SOLOBALAPAN.COM - Jauh sebelum Jepang dikenal dengan Shinkansen yang melaju ratusan kilometer per jam, perjalanan jarak jauh di negara itu sudah mengandalkan kereta ekspres. Salah satu nama yang cukup terkenal adalah Tsubame, kereta yang pernah menjadi andalan perjalanan antara Tokyo dan wilayah barat Jepang.
Tsubame mulai beroperasi pada 1930 sebagai layanan kereta ekspres yang menghubungkan Tokyo dengan Kobe.
Baca Juga: Naik Kereta Sekarang Bisa Sambil Berburu Stempel, Kenalan dengan Stamp Railly KAI
Pada masa itu, perjalanan antarkota masih banyak mengandalkan lokomotif uap, sehingga kehadiran Tsubame menjadi salah satu bagian penting dari perkembangan layanan kereta jarak jauh di Jepang.
Nama Tsubame berarti burung walet dalam bahasa Jepang. Nama tersebut digunakan untuk menggambarkan kecepatan kereta ini.
Meski kecepatannya tentu masih jauh dibandingkan Shinkansen, pada zamannya Tsubame termasuk layanan ekspres yang cepat dan memiliki reputasi baik.
Salah satu hal yang membuat Tsubame penting adalah rutenya yang menghubungkan Tokyo dengan kawasan Kansai.
Perjalanan tersebut melewati Tōkaidō Main Line, jalur kereta yang menghubungkan sejumlah kota besar seperti Tokyo, Nagoya, Kyoto, Osaka, hingga Kobe.
Baca Juga: Pulang ke Indonesia, Agnez Mo Disambut Fans hingga Dapat Hadiah Kerambit
Sebelum Shinkansen hadir, perjalanan antara Tokyo dan Osaka atau Kobe membutuhkan waktu berjam-jam. Kereta ekspres seperti Tsubame menjadi pilihan penting bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh dengan waktu tempuh yang lebih singkat dan layanan yang lebih nyaman.
Pada masa awal pengoperasiannya, Tsubame masih ditarik oleh lokomotif uap. Salah satu lokomotif yang terkenal berkaitan dengan layanan ini adalah C53, lokomotif uap tiga silinder yang digunakan oleh Japanese Government Railways.
Seiring perkembangan teknologi, lokomotif yang digunakan Tsubame juga mengalami perubahan. Setelah jalur Tōkaidō semakin banyak dielektrifikasi, lokomotif uap perlahan digantikan oleh lokomotif listrik.
Perubahan tersebut membuat Tsubame ikut melewati berbagai tahap perkembangan teknologi perkeretaapian Jepang.
Dari lokomotif uap, beralih ke lokomotif listrik, hingga akhirnya harus menghadapi kemunculan kereta berkecepatan tinggi.
Perubahan terbesar datang pada 1964, ketika Jepang memperkenalkan Tōkaidō Shinkansen yang menghubungkan Tokyo dengan Shin-Osaka.
Untuk pertama kalinya, perjalanan antara dua kawasan penting tersebut bisa dilakukan menggunakan kereta berkecepatan tinggi dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat dibandingkan kereta konvensional.
Baca Juga: Mahalini Akan Rilis ‘Percuma’, Lagu yang Lebih Dulu Dipopulerkan Anggis Devaki, Kenapa Jadi Polemik?
Kehadiran Shinkansen kemudian mengubah peta perjalanan jarak jauh di Jepang. Kereta ekspres seperti Tsubame yang sebelumnya menjadi pilihan utama di jalur Tōkaidō perlahan kehilangan perannya karena penumpang memiliki alternatif yang jauh lebih cepat.
Kecepatan yang sebelumnya menjadi keunggulan Tsubame tiba-tiba tidak lagi terasa istimewa.
Namun, nama Tsubame ternyata tidak benar-benar hilang dari dunia perkeretaapian Jepang. Nama tersebut kemudian digunakan kembali untuk layanan kereta di wilayah lain, termasuk Kyushu.
Bahkan, nama Tsubame kemudian digunakan pada layanan di jaringan Kyushu Shinkansen. Hal ini membuat nama yang sudah dikenal sejak era lokomotif uap tersebut tetap muncul dalam sistem perkeretaapian Jepang modern.
Perjalanan nama Tsubame dari satu era ke era lainnya cukup menarik. Awalnya, Tsubame dikenal sebagai kereta ekspres yang ditarik lokomotif uap.
Setelah itu, layanan tersebut mengikuti perkembangan elektrifikasi hingga akhirnya harus menghadapi munculnya Shinkansen.
Kemudian, nama yang sama kembali digunakan pada era kereta berkecepatan tinggi.
Karena itu, Tsubame sebenarnya bukan sekadar nama sebuah kereta. Nama tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang perkeretaapian Jepang, dari masa ketika lokomotif uap menjadi tenaga utama hingga era kereta berkecepatan tinggi seperti sekarang.
Pada masa ketika perjalanan Tokyo–Kobe masih membutuhkan waktu lama, Tsubame menawarkan perjalanan yang lebih cepat dibandingkan layanan biasa.
Kehadirannya juga menunjukkan bahwa Jepang telah memiliki jaringan kereta jarak jauh yang cukup berkembang jauh sebelum Shinkansen diperkenalkan.
Baca Juga: Keluarga Tukang Becak Berubah Jadi Desil 9 di DTSEN, Pemkab Kulon Progo Turun Tangan
Kereta ekspres seperti Tsubame turut membuat perjalanan antarkota menjadi lebih mudah. Kota-kota besar di sepanjang jalur Tōkaidō semakin terhubung dan perjalanan menggunakan kereta menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Jepang.
Namun, ketika Shinkansen mulai beroperasi, standar perjalanan tersebut berubah drastis. Kereta yang sebelumnya dianggap cepat akhirnya harus berhadapan dengan teknologi yang mampu melaju jauh lebih tinggi.
Shinkansen kemudian menjadi simbol baru perkeretaapian Jepang dan salah satu ikon transportasi modern dunia.
Meski begitu, keberadaan Tsubame tetap memiliki tempat penting dalam sejarah. Kereta ini menjadi salah satu contoh bagaimana sistem perkeretaapian Jepang berkembang secara bertahap, dari lokomotif uap, elektrifikasi, hingga era kereta berkecepatan tinggi.
Menariknya, satu nama bisa bertahan melewati perubahan teknologi selama puluhan tahun. Tsubame yang dulu membawa penumpang dengan lokomotif uap akhirnya tetap dikenang dan digunakan kembali ketika Jepang sudah memasuki era Shinkansen.
Jadi, sebelum Jepang memiliki kereta yang mampu melaju lebih dari 200 kilometer per jam, ada Tsubame yang lebih dulu menjadi salah satu andalan perjalanan jauh di negara tersebut.
Tsubame mungkin tidak lagi menjadi nama yang paling sering disebut ketika membicarakan kereta Jepang. Namun, jauh sebelum Shinkansen menjadi ikon dunia, kereta inilah yang pernah membawa perjalanan jarak jauh Jepang menuju era yang lebih modern. (Luthfiana Sekar)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Japang Railway & Transport Review, The Railway Museum