Tari Remo Gagrak Anyar, Tari Remo Hasil Pemadatan serta Pengembangan dari Tari Remo yang Sudah Ada Sebelumnya.

Adi Pras • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 19:21 WIB
Tari Remo Gagrak Anyar (YouTube @valentinvivilia2477)
Tari Remo Gagrak Anyar (YouTube @valentinvivilia2477)

SOLOBALAPAN.COM - Tari Remo menjadi salah satu kesenian yang lekat dengan identitas budaya Jawa Timur. Tari yang pada awal perkembangannya berasal dari Jombang ini kemudian menyebar dan berkembang di berbagai daerah, salah satunya Surabaya.

Dalam perkembangannya, Tari Remo juga mengalami berbagai pengembangan dan melahirkan beberapa gaya baru, salah satunya Tari Remo Gagrak Anyar. Tari Remo Gagrak Anyar merupakan bentuk pengembangan dari Tari Remo yang diciptakan oleh Sariono, seniman dan koreografer asal Surabaya.

Baca Juga: Tari Remo Branjang Kawat, Inovasi Tari Remo yang Menghidupkan Kembali Remo Tobong dan Remo Teropan

Karya ini tetap mempertahankan dasar-dasar Tari Remo, tetapi menghadirkan pengolahan gerak, iringan, serta penyajian yang lebih ringkas. Proses penciptaan Tari Remo Gagrak Anyar berkaitan dengan kebutuhan pertunjukan di Surabaya. 

Sariono mendapat mandat dari Pemerintah Kota Surabaya pada 2010 untuk menata Tari Remo yang akan digunakan dalam acara pembukaan Gelora Bung Tomo.

Karena waktu pertunjukan yang tersedia cukup terbatas, ia kemudian mengembangkan bentuk Remo dengan gerakan yang lebih baru dan padat.

Baca Juga: Eksplorasi Gending Jula-Juli: Wajah Ganda Kesenian Karawitan Khas Jawa Timur

Nama Gagrak Anyar sendiri dapat dimaknai sebagai bentuk atau gaya baru. Pengembangan tersebut tidak berarti meninggalkan karakter Tari Remo yang sudah ada.

 Struktur geraknya masih memiliki kemiripan dengan Tari Remo sebelumnya, tetapi terdapat perubahan pada hitungan, gerak sampur, serta gerakan ceklekan. Iringannya juga dibuat lebih rancak dan memiliki suasana yang lebih gembira.

Baca Juga: Di Balik Gemulainya Jathil Obyok, Dulunya Ditarikan oleh Penari Laki-Laki

Dalam pengembangannya, Remo Gagrak Anyar berpijak pada beberapa gaya Tari Remo yang telah berkembang sebelumnya.

Terdapat penggabungan atau pengolahan unsur dari beberapa gaya Remo, seperti Remo Bolet, Remo Munali Fattah, dan Remo Ali Markasan.

Pengolahan tersebut kemudian menghasilkan bentuk baru yang lebih singkat dalam penyajiannya. Karakter gerak Tari Remo Gagrak Anyar tetap memperlihatkan kesan gagah, tegas, kuat, dan berwibawa yang menjadi bagian dari karakter Tari Remo.

Baca Juga: Melestarikan Jaranan Turonggo Yakso lewat Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026

Gerak kaki, kepala, tangan, dan sampur dilakukan dengan tempo yang dinamis. Beberapa ragam gerak yang terdapat di dalamnya antara lain tindak kecak, gedrug, iket, lawung, ceklekan, seblakan, kebyok, hingga gerakan sembah.

Salah satu ciri yang membedakan Gagrak Anyar dengan beberapa bentuk Remo lainnya adalah durasi penyajiannya yang relatif singkat. Tari Remo Gagrak Anyar disebut tempo yang lebih cepat dan durasi sekitar empat menit.

Bentuk yang lebih ringkas tersebut membuat tarian dapat ditampilkan dalam berbagai kegiatan yang memiliki keterbatasan waktu.

Selain digunakan dalam pertunjukan budaya, Tari Remo Gagrak Anyar juga mulai dikenalkan melalui pendidikan seni. 

Pengenalan kepada anak-anak juga menjadi salah satu cara untuk menjaga keberadaan Tari Remo Gagrak Anyar. Pada 2026, karya ini ditampilkan dalam peringatan Hari Tari Sedunia di Surabaya yang diselenggarakan di Taman Budaya Jawa Timur.

Baca Juga: Prabu Klana Sewandana yang Dibawakan dalam Tari Klana Topeng dari Berbagai Daerah

Sekitar 1.000 anak ikut terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut dan salah satu penampilan utamanya adalah Tari Remo Gagrak Anyar.  Tidak hanya dalam kegiatan seni, Remo Gagrak Anyar juga dikembangkan sebagai media pembelajaran.

Sebuah program yang dilaksanakan pada 2026 memperkenalkan aplikasi interaktif untuk membantu siswa mempelajari tarian tersebut.

Gerakan dalam Gagrak Anyar telah dipersingkat dan dipadatkan sehingga lebih mudah dipelajari oleh anak-anak.

Baca Juga: Tari Greget Sawunggaling Sebagai Ikon Arek-Arek Surabaya

Gerakan yang dipadatkan, tempo yang lebih cepat, serta iringan yang lebih rancak menjadi bagian dari usaha menghadirkan Tari Remo dalam bentuk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pertunjukan.

Dengan karakter tersebut, Tari Remo Gagrak Anyar menjadi salah satu bentuk perkembangan Tari Remo di Surabaya.

Karya Sariono ini tidak hanya hadir sebagai pertunjukan, tetapi juga menjadi materi pembelajaran bagi generasi muda.

Melalui proses tersebut, Tari Remo tetap dapat dikenalkan dan dipelajari dengan bentuk penyajian yang terus berkembang mengikuti zaman. (adhima aulia)

 

Editor : Adi Pras
Sumber : Berbagai Sumber
adhima aulia Tari Remo Tari Remo Gagrak Anyar jawa timur