SOLOBALAPAN.COM - Facebook kembali mendapat pembaruan besar di akhir 2025 dan awal 2026.
Meta akhirnya "memoles" platform berusia lebih dari dua dekade ini agar terasa lebih modern—bahkan makin mendekati pengalaman visual ala Instagram.
Perubahan ini tidak hanya menyentuh tampilan, tetapi juga cara pengguna berinteraksi, mencari konten, hingga mengelola pengalaman sosial mereka.
Meta menyebut bahwa perubahan ini menjadi langkah penting untuk membuat Facebook lebih relevan di tengah dominasi konten visual pendek dan platform berbasis foto/video.
1. Feed Foto Kini Format Grid & Bisa Double Tap, Seperti Instagram
Pembaruan paling terasa adalah tampilan foto di Feed. Kini, unggahan foto hadir dalam format grid, bukan lagi carousel memanjang yang lama.
Pengguna kini juga bisa memberi like hanya dengan mengetuk dua kali foto—gestur yang sangat familiar bagi pengguna Instagram.
Meta dikabarkan melakukan rombakan besar pada Facebook untuk menghadirkan pengalaman pemakaian yang lebih rapi, mudah dinavigasi, dan kuat secara visual.
Arah perubahan ini membuat tampilan serta cara berinteraksi di Facebook semakin mendekati gaya Instagram—lebih modern, ringan, dan fokus pada konten visual.
Metode interaksi baru ini membuat feed terasa lebih cepat, intuitif, dan mengikuti pola kebiasaan pengguna media sosial modern.
2. Editor Stories & Feed Didandani Ulang — Kreator Bisa Lebih Cepat Bikin Konten
Untuk Stories dan postingan reguler, Meta memindahkan tools populer seperti musik, tag teman, hingga pengaturan audiens ke posisi yang lebih mudah dijangkau.
Tools yang paling sering dipakai--seperti menambahkan musik dan menandai teman--dipindahkan ke posisi yang lebih mudah dijangkau agar proses kreatif terasa lebih mulus.
Langkah ini jelas menunjukkan orientasi Meta: mendorong Facebook menjadi tempat berbagi visual yang menarik, bukan sekadar platform status teks seperti dulu.
3. Marketplace Semakin Diprioritaskan untuk Menarik Pengguna Muda
Salah satu fokus baru Meta adalah generasi muda—yang kini makin jarang aktif di Facebook.
“Marketplace digunakan oleh lebih dari separuh pengguna Gen Z di AS. Kami ingin membuat fitur ini lebih mudah diakses dan relevan bagi pengguna muda,” ujar perwakilan Meta dilansir dari Tech Crunch.
Kini Marketplace dipindah ke bilah navigasi bawah agar lebih mudah dijangkau. Ini menandai pergeseran strategi: Meta ingin Facebook tetap jadi tempat jual-beli favorit, terutama bagi Gen Z.
4. Tampilan Pencarian Lebih Immersive dan Mirip Explore Instagram
Meta juga mendesain ulang halaman pencarian (Search). Hasil pencarian kini tampil dalam bentuk kisi (grid) yang lebih visual.
Bahkan, Meta sedang menguji tampilan fullscreen untuk foto dan video.
Hasilnya kini ditampilkan dalam layout grid yang lebih immersive dan mendukung semua jenis konten.
Pengguna bisa kembali ke hasil search tanpa kehilangan posisi, mirip gabungan antara Instagram Explore dan viewer.
5. Kontrol Algoritma Makin Kuat: Pengguna Bisa Beri Tahu Alasan Konten Tidak Relevan
Meta terus menambah fitur untuk menyesuaikan pengalaman feed agar pengguna merasa lebih nyaman.
Meta juga mulai membuka lebih banyak kontrol agar pengguna bisa memberi tahu alasan sebuah konten tidak relevan.
Ini memperkuat tren Meta yang ingin memberi lebih banyak kendali pada pengguna—baik di Instagram, Threads, maupun kini di Facebook.
6. Pembaruan Komentar, Profil, dan Notifikasi yang Lebih Ringkas
Pembaruan lain yang dijanjikan Meta antara lain:
* tampilan komentar lebih ringkas
* menu disederhanakan
* pengguna bisa anonim menandai komentar tidak relevan
* kreator dan admin grup mendapat kontrol interaksi lebih lengkap
* profil menampilkan minat, hobi, dan perjalanan secara lebih personal
Semua ini bertujuan membuat pengalaman berkomunitas lebih menyenangkan.
7. Fitur Komunitas, Nickname Grup, dan Fan Challenge: Facebook Makin Fun
Meta juga menghadirkan pembaruan yang membuat komunitas lebih hidup, personal, dan seru.
“Membantu pengguna berinteraksi dengan komunitas yang mereka sukai,” begitu pernyataan Meta dalam keterangan resmi pada Senin, 1 Desember 2025.
Beberapa fitur baru komunitas:
✓ Nicknames di Grup — pengguna bisa memakai nama julukan tanpa harus memakai nama asli
✓ Custom Top Fan Badges — penghargaan terbaru untuk superfans
✓ Fan Challenge — kreator bisa membuat tantangan dan pengguna cukup menekan tagar untuk ikut serta
“Selama tiga bulan terakhir, lebih dari 1,5 juta konten telah dikirim penggemar ke fitur fan challenge,” begitu klaim Meta.
Angka ini menunjukkan antusiasme besar terhadap fitur interaktif ini.
8. Meta Gelar Acara “Nyasar ke Dimensi Facebook” di Indonesia
Di Indonesia, Meta bahkan menggelar event besar untuk memperkenalkan wajah baru Facebook.
“Kami memadukan tema horor dan komedi sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan cerita rakyat dan humor khas Indonesia,” ujar Pieter Lydian, Country Director Meta untuk Indonesia.
Acara ini menjadi bukti bahwa Meta serius membangun kembali citra Facebook sebagai platform kreatif, menyenangkan, dan relevan untuk semua kalangan.
Dari berbagai perubahan ini, terlihat jelas bahwa Meta sedang “menghidupkan kembali” Facebook agar lebih modern dan visual.
Dengan tampilan grid, double tap, pencarian baru, kontrol algoritma, hingga fitur komunitas yang lebih fun—Facebook kini benar-benar makin mirip Instagram, tapi tetap membawa identitasnya sebagai platform sosial lintas generasi.
Transformasi ini akan terus berlanjut tahun depan, dan besar kemungkinan Facebook akan tampil dengan wajah yang semakin fresh serta relevan bagi pengguna muda maupun pengguna lama. (lz)
Editor : Laila Zakiya