM adalah kemampuannya membantu pekerjaan yang membutuhkan waktu dan tenaga.

Baca Juga: Pecah Telor!20 Ribu Penggemar Membludak Rebutan 1.500 Kursi Acara Ulang Tahun Giselle aespa di Seoul

Dalam pemasaran, misalnya, AI dapat digunakan untuk menyusun deskripsi produk, membuat variasi materi promosi, dan menerjemahkan informasi produk ke bahasa asing.

Bagi usaha dengan sumber daya terbatas, kemampuan tersebut dapat menjadi alternatif untuk mendukung kegiatan operasional.

Pelaku usaha juga dapat memanfaatkan AI untuk mengembangkan ide produk dan memahami kecenderungan pasar, meskipun hasil analisisnya tetap perlu diperiksa menggunakan data yang relevan.

Kementerian Perdagangan juga mengembangkan program Gapai Pasar Global dengan AI bersama mitra terkait untuk membantu UMKM meningkatkan kesiapan memasuki pasar internasional.

Program tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya berkaitan dengan pembuatan konten, tetapi juga berpotensi mendukung pengembangan pasar ekspor.

Tantangan di Balik Pemanfaatan AI

Di balik peluang tersebut, tidak semua UMKM memiliki kesiapan yang sama dalam mengadopsi teknologi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dalam publikasi pada 24 Juli 2025, menyoroti sejumlah hambatan digitalisasi UMKM, termasuk keterbatasan modal, rendahnya keterampilan digital, serta persoalan keamanan dan privasi data.

Tantangan lainnya adalah ketepatan informasi yang dihasilkan AI. Konten promosi yang dibuat secara otomatis masih berpotensi memuat informasi keliru atau klaim produk yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Karena itu, pelaku usaha perlu memeriksa kembali setiap informasi sebelum digunakan untuk berkomunikasi dengan konsumen.

Penggunaan AI juga menuntut kehati-hatian dalam mengelola informasi bisnis. Data pelanggan, catatan transaksi, dan informasi internal perusahaan tidak seharusnya dimasukkan ke layanan AI tanpa mempertimbangkan perlindungan data dan kebijakan privasi yang berlaku.

Selain itu, ketergantungan berlebihan terhadap teknologi dapat menjadi persoalan apabila pelaku usaha tidak lagi melakukan evaluasi secara mandiri.

AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti seluruh proses pengambilan keputusan bisnis.

Menentukan Strategi yang Tepat

Agar pemanfaatan AI memberikan manfaat nyata, UMKM perlu memulai dari kebutuhan yang paling mendesak. Usaha yang kesulitan membuat materi promosi dapat menggunakan AI untuk menyusun draf konten, sedangkan usaha yang ingin menjangkau konsumen luar negeri dapat memanfaatkannya untuk membantu menerjemahkan deskripsi produk.

Pelaku usaha juga perlu membandingkan waktu dan biaya sebelum serta sesudah menggunakan teknologi tersebut.

Dengan cara ini, manfaat AI dapat dinilai berdasarkan hasil operasional, bukan hanya berdasarkan banyaknya konten yang berhasil dibuat.

Pada akhirnya, AI menawarkan peluang untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas pasar UMKM. Namun, keberhasilan pemanfaatannya tetap ditentukan oleh kemampuan manusia dalam mengarahkan teknologi, memeriksa hasilnya, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan konsumen.

Tantangan ke depan bukan sekadar mendorong semakin banyak UMKM menggunakan AI, melainkan memastikan teknologi tersebut benar-benar membantu usaha berkembang. (Rayhananda Satria Utama)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber
bisnis ekonomi teknologi ai