SOLOBALAPAN.COM - Kesenian jaranan menjadi salah satu kesenian tradisional yang masih berkembang di berbagai daerah di Jawa Timur.
Setiap daerah memiliki bentuk dan karakter jaranan yang berbeda. Di Kabupaten Trenggalek, salah satu kesenian jaranan yang menjadi ciri khas daerah adalah Jaranan Turonggo Yakso.
Turonggo Yakso merupakan salah satu bentuk kesenian jaranan yang berkembang di Trenggalek. Kesenian ini menjadi bagian penting dalam Festival Jaranan Trenggalek yang secara rutin mempertemukan berbagai kelompok jaranan dalam sebuah pertunjukan sekaligus perlombaan.
Festival tersebut tidak hanya menghadirkan Turonggo Yakso, tetapi juga berbagai bentuk jaranan dari daerah lain di Indonesia.
Dalam perkembangannya, Jaranan Turonggo Yakso menjadi salah satu identitas kesenian Kabupaten Trenggalek.
Karakter pertunjukannya dapat dilihat melalui penggunaan properti kuda kepang, gerak tari yang dinamis, serta dramaturgi atau alur cerita serta suasana yang dibawakan.
Dalam Festival Jaranan Trenggalek 2026, penampilan kategori Turonggo Yakso umum melibatkan unsur utama berupa penari jaranan, celengan, dan barongan.
Keberadaan Turonggo Yakso dalam festival tidak hanya menjadi pertunjukan hiburan bagi masyarakat. Kesenian ini juga menjadi bagian dari upaya untuk mempertahankan keberadaan seni tradisi Trenggalek.
Hal tersebut terlihat dari adanya kategori perlombaan untuk berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga kategori umum tingkat nasional.
Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 menjadi penyelenggaraan ke-30 dan berlangsung pada 20 hingga 26 September 2026 di Alun-Alun Kabupaten Trenggalek.
Baca Juga: Alat Musik Gandrang Tidak Hanya sebagai Simbol Tradisi, tapi Cerminan Maskulinitas serta Feminimitas
Dalam rangkaian tersebut, kategori Turonggo Yakso dibagi menjadi tingkat bocah, remaja, serta umum tingkat nasional. Sementara itu, kategori non Turonggo Yakso juga dibuka untuk peserta tingkat nasional.
Pada kategori bocah dan remaja, perlombaan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mempelajari kesenian Turonggo Yakso.
Peserta tingkat bocah diperuntukkan bagi siswa SD atau sederajat, sedangkan kategori remaja ditujukan bagi siswa SMP atau sederajat.
Baca Juga: Karna Tanding: Kisah Pertarungan Dua Saudara dalam dalam Perang Baratayuda
Pertunjukan tersebut menjadi salah satu bentuk regenerasi agar kesenian jaranan tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Sementara itu, kategori Turonggo Yakso umum menjadi salah satu bagian utama festival yang mempertemukan kelompok seni dari berbagai daerah.
Pada Festival Jaranan Trenggalek 2026, kategori ini dijadwalkan berlangsung pada 23 September di Alun-Alun Trenggalek. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Trenggalek, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam perlombaan kategori umum, penampilan Turonggo Yakso memiliki sejumlah ketentuan. Peserta diwajibkan menampilkan penari jaranan, celengan, dan barongan dengan iringan musik jaranan secara langsung.
Baca Juga: Omprok Seblang, Mahkota Sakral dari Desa Olehsari Banyuwangi
Durasi pertunjukan ditentukan antara 17 hingga 20 menit. Penilaian meliputi kepenarian, koreografi, penyajian dan harmonisasi, serta garap musik.
Khusus dalam aspek koreografi, peserta tidak hanya dituntut untuk menampilkan gerakan yang menarik, tetapi juga memperhatikan ragam gerak yang menjadi bagian dari karakter Turonggo Yakso.
Dengan demikian, perlombaan tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kreativitas kelompok, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertahankan unsur yang menjadi ciri kesenian tersebut.
Festival Jaranan Trenggalek juga memberikan ruang bagi bentuk jaranan lainnya melalui kategori Non-Turonggo Yakso. Beberapa jenis yang dapat ditampilkan antara lain Sentherewe, Pegon, Brung, Jawa, Thik, Buto, Jathilan, Ebeg, Jenggo, Kidalan, Kencak, Jaran Gipang, dan Dhor.
Baca Juga: Mengetahui Karakter Tokoh dari Cerita Cinta Segitiga pada Tari Adaninggar Kelaswara
Kehadiran berbagai bentuk jaranan tersebut memperlihatkan keberagaman kesenian jaranan yang berkembang di Indonesia.
Selain menjadi ajang perlombaan, Festival Jaranan Trenggalek juga masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur menyebut festival ini sebagai kompetisi seni tradisi berskala nasional yang menjadi bagian dari daya tarik wisata berbasis budaya.
Baca Juga: Punakawan, Tokoh Sederhana dengan Pesan yang Mendalam
Bagi masyarakat Trenggalek, keberadaan Festival Jaranan menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kesenian daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Jaranan Turonggo Yakso tidak hanya ditampilkan sebagai kesenian tradisional, tetapi juga terus dikembangkan melalui kreativitas para pelaku seni tanpa meninggalkan unsur-unsur yang menjadi cirinya.
Melalui perlombaan yang melibatkan anak-anak, remaja, hingga kelompok umum, Jaranan Turonggo Yakso memiliki ruang untuk terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.
Festival Jaranan Trenggalek kemudian menjadi salah satu wadah yang mempertemukan pelestarian tradisi, kreativitas seniman, serta apresiasi masyarakat terhadap kesenian jaranan khas Trenggalek.(adhima aulia)
Editor : Adi PrasSumber : Berbagai Sumber