Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Benarkah Donal Trump Sebut Microsoft Berminat Membeli TikTok? Ternyata Perusahaan Lain Juga Berebut, Ini Faktanya

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 30 Januari 2025 | 04:00 WIB
lustrasi: TikTok di AS kembali memanas.
lustrasi: TikTok di AS kembali memanas.

SOLOBALAPAN.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa Microsoft merupakan salah satu perusahaan yang tertarik untuk mengambil alih kendali TikTok.

Hal ini bertujuan untuk membantu aplikasi tersebut menghindari pelarangan di AS.

"Saya akan mengatakan ya," kata Trump pada Senin (27/1) malam, ketika ditanya apakah Microsoft adalah perusahaan yang berminat membeli TikTok untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan Kongres agar aplikasi tersebut dapat tetap beroperasi di Amerika Serikat.

Menurut laporan Associated Press yang dikutip oleh South China Morning Post, Trump menyatakan bahwa beberapa perusahaan lain juga menunjukkan minat untuk membeli TikTok, tetapi ia enggan menyebutkan nama perusahaan-perusahaan tersebut.

"Saya suka perang penawaran karena Anda bisa mendapatkan kesepakatan terbaik," tambah Trump.

Microsoft Belum Memberikan Komentar
Microsoft sendiri menolak memberikan komentar terkait pernyataan Trump tersebut.

Begitu pula dengan perwakilan dari TikTok, yang juga belum merespons permintaan tanggapan dari media.

Tenggat Waktu Perpanjangan
Salah satu keputusan pertama Trump setelah menjabat sebagai presiden adalah memperpanjang tenggat waktu bagi TikTok untuk mewujudkan kepemilikan baru aplikasi tersebut selama 75 hari.

Tenggat yang semula jatuh pada 19 Januari 2025 kini diundur menjadi 4 April 2025.

Trump mengatakan bahwa ia sedang mencari perusahaan Amerika yang bersedia mengakuisisi 50 persen saham TikTok, platform yang dimiliki oleh ByteDance, perusahaan yang berbasis di Tiongkok.

Proses Akuisisi yang Diminati Beberapa Pihak
Pekan lalu, perusahaan rintisan kecerdasan buatan Perplexity AI dilaporkan mengajukan proposal kepada ByteDance.

Hal itu memungkinkan pemerintah Amerika Serikat memiliki hingga 50 persen dari entitas baru yang menggabungkan Perplexity dengan bisnis TikTok di AS.

Selain itu, beberapa investor lain, termasuk miliarder Frank McCourt dan mantan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, juga menyampaikan keinginan mereka untuk membeli TikTok di AS.

Trump juga menyebutkan bahwa ia telah berbicara dengan "banyak orang" secara pribadi mengenai kepemilikan TikTok.

Kekhawatiran Keamanan Nasional
Keputusan untuk memaksa TikTok menjual bisnisnya di Amerika Serikat muncul setelah undang-undang yang mengharuskan penjualan platform ini disahkan oleh Presiden Joe Biden pada April 2024.

Meskipun demikian, ByteDance menyatakan bahwa mereka tidak berencana untuk menjual TikTok dan berusaha melawan undang-undang tersebut di pengadilan selama beberapa bulan.

Kekhawatiran mengenai potensi ancaman terhadap keamanan nasional AS terus berkembang, terutama terkait kepemilikan TikTok oleh perusahaan asal Tiongkok.

Beberapa pejabat dan anggota parlemen AS menyuarakan kekhawatiran mereka mengenai kemungkinan manipulasi platform yang digunakan oleh lebih dari 170 juta pengguna di negara tersebut. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#microsoft #tiktok #perusahaan #donal trump