SOLOBALAPAN.COM-Di antara kabut tebal yang menyelimuti dataran tinggi Dieng setiap pagi, sebuah tradisi seni terus hidup dan mengalun dalam ritme gamelan dan gerak penari Tari Topeng Lengger Wonosobo.
Tari Lengger Wonosobo merupakan salah satu kesenian rakyat yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kesenian ini memadukan gerak tari, musik karawitan, tata rias, busana, serta penggunaan topeng dalam beberapa bagian pertunjukannya.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyebut Tari Topeng Lengger sebagai salah satu corak utama seni pertunjukan daerah, dan kelompok kesenian Lengger berkembang di berbagai desa di Wonosobo.
Baca Juga: Saleho, Ketika Kesenian Rakyat Menjadi Trend di Sosial Media
Sejarah Tari Lengger Wonosobo
Tari Lengger memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat Wonosobo. Salah satu pusat penting perkembangannya adalah Dusun Giyanti, Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto.
Menurut sejarah budaya yang dicatat Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Lengger di Wonosobo dibangkitkan kembali di Giyanti oleh seniman lokal Gondo Winangun sekitar tahun 1910.
Baca Juga: Jejak Keprajuritan di Lereng Merbabu: Menelusuri Semangat dan Gerak Dinamis Kesenian Soreng Magelang
Pada 1960-an, kesenian tersebut kemudian dikembangkan oleh Ki Hadi Soewarno sehingga semakin dikenal sebagai kesenian khas Wonosobo.
Sementara itu, penelitian Rachmawati, Jazuli, dan Cahyono menyebutkan bahwa Tari Topeng Lengger telah memiliki daya tarik dan keberadaan yang berkelanjutan sejak sekitar 1910. Penelitian tersebut juga membedakan dua versi Tari Topeng Lengger di Wonosobo, yaitu Lengger Topeng Njambu dan Lengger Topeng Njanti.
Asal-usul nama Lengger sendiri memiliki beberapa versi. Salah satu penafsiran populer mengaitkannya dengan ungkapan Jawa “elinga ngger”, yang bermakna kurang lebih “ingatlah, nak”.
Baca Juga: Pasar Wisata Kopeng: Surga Belanja Sayur Segar, Tanaman Hias, hingga Oleh-Oleh Khas Lereng Merbabu
Penafsiran ini mengandung pesan agar manusia senantiasa mengingat Tuhan dan menjaga perilaku terhadap sesama. Karena merupakan bagian dari tradisi lisan, kisah tersebut sebaiknya dipahami sebagai salah satu versi cerita budaya yang berkembang di masyarakat.
Ciri Khas Pertunjukan Lengger
Salah satu ciri khas Lengger Wonosobo terletak pada perpaduan penari perempuan dan penari laki-laki yang menggunakan topeng.
Penelitian mengenai Grup Pager Tawon Wonosobo menjelaskan bahwa Lengger merupakan tari kerakyatan yang berkembang di wilayah Wonosobo dan dalam pertunjukannya terdapat penari perempuan yang berpasangan dengan penari topeng.
Baca Juga: Tari Prajuritan Kabupaten Semarang: Jejak Semangat Prajurit dalam Gerak Tari Tradisional
Pertunjukan Lengger tidak hanya mengandalkan gerak tubuh. Unsur-unsur seperti iringan musik, rias, busana, tata panggung, tata suara, tata lampu, serta properti menjadi satu kesatuan yang membentuk pertunjukan.
Karakter geraknya cenderung luwes dan ekspresif. Gerakan tersebut dipadukan dengan iringan gamelan atau karawitan sehingga menciptakan suasana pertunjukan yang khas.
Nilai dan Makna dalam Tari Lengger
Baca Juga: Tari Sang Hyang Jaran, Tarian Sakral Bali yang Berpijak di Atas Bara Api
Lengger tidak hanya menghadirkan hiburan. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya pesan moral, spiritual, dan pendidikan dalam kesenian ini.
Penelitian mengenai Tari Lengger Solasih di Wonosobo, misalnya, menemukan bahwa tari tersebut menggambarkan tahapan kehidupan manusia, mulai dari masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa. Makna tersebut disampaikan melalui gerak, musik, rias, busana, dan pola lantai.
Sementara penelitian mengenai Lengger Topeng Njambu menemukan nilai pendidikan seperti nilai religius, cinta tanah air, dan tanggung jawab. Bentuk pertunjukannya juga menggambarkan karakter masyarakat Wonosobo yang menjunjung nilai agama, kesopanan, kerapian, dan ketenangan.
Baca Juga: Bagian-Bagian Yang Menyusun Tari Driasmara, Penggambaran ketertarikan hingga Keyakinan Hubungan
Dengan demikian, Lengger dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai kehidupan melalui bahasa seni yang lebih dekat dengan masyarakat.
Lengger dan Kehidupan Masyarakat Wonosobo
Keberadaan Lengger sangat erat dengan kehidupan masyarakat. Kesenian ini dapat ditampilkan dalam berbagai kegiatan, seperti pesta rakyat, merti desa, peringatan hari besar, festival budaya, maupun sebagai hiburan masyarakat.
Perkembangan kelompok kesenian di berbagai wilayah juga menunjukkan bahwa pelestarian Lengger tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi turut melibatkan sanggar, seniman, masyarakat, dan generasi muda.
Baca Juga: Bedhaya Jungpara: Karya Tari yang Mengangkat Identitas Jepara dalam Bingkai Bedhaya
Bahkan pada tahun 2022, Tari lengger ditetapkan sebagai salah satu muatan lokal unggulan sekolah di Kecamatan Watumalang, Wonosobo. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kesenian lokal kepada generasi muda melalui pendidikan. (Carrieolis Ratu Lathiifu)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber