Bukan PS2 yang Kita Kangenin, tapi Masa Kecil yang Ikut Hilang

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 13:14 WIB
-
PlayStation 2 (PS2) tak sekadar jadi konsol terlaris sepanjang masa, tetapi juga gerbang nostalgia masa kecil. 

SOLOBALAPAN.COM – Pernah nggak sih kamu melihat konsol PlayStation 2 dan tiba-tiba ingat masa kecil? Bukan cuma ingat gamenya, tapi juga suara tombol stik yang ditekan berkali-kali, layar televisi yang masih tebal, sampai momen ketika disuruh berhenti main karena sudah waktunya tidur.

Bagi satu generasi, ada sebuah benda berwarna hitam yang tanpa sadar ikut membentuk masa kecil mereka. Bukan ponsel, bukan media sosial, melainkan PlayStation 2.

Konsol keluaran Sony ini mungkin sekarang sudah terlihat sederhana. Namun, pada masanya, PS2 bukan sekadar mesin untuk bermain game. Ia seperti gerbang menuju dunia yang rasanya jauh lebih bebas dan menyenangkan.

Baca Juga: Mistis Belik Andong Wonogiri, Didatangi untuk Panyuwunan hingga Muncul Cerita Sosok Tuyul

Konsol yang penjualannya sulit dikejar

PlayStation 2 pertama kali dirilis pada 2000 dan kemudian menjadi salah satu konsol paling sukses sepanjang masa. Penjualannya bahkan menembus lebih dari 155 juta unit di seluruh dunia.

Angka tersebut membuat PS2 menjadi konsol yang sampai sekarang masih berada di posisi teratas dalam sejarah penjualan konsol game.

Menariknya, kesuksesan PS2 tidak hanya datang dari game.

Baca Juga: Buntut Penemuan Sel Mewah oleh Ombudsman! Kepala Lapas Cibinong dan 4 Pejabat Utama Resmi Dinonaktifkan

Pada awal 2000-an, pemutar DVD masih menjadi perangkat hiburan yang cukup bernilai bagi keluarga. Sony kemudian membuat PS2 memiliki kemampuan memutar DVD.

Artinya, satu perangkat bisa digunakan untuk bermain game sekaligus menonton film.

Strategi tersebut membuat PS2 tidak hanya dilihat sebagai mainan anak-anak. Konsol ini juga bisa menjadi salah satu pusat hiburan di ruang keluarga.

Dari San Andreas sampai Winning Eleven

Tentu saja, fitur DVD saja tidak cukup untuk membuat PS2 begitu dikenang.

Ada jajaran game yang membuat konsol ini semakin melekat dengan masa kecil dan remaja banyak orang.

Mulai dari Grand Theft Auto: San Andreas, Metal Gear Solid, Resident Evil 4, God of War, sampai Winning Eleven. Setiap orang bahkan mungkin punya satu game yang langsung membawa mereka kembali ke masa itu.

Belum lagi jumlah game yang tersedia untuk PS2 mencapai ribuan judul.

Baca Juga: Dari After Hours hingga Dawn, Kenapa The Weeknd Selalu Identik dengan Dunia Malam?

Menariknya, pengalaman bermain pada masa tersebut juga terasa berbeda dengan sekarang. Tidak ada update berukuran puluhan gigabyte yang harus ditunggu sebelum bermain. Tidak ada notifikasi media sosial yang tiba-tiba muncul di tengah permainan.

Tinggal masukkan keping game, nyalakan konsol, lalu bermain.

Sesederhana itu.

Mungkin kita bukan kangen PS2

Sekarang, teknologi game sudah berkembang jauh. Grafis semakin realistis, dunia permainan semakin luas, dan konsol modern menawarkan pengalaman yang dulu mungkin tidak pernah terbayangkan.

Namun, ada sesuatu yang sulit ditiru dari pengalaman bermain PS2.

Bukan grafisnya. Bukan pula resolusinya.

Mungkin yang sebenarnya dirindukan adalah perasaan ketika bermain tanpa terlalu memikirkan banyak hal.

Ada masa ketika satu sore terasa panjang hanya karena digunakan untuk bermain Winning Eleven. Ada masa ketika meminjam atau menyewa game baru terasa seperti sebuah acara besar. Ada pula masa ketika suara startup konsol saja sudah cukup membuat kita bersemangat.

Jadi, mungkin kita sebenarnya tidak benar-benar kangen PS2.

Kita kangen masa ketika PS2 menjadi bagian dari hidup kita. Ketika hiburan masih terasa sederhana, waktu berjalan lebih lambat, dan kebahagiaan bisa datang hanya dari sebuah konsol hitam, televisi, serta satu stik di tangan.

Dan mungkin, itu yang membuat PS2 tidak pernah benar-benar terasa tua.

Editor : Inayah Choirunisa
masa PS2 konsol bermain