SOLOBALAPAN.COM - Ketika mendengar istilah lokomotif uap, yang terbayang biasanya adalah kereta dari masa lalu. Namun, Inggris memiliki lokomotif uap yang justru dibangun ketika dunia perkeretaapian sudah memasuki era diesel dan listrik. Lokomotif itu adalah 60163 Tornado.
Tornado merupakan lokomotif Peppercorn Class A1 Pacific yang dibangun dari nol pada abad ke-21. Lokomotif ini selesai pada 2008 dan menjadi lokomotif uap jalur utama baru pertama yang dibangun di Inggris selama hampir 50 tahun.
Dibangun dari desain lokomotif lama
Tornado bukanlah lokomotif yang dirancang sepenuhnya dengan desain baru. Bentuk dan konsepnya mengikuti Peppercorn Class A1, kelas lokomotif yang dirancang oleh Arthur H. Peppercorn untuk London & North Eastern Railway.
Sebanyak 49 lokomotif A1 asli dibangun pada 1948–1949. Namun, setelah Inggris beralih dari tenaga uap ke diesel dan listrik, seluruh lokomotif tersebut akhirnya dipensiunkan. Lokomotif A1 terakhir bahkan sudah dibesituakan pada 1966.
Karena tidak ada satu pun A1 asli yang bertahan, proyek Tornado kemudian menjadi kesempatan untuk membangun kembali lokomotif A1 ke-50.
Baca Juga: Perjalanan Seorang Anak dalam Dunia Gelap London. Novel Oliver Twist Karya Charles Dickens
Proyek yang awalnya dianggap mustahil
Gagasan membangun kembali Peppercorn A1 dimulai pada 1990 melalui A1 Steam Locomotive Trust. Proyek tersebut tidak hanya membutuhkan uang, tetapi juga gambar teknik dan pengetahuan mengenai konstruksi lokomotif yang sudah puluhan tahun tidak diproduksi.
Pada 1993, tim proyek mulai menelusuri arsip teknik di National Railway Museum. Mereka berhasil menemukan sekitar 95 persen gambar asli yang dibutuhkan untuk membuat Tornado. Gambar-gambar tersebut kemudian dikatalogkan, dipindai, dibersihkan, dan digambar ulang untuk kebutuhan konstruksi.
Pembangunannya membutuhkan waktu sekitar 18 tahun, termasuk perencanaan, penggalangan dana, pembuatan komponen, perakitan, hingga pengujian. Total biaya proyek mencapai sekitar £3 juta.
Lokomotif uap dengan teknologi modern
Meskipun tampilannya seperti lokomotif dari era 1940-an, Tornado dibuat agar mampu beroperasi di jaringan kereta api modern.
Lokomotif ini dilengkapi peralatan keselamatan elektronik modern serta tambahan kapasitas air. Dengan demikian, Tornado bukan sekadar replika untuk dipajang di museum, melainkan benar-benar dibuat untuk dapat beroperasi di jalur utama Inggris.
Pada awal Agustus 2008, Tornado akhirnya berhasil bergerak menggunakan tenaga uapnya sendiri di Darlington. Setelah menjalani pengujian di Great Central Railway, Tornado kemudian menarik kereta penumpang publik pertamanya pada September 2008.
Momen tersebut menjadi tonggak penting karena Inggris kembali memiliki lokomotif uap jalur utama baru setelah hampir setengah abad.
Pernah mencapai 100 mph
Tornado kemudian membuktikan bahwa lokomotif uap modern ini bukan hanya dibuat untuk bernostalgia.
Pada 12 April 2017, Tornado menjalani pengujian kecepatan di East Coast Main Line antara Doncaster dan Newcastle. Dalam pengujian tersebut, lokomotif ini mencapai 100 mph atau sekitar 161 km/jam. Kecepatan tersebut dicapai dalam kondisi pengujian khusus dan dengan pengawasan para insinyur serta badan sertifikasi terkait.
Pencapaian itu menjadikan Tornado lokomotif uap Inggris pertama yang mencapai 100 mph setelah sekitar 50 tahun.
Bukan cuma terkenal di dunia kereta api
Popularitas Tornado ternyata tidak berhenti di dunia perkeretaapian. Lokomotif ini pernah tampil dalam program televisi Top Gear, termasuk episode Race to the North, dan juga muncul dalam film Paddington 2.
Kehadirannya membuat Tornado menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi transportasi masa lalu bisa kembali menarik perhatian masyarakat modern.
Baca Juga: Resmi Tinggalkan SM Entertainment, Winwin Akhiri Perjalanan Karir 10 Tahun
Ketika sejarah kembali berjalan
Tornado pada akhirnya bukan sekadar replika lokomotif tua. Ia merupakan hasil dari perpaduan desain teknik tahun 1940-an dengan kemampuan manufaktur dan sistem keselamatan modern.
Proyek ini juga menunjukkan bahwa sebuah teknologi yang sudah dianggap berakhir masih dapat dihidupkan kembali ketika ada orang-orang yang mau mempelajari sejarah, mengumpulkan kembali dokumentasi lama, dan membangunnya dari awal.
Di tengah dominasi kereta listrik dan diesel, Tornado menjadi pengingat bahwa suara dan tenaga lokomotif uap ternyata belum sepenuhnya hilang dari jalur kereta api Inggris. (Luthfiana Sekar)
Editor : Kabun Triyatno