Punya Karaktek dan Tema yang Sama: Berikut Perbedaan Tari Remo Bolet, Ali Markasa, dan Munali Fatah

Adi Pras • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 18:00 WIB
Tari Remo Bolet pada Ujian Pergelaran Jawa Timur 2021 ISI Surakarta (DOK: YouTube @UPTAUDIOVISUALISI-SKA)
Tari Remo Bolet pada Ujian Pergelaran Jawa Timur 2021 ISI Surakarta (DOK: YouTube @UPTAUDIOVISUALISI-SKA)

SOLOBALAPAN.COM - Tari Remo merupakan salah satu kesenian tari yang berkembang di Jawa Timur. Tarian ini pada awalnya berkaitan erat dengan kesenian ludruk dan kemudian berkembang menjadi berbagai gaya yang memiliki ciri khas masing-masing.

Perbedaan tersebut dapat terlihat dari karakter gerak, sikap tanjak, permainan sampur, iringan, hingga gaya kepenarian yang dibentuk oleh para senimannya.

Beberapa gaya yang cukup dikenal adalah Tari Remo Bolet, Tari Remo Ali Markasa, dan Tari Remo Munali Fatah.

Baca Juga: Tari Remo Munali Fatah, Dikembangkan oleh Seorang Pangreman Ludruk

Meskipun sama-sama memiliki karakter gerak yang tegas, dinamis, dan kuat,serta mengusung tema kepahlawanan ketiganya mempunyai ciri yang berbeda.

Remo Bolet, Gaya Jombangan yang terkenal dengan gerakannya yang dinamis serta iringannya yang lebih cepat. 

Tari Remo Bolet atau yang juga dikenal sebagai Remo Jombangan merupakan gaya Remo yang berkembang di Jombang.

Gaya ini dikembangkan oleh seniman ludruk Kamenan atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Cak Bolet.

Dalam perkembangannya, gaya Bolet dikenal melalui karakter gerak yang dinamis, lincah, ekspresif, seta patah-patah dan memiliki unsur kreativitas yang kuat.

Cak Bolet juga mengolah gerak Remo yang telah berkembang sebelumnya dengan unsur gerak silat dan jaranan dor khas Jombang.

Baca Juga: Tari Remo Gaya Ali Markasa dengan Permainan Sampur Memiliki Karakter Kepahlawanan

Dinamika tari ini muncul melalui keragaman ragam gerak dan variasi struktur geraknya. Hal tersebut membuat penampilan Remo Bolet terlihat aktif dan tidak monoton.

Remo Bolet juga disebut memiliki tempo musik yang relatif cepat dibandingkan beberapa gaya Remo lainnya.

Salah satu ciri yang membedakan Remo Bolet terdapat pada sikap tanjaknya, tanjak Bolet bertumpu pada kaki kiri dengan posisi badan menghadap serong ke kanan.

Ciri tersebut menjadi salah satu pembeda antara gaya Bolet dan gaya Munali Fatah yang menggunakan tanjak tengah dengan posisi badan menghadap ke depan.

Remo Ali Markasa, Pengembangan dari Gaya Bolet dengan keunikan teknik permainan sampurnya.

Berbeda dengan Remo Bolet yang menjadi salah satu gaya Jombangan, Remo Ali Markasa merupakan pengembangan dari gaya Bolet.

Ali Markasa mengembangkan bentuk Remo Jombangan sesuai dengan kreativitas dan karakter kepenariannya sendiri. Karena itu, gaya ini juga dikenal sebagai Tari Remo Jombangan Gaya Ali Markasa.

Baca Juga: Tari Remo Trisnawati: Perjuangkan Hak Perempuan serta Melawan Hal Tabu bagi Seniman Wanita di Masa Kolonial.

Ciri paling menonjol dari gaya Ali Markasa terletak pada teknik permainan sampur. Sampur tidak hanya digunakan sebagai pelengkap busana, tetapi menjadi bagian penting dalam membentuk karakter gerak. 

Ali Markasa melakukan eksplorasi terhadap gerakan sampur hingga menghasilkan gerak yang lebih atraktif, keras, dan tegas. Penggunaan gombyok pada ujung sampur juga membantu menghasilkan lintasan gerak yang lebih luas.

