Kenapa Tari Jawa Timur Identik Dengan Gongseng? Ini Alasannya!

tim solobalapan • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:36 WIB
Ilustrasi Gongseng (gpt AI)
Ilustrasi Gongseng (gpt AI)

SOLOBALAPAN.COM - Suara gemerincing yang terdengar setiap kali kaki penari menghentak mungkin menjadi salah satu hal yang paling mudah dikenali dari Tari Remo. Di tengah gerakan yang cepat dan tegas, bunyi tersebut muncul mengikuti setiap langkah penari. Sumber suara itu berasal dari gongseng, gelang kaki yang dilengkapi dengan sejumlah lonceng kecil.

Baca Juga: Punya Karaktek dan Tema yang Sama: Berikut Perbedaan Tari Remo Bolet, Ali Markasa, dan Munali Fatah

Gongseng dan Hentakan Kaki yang Khas

Tari Remo memiliki karakter gerak yang kuat pada bagian kaki. Langkah, kuda-kuda, hingga hentakan kaki menjadi bagian penting dalam membangun kesan gagah dan dinamis pada tarian. Ketika kaki penari bergerak, lonceng-lonceng kecil pada gongseng akan ikut berbunyi dan menghasilkan suara yang khas.

Situs Pendidikan Bahasa Jawa Universitas Sebelas Maret juga menyebutkan bahwa karakter utama Tari Remo terdapat pada gerakan kaki yang rancak dan dinamis. Gerakan tersebut didukung oleh lonceng yang dipasang di pergelangan kaki dan akan berbunyi ketika penari melangkah atau menghentakkan kaki.

Baca Juga: Tari Remo Munali Fatah, Dikembangkan oleh Seorang Pangreman Ludruk

Bukan Sekadar Bunyi Tambahan

Keberadaan gongseng membuat gerakan Tari Remo terasa semakin hidup, bunyi yang muncul dari setiap langkah dapat membantu mempertegas pola gerak hentakan kaki kanan penari. Hal tersebut dapat dilihat dari cara gongseng hadir bersama gerakan kaki. 

Bunyi yang muncul bukan berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari keseluruhan pertunjukan. Ketika penari bergerak cepat, bunyi gongseng ikut terdengar lebih rapat. Sebaliknya, ketika gerakan melambat, bunyinya pun mengikuti perubahan tersebut.

Baca Juga: Tari Remo Gaya Ali Markasa dengan Permainan Sampur Memiliki Karakter Kepahlawanan

Membantu Menegaskan Irama

Gongseng juga memiliki hubungan dengan irama, gongseng dikenal dekat dengan tari-tarian dinamis dari Jawa Timur, termasuk Tari Remo. Bunyi dari gongseng tersebut dapat digunakan untuk mengikuti tempo sesuai dengan pola gerak tari.

Artinya, gongseng dapat menjadi semacam penanda ritmis bagi gerakan penari. Suaranya menyatu dengan musik pengiring sekaligus memberikan aksen pada gerakan kaki.

Hal inilah yang membuat Tari Remo memiliki pengalaman pertunjukan yang cukup lengkap. Penonton tidak hanya melihat gerakan kaki yang cepat dan tegas, tetapi juga mendengar bunyi gemerincing yang muncul bersamaan dengan gerakan tersebut.

Baca Juga: Tari Remo Gagrak Anyar, Tari Remo Hasil Pemadatan serta Pengembangan dari Tari Remo yang Sudah Ada Sebelumnya.

Memperkuat Kesan Gagah dan Dinamis

Karakter Tari Remo sendiri tidak bisa dilepaskan dari gambaran keberanian dan kepahlawanan. Dalam perkembangannya, Tari Remo dikenal sebagai tarian yang mengusung tema kepahlawanan. Tari ini juga pada awalnya menjadi bagian pembuka dalam pertunjukan ludruk sebelum kemudian berkembang menjadi tarian yang dapat berdiri sendiri.

Gongseng ikut memperkuat kesan tersebut karena setiap hentakan menghasilkan bunyi yang tegas. Adanya gongseng  di kaki kanan, tidak hanya membantu menegaskan irama tetapi juga  memperkuat kesan gagah dan dinamis yang dibuktikan melalui kuatnya hentakan kaki yang membuat gongseng berbunyi

Gongseng Menjadi Identitas Tari Remo

Seiring perkembangan Tari Remo, penggunaan gongseng akhirnya menjadi salah satu ciri yang mudah dikenali. Bahkan dalam berbagai pengenalan mengenai Tari Remo, gongseng sering disebut bersamaan dengan karakter gerak kaki.

Baca Juga: Tari Remo Branjang Kawat, Inovasi Tari Remo yang Menghidupkan Kembali Remo Tobong dan Remo Teropan

Tari Remo sendiri terus mengalami perkembangan. Penelitian tentang Laboratorium Remo Surabaya menunjukkan bahwa bentuk penyajian Tari Remo mengalami penataan dan perkembangan dari waktu ke waktu, terutama setelah tarian tersebut mulai tampil sebagai tarian yang berdiri sendiri dan tidak hanya menjadi bagian dari pertunjukan ludruk.

Meskipun bentuk penyajiannya dapat berubah, karakter gerak kaki dan keberadaan gongseng tetap menjadi bagian yang kuat dari identitas Tari Remo. (Adhima Aulia).

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : Jurnal Seni Drama Tari dan Musik: Tari Remo (Ngremong) Sebuah Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Tentang Makna Denotasi dan Konotasi Dalam Tari Remo (Ngremong), Pendidikan Bahasa Jawa FKIP UNS: Tari Remo dari Jawa Timur, Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan: Upaya Laboratorium Remo Surabaya dalam Mempertahankan Eksistensi Tari Remo
adhima aulia Tari Remo gongseng jawa timur