SOLOBALAPAN.COM — Kebun Binatang Chausuyama di Prefektur Nagano, Jepang, mengukir sejarah baru di dunia konservasi satwa dengan berhasil mengembangbiakkan salamander Akaishi yang sangat langka untuk pertama kalinya di Negara Sakura tersebut.
Pencapaian ini menjadi batu loncatan besar bagi para ilmuwan untuk meneliti siklus hidup serta menyelamatkan populasi spesies reptil terancam punah tersebut.
Mengutip laporan dari Kyodo News, Jumat (9/10/2026), sebanyak 16 ekor anakan salamander Akaishi dilaporkan berhasil menetas dengan selamat pada 17 September 2026.
Proses ini diawali dari keberhasilan tim penangkar mengumpulkan kelompok telur yang telah dibuahi di habitat aslinya pada Juli 2026 lalu.
Salamander Akaishi merupakan satwa endemik yang mendiami kawasan pegunungan di sekitar Alpen Selatan, Prefektur Nagano. Keberadaannya kini telah dikategorikan sebagai satwa terancam punah yang dilindungi ketat.
Baca Juga: Tim Gabungan Gerebek Rumah Dinas Cijantung yang Jadi Markas Judol, Mabes TNI Tahan Letkol Arman
Selama ini, proses perkembangan telur dan larva salamander Akaishi di perairan alami belum pernah berhasil diamati secara langsung oleh para peneliti. Oleh sebab itu, keberhasilan pengembangbiakan di lingkungan penangkaran ini bernilai sangat krusial.
"Ini merupakan kesempatan berharga untuk mempelajari lebih jauh siklus hidup spesies ini. Saya berharap keberhasilan ini dapat membantu upaya konservasi," ujar salah seorang staf Kebun Binatang Chausuyama.
Eksis Sejak 2014 dan Siap Dipamerkan ke Publik
Selain di Prefektur Nagano, habitat kecil salamander Akaishi juga teridentifikasi tersebar di wilayah Yamanashi, Shizuoka, dan Aichi.
Satwa ini dapat tumbuh hingga panjang tubuh sekitar 13 sentimeter dengan dominasi warna cokelat gelap serta dihiasi bintik-bintik putih halus di beberapa bagian kulitnya.
Pihak Kebun Binatang Chausuyama sendiri telah memulai program pemeliharaan khusus untuk spesies salamander ini sejak tahun 2014.
Saat ini, ke-16 anakan salamander yang baru menetas tersebut berada dalam perawatan intensif dan karantina khusus di rumah sakit hewan milik kebun binatang.
Pihak pengelola berencana untuk memamerkan satwa langka tersebut kepada pengunjung umum setelah kondisi fisiknya cukup kuat dan stabil. (dam)
Editor : Damianus BramSumber : Kyodo News