SOLOBALAPAN.COM - Tari Remo merupakan salah satu kesenian tari yang berkembang di Jawa Timur. Tarian ini dikenal dengan gerak kaki yang dinamis, hentakan gongseng, permainan sampur, serta karakter kepahlawanan yang kuat.
Tari Remo Munali Fatah yang berkembang sebagai salah satu bentuk Remo gaya Surabayan. Tari Remo Munali Fatah memiliki karakter yang berbeda dari gaya Remo lainnya.
Geraknya tidak hanya mengutamakan kekuatan dan kecepatan, tetapi juga menghadirkan kesan tenang, tegas, dan berwibawa.
Karakter tersebut menjadi salah satu ciri yang membuat gaya Munali Fatah tetap digunakan sebagai rujukan dalam perkembangan Tari Remo gaya Surabayan hingga saat ini.
Dikembangkan oleh Seniman Ludruk
Nama Munali Fatah tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Tari Remo di Surabaya. Munali Fatah dikenal sebagai seorang pangreman ludruk, yaitu seniman yang memiliki kemampuan dalam membawakan Tari Remo dalam pertunjukan ludruk.
Baca Juga: Tari Remo Branjang Kawat, Inovasi Tari Remo yang Menghidupkan Kembali Remo Tobong dan Remo Teropan
Kepiawaiannya sebagai penari turut membuat gaya Remo yang dibawakannya dikenal luas oleh masyarakat. Pada sekitar tahun 1963 Munali Fatah melakukan penataan ulang terhadap Tari Remo Ludruk.
Tari Remo yang sebelumnya menjadi bagian dari pertunjukan ludruk kemudian dikemas dengan struktur gerak dan penyajian yang lebih padat sehingga dapat dipentaskan secara mandiri. Bentuk tersebut kemudian dikenal sebagai Tari Remo bentuk lepas.
Perubahan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan Tari Remo gaya Surabayan. Tari Remo tidak lagi hanya hadir sebagai bagian dari pertunjukan ludruk, tetapi dapat berdiri sendiri sebagai sebuah pertunjukan tari.
Memiliki Karakter Gerak yang Khas
Salah satu ciri utama Tari Remo Munali Fatah terdapat pada karakter geraknya. Gerakan dalam tari ini memiliki kesan tenang, tegas, dan berwibawa.
Meskipun tetap menampilkan kekuatan dan dinamika yang menjadi ciri Tari Remo, gerakannya tidak hanya mengejar kecepatan atau atraksi.
karakter tari Remo gaya Munali Fatah didominasi gerak yang maskulin, dinamis, dan atraktif. Karakter tersebut menjadi identitas gaya Munali Fatah sebagai bentuk ekspresi individual seorang seniman.
Gerakan Tari Remo Munali Fatah juga memiliki pengaruh dari pencak silat. Unsur tersebut terlihat melalui sikap tubuh, kekuatan kaki, serta gerakan yang menunjukkan kesiapan dan ketegasan.
Perpaduan antara unsur tari dan pencak silat membuat karakter keprajuritan dalam tari semakin terlihat.
Dalam penyajiannya, Tari Remo Munali Fatah memiliki struktur gerak yang terbagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu budhalan, inti, dan ulihan.
Baca Juga: Tari Greget Sawunggaling Sebagai Ikon Arek-Arek Surabaya
Budhalan merupakan bagian awal yang menggambarkan keberangkatan atau perjalanan penari. Setelah itu, penari memasuki bagian inti yang menjadi bagian utama dari pengolahan gerak Tari Remo.
Pertunjukan kemudian diakhiri dengan bagian ulihan sebagai penutup. Struktur tersebut tidak hanya berfungsi sebagai susunan koreografi, tetapi juga berkaitan dengan konsep ngelana atau perjalanan hidup manusia.
Perjalanan dalam tari dapat dipahami sebagai gambaran manusia yang menjalani berbagai proses dan pengalaman dalam kehidupannya.
Konsep ngelana menjadi salah satu hal yang menarik dalam Tari Remo Munali Fatah. Secara sederhana, ngelana dapat dipahami sebagai perjalanan atau pengembaraan.
Baca Juga: Mengenal Jabatan dalam Tari Srimpi: Peran Empat Penari Menjadi Satu Rasa dalam Gerak
Konsep tersebut kemudian diterapkan dalam struktur penyajian tari sehingga gerakan tidak hanya menjadi rangkaian bentuk, tetapi juga memiliki gagasan yang mendasarinya.
Perjalanan tersebut digambarkan melalui perubahan gerak dari bagian awal, bagian inti, hingga bagian akhir. Penari seolah-olah sedang menjalani sebuah perjalanan dengan berbagai keadaan yang dihadapi sepanjang pertunjukan.
Konsep tersebut juga memperkuat karakter Tari Remo Munali Fatah yang tidak hanya gagah dan atraktif, tetapi memiliki penghayatan dalam setiap geraknya. Penjiwaan yang tenang, tegas, dan berwibawa menjadi bagian penting dari gaya tersebut.
Awal mula Tari Remo dipentaskan secara lepas
Salah satu perkembangan penting yang dilakukan Munali Fatah adalah menjadikan Tari Remo dapat dipentaskan secara lepas.
Sebelumnya, Remo sangat erat kaitannya dengan pertunjukan ludruk. Melalui penataan yang dilakukan Munali Fatah, struktur tari dipadatkan sehingga dapat berdiri sendiri dan tidak harus menjadi bagian dari keseluruhan pertunjukan ludruk.
Baca Juga: Tari Beskalan Putri, Tari Penyambutan Tamu yang Menjadi Identitas Malang.
Karena perkembangannya yang kuat di Surabaya, gaya Munali Fatah kemudian menjadi salah satu rujukan penting dalam Tari Remo gaya Surabayan.
Tari Remo Munali Fatah tidak berhenti sebagai karya seorang seniman. Bentuk dan karakter yang terdapat di dalamnya kemudian menjadi sumber bagi pengembangan Tari Remo gaya Surabayan.
Selain itu, Tari Remo gaya Surabayan juga sering ditampilkan dalam berbagai kegiatan resmi, penyambutan tamu, lomba, hingga festival.
Hal tersebut membuat keberadaan Tari Remo semakin dekat dengan masyarakat sekaligus membuka ruang regenerasi bagi para penarinya. (adhima aulia)
Editor : Adi PrasSumber : Berbagai Sumber