Tari Beskalan Putri, Tari Penyambutan Tamu yang Menjadi Identitas Malang.

tim solobalapan • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 18:27 WIB
Tari Beskalan Putri (DOK: Ujian Pembawaan Tari STKW 2019)
Tari Beskalan Putri (DOK: Ujian Pembawaan Tari STKW 2019)

SOLOBALAPAN.COM - Tari Beskalan Putri adalah tari tradisional yang berasal dari Malang dan menjadi salah satu kesenian yang masih dipelajari serta dipentaskan hingga saat ini. Tari ini memiliki karakter gerak yang lembut, lincah, dan menggambarkan sosok perempuan.

Tari Beskalan Putri berkembang di wilayah Malang, Jawa Timur. Dalam perkembangannya, tari ini tidak hanya menjadi bagian dari pertunjukan seni, tetapi juga dikenal sebagai salah satu bentuk kesenian yang merepresentasikan identitas budaya masyarakat Malang.

Baca Juga: Tari Remo Branjang Kawat, Inovasi Tari Remo yang Menghidupkan Kembali Remo Tobong dan Remo Teropan

Tari Beskalan Putri kemudian banyak ditampilkan dalam berbagai kegiatan kebudayaan, penyambutan tamu, hingga pertunjukan seni. Menurut penelitian mengenai Tari Beskalan Putri, keberadaan tari ini berkaitan dengan perkembangan kesenian Beskalan di Malang.

Sebelum dikenal sebagai tari putri yang dipentaskan saat ini, Beskalan memiliki perjalanan yang cukup panjang dan mengalami perubahan bentuk maupun fungsi dalam masyarakat. Nama Beskalan sering dikaitkan dengan istilah bakalan yang memiliki arti calon atau sesuatu yang akan menjadi.

Baca Juga: Eksplorasi Gending Jula-Juli: Wajah Ganda Kesenian Karawitan Khas Jawa Timur

Dalam perkembangannya, Beskalan kemudian mengalami perubahan penyajian dan berkembang menjadi Tari Beskalan Putri. Beberapa sumber juga mengaitkan perkembangan tari ini dengan tokoh seniman Malang, salah satunya M. Munali Fattah, yang turut berperan dalam pengembangan tari tradisional Jawa Timur. 

Tari Beskalan Putri memiliki ciri khas yang dapat dilihat dari gerak dan karakter penarinya. Gerakannya cenderung lembut tetapi tetap memiliki ketegasan. Salah satu ciri yang cukup menonjol adalah penggunaan selendang atau sampur sebagai properti tari.

Baca Juga: Melestarikan Jaranan Turonggo Yakso lewat Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026

Sampur digunakan untuk mendukung gerak penari sehingga menghasilkan kesan lincah dan dinamis. Gerakan memainkan sampur juga menjadi bagian yang memperkuat karakter perempuan dalam tarian.

Dari segi tata busana, penari Beskalan Putri menggunakan kostum yang menjadi bagian penting dalam membangun karakter tari. Penari biasanya menggunakan kemben, jarik, sampur, serta hiasan kepala. 

Baca Juga: Tari Gedog Balitar: Tari Penyambutan Tamu yang Memadukan Gaya Mataraman serta Jawa Timuran.

Tata rias dan busana tersebut memberikan kesan perempuan Jawa yang anggun sekaligus memperkuat identitas visual Tari Beskalan Putri.Iringan musik juga menjadi bagian penting dalam pertunjukan.

Tari Beskalan Putri biasanya diiringi oleh gamelan Jawa Timur dengan karakter musik yang dinamis. Iringan tersebut membantu membangun suasana sekaligus menjadi pengatur tempo bagi gerakan penari.

Dalam pertunjukannya, Tari Beskalan Putri tidak hanya mengandalkan gerakan yang indah. Setiap unsur pertunjukan, mulai dari gerak, musik, tata rias, hingga busana, saling melengkapi untuk membangun karakter tari. 

Perpaduan tersebut menghasilkan pertunjukan yang memperlihatkan kelembutan sekaligus ketegasan seorang perempuan. Tari Beskalan Putri juga mengalami perkembangan dalam hal fungsi. 

Baca Juga: Ikan Koi Jadi Motif Batik Khas Blitar, Ini Maknanya

Jika kesenian Beskalan pada masa lalu memiliki keterkaitan dengan pertunjukan masyarakat dan perkembangan seni pertunjukan di Malang, saat ini Tari Beskalan Putri lebih banyak digunakan sebagai tari penyambutan dan pertunjukan dalam berbagai kegiatan kebudayaan. Penggunaan Tari Beskalan Putri sebagai tari penyambutan membuat tarian ini sering hadir dalam berbagai kegiatan resmi maupun acara kebudayaan. 

Gerakannya yang anggun dan dinamis dianggap sesuai untuk membuka sebuah acara sekaligus memperkenalkan kesenian khas Malang kepada masyarakat. Selain dipentaskan, Tari Beskalan Putri juga terus dikenalkan melalui pendidikan dan sanggar seni. Proses pembelajaran tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga keberadaan tari agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Baca Juga: On This Day 2 Oktober: Kombinasi Hari Batik Nasional dan Jejak Sejarah Dunia yang Mengubah Zaman

 Anak-anak dan generasi muda dapat mempelajari ragam gerak, musik, tata rias, serta tata busana yang terdapat dalam tari tersebut. Keberadaan Tari Beskalan Putri menunjukkan bahwa kesenian tradisional dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

 Perubahan fungsi dan bentuk penyajian tidak membuat tari ini kehilangan identitasnya sebagai bagian dari kebudayaan Malang. Di tengah perkembangan berbagai bentuk hiburan modern, Tari Beskalan Putri masih memiliki ruang untuk terus diperkenalkan.

Melalui pertunjukan, pendidikan seni, dan berbagai kegiatan kebudayaan, tari ini dapat terus hadir sekaligus menjadi salah satu pengingat akan kekayaan seni tradisional Jawa Timur. (Adhima Aulia) 

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
adhima aulia Tari Beskalan Putri beskalan jawa timur malang