WhatsApp Punya AI yang Bisa Balas Chat Pelanggan 24 Jam, Begini Cara Kerjanya

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 11:12 WIB
Pemanfaatan AI Agent di WhatsApp memungkinkan bisnis melayani pelanggan 24 jam nonstop. (AI Generated)
Pemanfaatan AI Agent di WhatsApp memungkinkan bisnis melayani pelanggan 24 jam nonstop. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM - Pelaku usaha kini tak harus selalu menunggu admin membalas pesan pelanggan di WhatsApp. Teknologi kecerdasan buatan (AI) memungkinkan percakapan dengan pelanggan ditangani secara otomatis, mulai dari menjawab pertanyaan hingga membantu proses pemesanan.

Perkembangan ini hadir melalui AI Agent, teknologi yang dirancang untuk memahami percakapan dan menjalankan tugas tertentu berdasarkan informasi serta aturan yang diberikan bisnis. Di WhatsApp, teknologi tersebut mulai digunakan untuk membuat layanan pelanggan dapat berjalan sepanjang waktu.

Pada 2 September 2026, platform AI dari Neobiz menghadirkan agen bernama Neo. Agen tersebut dapat membantu pelaku usaha menangani berbagai aktivitas melalui percakapan WhatsApp, termasuk membuat janji temu, menerima pesanan, mengirim pengingat, hingga meminta pembayaran.

Baca Juga: Twitter Comeback! Eks Karyawan Rilis 'Twitter.now' Lawan X Elon Musk, Bawa Fitur Klasik dan AI Cek Fakta

Bisa Balas Chat Pelanggan 24 Jam

Secara sederhana, AI Agent bekerja seperti asisten virtual untuk bisnis. Ketika pelanggan mengirim pertanyaan melalui WhatsApp, sistem akan membaca pesan, memahami konteksnya, kemudian memberikan jawaban berdasarkan data yang telah disiapkan.

Teknologi serupa juga telah digunakan dalam layanan WhatsApp AI Agent. Sistem dapat menangani pertanyaan mengenai produk, harga, promo, pemesanan, hingga pertanyaan umum tanpa harus selalu menunggu respons dari staf manusia.

Keuntungannya, pelanggan tetap bisa mendapatkan respons meski mengirim pesan di luar jam operasional. AI juga dapat menangani banyak percakapan dalam waktu bersamaan sehingga pesan tidak menumpuk ketika jumlah pelanggan sedang tinggi.

Baca Juga: Akun WA Makin Sulit Dibajak! WhatsApp Rilis Fitur Passkey dan Sandi Baru, Tembus 1 Miliar Pengguna

Bukan Sekadar Chatbot

AI Agent berbeda dari chatbot sederhana yang biasanya bekerja berdasarkan pilihan menu atau kata kunci tertentu. AI Agent dirancang untuk memahami konteks percakapan sehingga responsnya dapat disesuaikan dengan pertanyaan pelanggan.

Misalnya, pelanggan restoran tidak hanya bertanya, “Ada menu ayam?” tetapi melanjutkan dengan pertanyaan mengenai harga atau ketersediaan. Sistem dapat mengikuti alur percakapan tersebut selama informasi yang dibutuhkan tersedia dalam basis pengetahuannya.

Untuk bisnis, informasi seperti katalog produk, harga, kebijakan, promo, dan pertanyaan yang sering diajukan dapat dimasukkan sebagai knowledge base. Instruksi mengenai gaya komunikasi AI juga dapat diatur melalui prompt.

Bisa Bantu Pesanan hingga Pembayaran

Penggunaan AI Agent juga mulai melampaui fungsi menjawab pertanyaan. Pada platform Neo milik Neobiz, misalnya, AI dapat mengecek jadwal, membuat pemesanan atau janji temu, mengirim pengingat, hingga meminta pembayaran. Jika permintaan membutuhkan keputusan manusia, percakapan dapat dialihkan kepada staf dengan tetap membawa konteks percakapan sebelumnya.

Penerapannya dapat berbeda-beda sesuai jenis usaha. Pada bisnis otomotif, AI dapat membantu mengecek jadwal servis dan membuat pemesanan. Untuk klinik kecantikan, AI dapat membantu mengatur jadwal terapis dan janji temu. Sementara pada restoran atau kafe, pelanggan bahkan dapat menyampaikan pesanan melalui percakapan atau pesan suara yang kemudian diteruskan ke bagian terkait.

Apakah Admin Jadi Tidak Dibutuhkan?

Kehadiran AI bukan berarti seluruh pekerjaan customer service langsung digantikan mesin. Justru, salah satu fungsi penting AI Agent adalah mengambil alih pertanyaan rutin sehingga staf manusia dapat menangani persoalan yang lebih kompleks.

Jika AI tidak memiliki jawaban atau pelanggan membutuhkan keputusan khusus, percakapan dapat diteruskan kepada staf. Dengan pola tersebut, AI berperan sebagai lapisan pertama pelayanan, sedangkan manusia tetap menjadi penanggung jawab untuk situasi yang membutuhkan pertimbangan lebih lanjut.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa WhatsApp tidak lagi hanya menjadi tempat bertukar pesan. Bagi bisnis, aplikasi tersebut perlahan berkembang menjadi ruang untuk melayani pelanggan, menerima pesanan, mengatur janji temu, hingga mendukung proses penjualan dengan bantuan AI. (ina)

Sumber: Meta WhatsApp AI

Editor : Inayah Choirunisa
bisnis percakapan pelanggan pesan