Selain permainan sampur, Remo Ali Markasa memiliki gerakan yang cepat, dinamis, dan patah-patah. Karakter tersebut dalam beberapa sumber disebut dengan istilah “njangkrik upo.”

Gerakan kaki yang rancak juga menjadi bagian penting dalam pertunjukan, terutama karena bunyi gongseng pada kaki dapat menyatu dengan irama musik.

Baca Juga: Tari Greget Sawunggaling Sebagai Ikon Arek-Arek Surabaya

Dalam pengembangannya, Ali Markasa juga banyak melakukan eksplorasi terhadap gerak yang diperolehnya dari pengalaman di dunia ludruk dan wayang orang.

Proses tersebut menunjukkan bahwa gaya Ali Markasa tidak sekadar meniru bentuk Remo yang sudah ada, tetapi mengembangkan unsur-unsur tersebut menjadi gaya kepenarian yang memiliki ciri tersendiri.

Remo Munali Fatah, Karakter Surabayaan yang Tegas

Sementara itu, Tari Remo Munali Fatah merupakan salah satu gaya Remo yang berkembang dalam tradisi Surabayaan.

Gaya ini dikembangkan oleh seniman Remo Munali Fatah dan memiliki karakter gerak yang tajam, tegas, serta dinamis. 

Baca Juga: Tari Beskalan Putri, Tari Penyambutan Tamu yang Menjadi Identitas Malang.

Karakter Remo Munali Fatah berkaitan dengan identitas budaya Surabaya yang tercermin melalui pengungkapan geraknya. Salah satu pembeda yang cukup mudah dilihat adalah sikap tanjak. 

Remo Munali Fatah menggunakan tanjak tengah, dengan tumpuan berada di bagian tengah dan posisi badan menghadap ke depan.

Sementara itu, Remo Bolet memiliki tumpuan pada kaki kiri dengan badan menghadap serong ke kanan. 

Perbedaan sikap awal tersebut kemudian mempengaruhi bentuk dan arah gerak pada bagian-bagian berikutnya, namun motif gerak Remo Munali Fatah relatif lebih sederhana sehingga dapat digunakan sebagai materi dasar pembelajaran Remo.

Baca Juga: Tari Gedog Balitar: Tari Penyambutan Tamu yang Memadukan Gaya Mataraman serta Jawa Timuran.

Meskipun demikian, karakter geraknya tetap mempertahankan kesan tegas dan dinamis yang menjadi identitas tari Remo.

Tiga Gaya dengan Ciri yang Berbeda

Jika dibandingkan secara sederhana, Remo Bolet dapat dikenali melalui karakter Jombangan yang dinamis, lincah, ekspresif, serta gerakan patah-patah dan memiliki tempo yang cepat.

Remo Ali Markasa masih memiliki hubungan dengan gaya Bolet karena merupakan pengembangannya, tetapi lebih menonjolkan kreativitas permainan sampur yang atraktif. 

Sementara itu, Remo Munali Fatah berkembang dalam tradisi Surabayaan dengan karakter gerak yang tegas, tajam, dan memiliki ciri tanjak tengah.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan Tari Remo tidak berhenti pada satu bentuk saja.

Baca Juga: Eksplorasi Gending Jula-Juli: Wajah Ganda Kesenian Karawitan Khas Jawa Timur

Para seniman turut memberikan sentuhan pribadi terhadap tari yang mereka bawakan sehingga muncul berbagai gaya dengan identitas masing-masing.

Meski berbeda, ketiganya tetap memperlihatkan karakter utama Tari Remo berupa gerakan yang kuat, dinamis, permainan kaki dengan gongseng, serta penggunaan sampur sebagai bagian penting dalam pertunjukan.

Keberadaan berbagai gaya tersebut menjadi bukti bahwa Tari Remo terus berkembang mengikuti kreativitas para seniman tanpa kehilangan karakter dasarnya.

Perbedaan gaya Bolet, Ali Markasa, dan Munali Fatah justru memperlihatkan kekayaan perkembangan Tari Remo di Jawa Timur. (adhima aulia)

Editor : Adi Pras
Sumber : Berbagai Sumber
adhima aulia Tari Remo Tari Remo Ali Markasa Tari Remo Munali Fatah Tari Remo Bolet