WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Belik Andong di Desa Tremes, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, menyimpan cerita mistis yang hingga kini masih berkembang di tengah masyarakat. Sumber mata air yang berada di area persawahan warga tersebut disebut kerap didatangi orang dari berbagai daerah untuk melakukan panyuwunan atau memanjatkan permohonan.
Tak hanya soal ritual permohonan, Belik Andong juga dikaitkan dengan kabar keberadaan sosok gaib yang disebut-sebut menyerupai anak kecil atau tuyul.
Belik Andong berada di Dusun Jatiwayang RT 04/RW 02, Desa Tremes. Lokasinya relatif dekat dengan permukiman warga dan dapat ditempuh sekitar 10 menit perjalanan dari Balai Desa Tremes.
Sumber mata air tersebut berada di tengah area persawahan milik warga. Meski berada di lokasi yang cukup sederhana, keberadaannya telah lama dikenal oleh sebagian masyarakat dari luar daerah.
Baca Juga: Tangis Paman Iringi Kepulangan Deni, Korban Kapal Tenggelam Banjarmasin ke Boyolali
Mino (71), warga setempat, mengatakan dirinya beberapa kali bertemu dengan orang yang datang ke Belik Andong. Mereka tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga dari daerah lain.
“Yang datang itu orang jauh-jauh. Ada dari Batu (Baturetno). Madiun ada. Ada juga dulu bilang dari Lampung,” ujar Mino, Jumat (25/9/2026).
Menurut Mino, sebagian orang yang datang memiliki tujuan tertentu. Mereka melakukan panyuwunan, terutama berkaitan dengan harapan agar usaha atau perdagangan yang dijalankan berjalan lancar.
“Yang datang itu ya tujuannya panyuwunan, seperti usaha dagang (biar lancar, red),” bebernya.
Baca Juga: Willie Salim Ungkap Momen Khitan di Usia 24 Tahun, Ditemani Ustaz Derry Sulaiman dan Gelar Syukuran
Datang Tengah Malam Bawa Dupa dan Pencok Bakal
Mino menuturkan, sebagian pengunjung datang pada malam hari. Mereka biasanya membawa perlengkapan tertentu seperti dupa dan pencok bakal.
Ia bahkan pernah mengantar seseorang dari wilayah Baturetno menuju lokasi Belik Andong pada tengah malam.
“Seperti yang dari Baturetno itu tengah malam. Saya yang mengantar ke lokasinya. Tapi banyak yang sudah tahu lokasinya dan langsung ke tempatnya,” kata Mino.
Menurut dia, para pengunjung tersebut terkadang sudah mengetahui keberadaan Belik Andong tanpa harus diberi tahu oleh warga sekitar.
Kisah mengenai Belik Andong pun berkembang dari mulut ke mulut. Pengunjung datang dengan tujuan masing-masing, terutama untuk melakukan panyuwunan.
Ada Sosok Anak Kecil yang Disebut Tuyul
Cerita semakin menarik ketika muncul kabar mengenai keberadaan sosok anak kecil di sekitar belik.
Mino mengaku pernah ditanya seseorang mengenai kemungkinan keberadaan sosok tersebut. Menurut cerita yang ia dengar, orang yang memiliki kemampuan melihat makhluk gaib disebut dapat melihat sosok seperti anak-anak di sekitar Belik Andong.
Baca Juga: Tari Prajuritan Kabupaten Semarang: Jejak Semangat Prajurit dalam Gerak Tari Tradisional
“Ya nyowo. Pating drinik, mbuh tuyul. Ada yang tanya, penginnya mau bawa. Tanya saya, kok mboten tumut? (kok tidak ikut?). Bolak-balik tanya begitu,” bebernya.
Mino kemudian menjawab pertanyaan tersebut dengan nada bercanda sekaligus mengingatkan bahwa dirinya tidak mengetahui apakah sosok yang dimaksud benar-benar ada.
Menurut penuturan Mino, orang tersebut bahkan disebut memiliki keinginan untuk membawa sosok yang diyakininya sebagai tuyul.
Namun, cerita mengenai keberadaan tuyul maupun makhluk gaib di Belik Andong merupakan kepercayaan atau cerita yang berkembang di masyarakat. Belum ada bukti yang dapat memverifikasi keberadaan sosok tersebut secara ilmiah.
Air Belik Tetap Digunakan Warga
Terlepas dari berbagai cerita mistis yang berkembang, keberadaan Belik Andong juga memiliki fungsi praktis bagi warga sekitar.
Mino mengatakan air yang keluar dari belik tersebut masih dimanfaatkan. Salah satunya untuk kebutuhan mandi.
“Airnya di situ bersih, memang bersih,” kata dia.
Bagi masyarakat setempat, Belik Andong akhirnya memiliki dua sisi cerita. Di satu sisi menjadi sumber air yang masih dimanfaatkan warga, sementara di sisi lain menyimpan kisah panyuwunan dan cerita mistis yang terus berkembang dari pengunjung yang datang. (al)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com