Cakra Palah, Batik Khas Blitar yang Terinspirasi Candi Penataran

tim solobalapan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 11:39 WIB
Motif Batik Cakra Palah Khas Kabupaten Blitar (DOK: instagram @batikmawarputih)
Motif Batik Cakra Palah Khas Kabupaten Blitar.

SOLOBALAPAN.COM - Setiap daerah memiliki ciri khas yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya. Hal tersebut dapat terlihat melalui berbagai bentuk kebudayaan, salah satunya adalah batik. Kabupaten Blitar juga memiliki motif batik khas yang menggambarkan identitas dan sejarah daerahnya, yaitu Batik Cakra Palah.

Batik Cakra Palah merupakan motif batik khas Kabupaten Blitar yang dikembangkan melalui kajian dan uji publik. Nama Cakra Palah sendiri memiliki hubungan dengan sejarah dan budaya Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Bentuknya Unik, Ternyata Setiap Bagian Tongkat Hoki Punya Fungsi

Kata Cakra berasal dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti roda atau lingkaran. Dalam kebudayaan Jawa, cakra juga dikenal sebagai senjata yang berkaitan dengan Dewa Wisnu. Sementara itu, kata Palah diambil dari nama lama Candi Penataran, salah satu peninggalan sejarah yang berada di Kabupaten Blitar.

Penggabungan kedua kata tersebut kemudian membentuk nama Cakra Palah yang tidak hanya menjadi nama sebuah motif batik, tetapi juga membawa unsur sejarah dan kebudayaan Blitar. Candi Penataran atau Candi Palah menjadi salah satu sumber inspirasi dalam membangun identitas motif tersebut. Dengan demikian, Batik Cakra Palah menjadi salah satu cara untuk menghubungkan warisan sejarah dengan karya seni yang masih berkembang hingga saat ini.

Baca Juga: Disebut ‘Cucu Krakatau’, Sebenarnya Gunung Apa yang Viral di Selat Sunda?

Motif Cakra Palah juga memiliki filosofi yang berkaitan dengan konsep Cakra Manggilingan, yaitu gambaran mengenai roda kehidupan yang terus berputar. Kehidupan manusia tidak selalu berada dalam keadaan yang sama, sehingga seseorang diharapkan mampu menghadapi perubahan dengan bijaksana.

 Filosofi tersebut juga mengajarkan manusia untuk memahami perjalanan kehidupan melalui masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.Lebih lanjut, Cakra Palah dimaknai sebagai simbol kesadaran manusia terhadap keberadaannya sebagai makhluk Tuhan yang tidak sempurna.

Baca Juga: Dari After Hours hingga Dawn, Kenapa The Weeknd Selalu Identik dengan Dunia Malam?

Kesadaran tersebut kemudian menjadi dorongan bagi manusia untuk terus berusaha mencari kesempurnaan dalam kehidupan atau urip sejati. Dalam prosesnya, manusia diharapkan dapat memperbaiki diri dan berbuat baik kepada sesama.

Tidak hanya memiliki makna filosofis, Batik Cakra Palah juga dirancang agar dapat menjadi wadah bagi berbagai motif lokal yang sudah berkembang di wilayah Kabupaten Blitar. Pemerintah Kabupaten Blitar menjelaskan bahwa motif Cakra Palah tidak dimaksudkan untuk menggantikan motif batik yang telah dimiliki oleh masyarakat, tetapi dapat menjadi dasar untuk mengembangkan dan menguatkan desain batik daerah.

Pengembangan tersebut kemudian dilakukan melalui pelatihan kepada para pelaku batik di sejumlah wilayah. Pada 2020, pelatihan kreatif kriya Batik Cakra Palah dilakukan di 12 desa atau kelurahan di Kecamatan Kanigoro sebagai salah satu proyek percontohan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan motif Cakra Palah sekaligus mengembangkan industri kreatif batik di Kabupaten Blitar.

Dalam perkembangannya, Batik Cakra Palah juga digunakan dalam berbagai bentuk produk budaya. Salah satunya adalah Udeng Cakra Palah yang diluncurkan pada Festival Kresnayana VI pada 2022. Udeng tersebut menggunakan motif Cakra Palah sebagai bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Kabupaten Blitar kepada masyarakat luas.

Penggunaan Batik Cakra Palah juga semakin diperkuat melalui kebijakan Pemerintah Kabupaten Blitar. Pada 2022, Bupati Blitar menetapkan penggunaan Batik Cakra Palah sebagai pakaian dinas harian bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar. Dalam aturan tersebut, Batik Cakra Palah ditetapkan sebagai motif batik khas Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Kedengarannya Seperti Lagu Anak, Ini Makna di Balik Lagu Jepang dalam Masha and the Bear

Tidak berhenti pada penggunaan pakaian dinas, pengembangan motif Cakra Palah juga terus dilakukan oleh para pengrajin. Penelitian terbaru mengenai penerapan motif Cakra Palah pada produk UMKM Batik Lwang Wentar menunjukkan bahwa motif tersebut terus mengalami pengolahan melalui proses desain, pemindahan motif, pencantingan, pewarnaan, hingga tahap penyelesaian. Penelitian tersebut juga melihat Cakra Palah sebagai bentuk transformasi budaya yang berangkat dari kearifan lokal.

Baca Juga: Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik ke 116 usai Gilas Singapura, Kini Turun ke 119, Kok Bisa? Ini Penjelasannya

Batik Cakra Palah akhirnya tidak hanya menjadi kain dengan motif khas Kabupaten Blitar. Di dalamnya terdapat perpaduan antara sejarah Candi Penataran, filosofi kehidupan, serta kreativitas para pengrajin batik. Keberadaannya menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan identitas daerah melalui karya seni yang dapat terus dikembangkan mengikuti zaman.

Melalui Batik Cakra Palah, masyarakat Blitar dapat mengenalkan sejarah dan budaya daerah dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Motif ini menjadi pengingat bahwa kebudayaan dapat terus berkembang tanpa harus meninggalkan sejarah dan nilai yang menjadi dasar pembentuknya. (Adhima Aulia)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
adhima aulia Kabupaten Blitar Batik Cakra Palah Candi Penataran Cakra Manggilingan