Keunikan Gambyong Retno Kusumo, Tari Khas Pura Mangkunegaran

tim solobalapan • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 18:10 WIB
Tari Gambyong Retno Kusumo Khas Pura Mangkunegaran Surakarta(instagram @bajoesaputra)
Tari Gambyong Retno Kusumo Khas Pura Mangkunegaran Surakarta.

 SOLOBALAPAN.COM-Tari Gambyong menjadi salah satu bentuk tari tradisional Jawa yang dikenal dengan gerak lembut, luwes, dan karakter penari perempuan yang anggun. Di lingkungan Pura Mangkunegaran Surakarta, berkembang salah satu repertoar yang memiliki karakter tersendiri, yakni Tari Gambyong Retno Kusumo.

Tari Gambyong Retno Kusumo dikenal sebagai salah satu tari yang dimiliki Pura Mangkunegaran. Tari ini diciptakan pada masa KGPAA Mangkunegara VIII dan memiliki ciri khas yang membedakannya dari sejumlah tari Gambyong lainnya.

Keunikan Gambyong Retno Kusumo tidak hanya terlihat dari gerakannya, tetapi juga dari karakter busana, penggunaan sampur, serta gaya penyajiannya yang memperlihatkan identitas tari Mangkunegaran.

Baca Juga: Tari Gambyong Pangkur, Tradisi dengan Keluwesan dan Keanggunannya sebagai Simbol Tari Penyambutan

Memiliki Karakter Khas Mangkunegaran

Gambyong Retno Kusumo bukan sekadar Gambyong yang dibawakan dengan bentuk umum. Penelitian mengenai karakteristik geraknya menunjukkan adanya sejumlah ragam gerak yang menjadi ciri khas tari tersebut.

Penelitian Shinta Kumala Dewi dan Herlinah dari Universitas Negeri Yogyakarta menemukan beberapa gerak yang menjadi karakteristik Gambyong Retno Kusumo, di antaranya kebyak-kebyok sampur, dolanan asta, lembehan asta, serta lembehan kebyak-kebyok sampur. Ragam-ragam tersebut disebut memiliki kekhasan yang tidak ditemukan pada tari Gambyong lainnya.

Baca Juga: Bedhaya Anglir Mendhung, Tari Pusaka Berkedudukan Istimewa di Pura Mangkunegaran

Kekhasan tersebut membuat Gambyong Retno Kusumo memiliki identitas koreografis tersendiri. Gerak tidak hanya digunakan untuk memperindah penampilan penari, tetapi juga menjadi bagian yang membangun karakter tari.

Gerak “Ndut-Ndut” yang Menjadi Daya Tarik

Salah satu karakter yang paling mudah dikenali dalam Gambyong Retno Kusumo adalah gerak ndut-ndut. Gerakan tersebut tampak pada bagian tertentu ketika tubuh penari memberikan aksen yang khas.

Baca Juga: Tari Srimpen Mungkah Lawang: Intrepertasi dari Membuka Pintu Kehidupan Yang Penuh Akan Syukur

Penelitian mengenai karakteristik gerak Gambyong Retno Kusumo mencatat adanya gerak badan ndut-ndut pada ragam lembahan megos, serta gerak kepala coklekan pada ragam kebaran. Perpaduan gerak badan dan kepala tersebut menciptakan karakter yang berbeda dari sejumlah bentuk Gambyong lainnya.

Gerak tersebut juga memperlihatkan bagaimana tari gaya Mangkunegaran mempunyai cara tersendiri dalam mengolah tubuh penari. Meskipun tetap menghadirkan kelembutan dan keluwesan khas tari putri Jawa, terdapat aksen gerak yang membuat Gambyong Retno Kusumo terasa lebih dinamis.

Kisah Perempuan yang Bersolek

Di balik gerakannya, Gambyong Retno Kusumo memiliki tema yang berkaitan dengan sosok perempuan. Tari ini menceritakan seorang wanita yang sedang bersolek atau berdandan untuk menyambut kedatangan tamu. Karena itu, unsur keanggunan dan kesiapan menyambut tamu menjadi bagian penting dari karakter penyajiannya.

Baca Juga: Gejolak Batin Perpisahan Dewi Sekartaji dalam Tari Topeng Sekartaji

Sementara itu, nama “Retno” berarti emas, sedangkan “Kusumo” berarti bunga. Nama tersebut dapat dikaitkan dengan gambaran seorang gadis yang tumbuh dewasa, memiliki keindahan, serta bersinar seperti emas.

Busana yang Berbeda dari Gambyong pada Umumnya

Keunikan lain terdapat pada busana. Gambyong Retno Kusumo memiliki tampilan yang berbeda dibandingkan sejumlah tari Gambyong lainnya.

Baca Juga: Keunikan Tari Zapin Melayu: Perpaduan Gerak dan Nilai Budaya

Sebuah penelitian mengenai karakteristik Gambyong Retno Kusumo menyebutkan bahwa tari ini memiliki kekhasan busana, termasuk penggunaan jamang dan bulu pada bagian kanan. Hal tersebut menjadi salah satu unsur visual yang membedakannya dari bentuk Gambyong yang lebih umum menggunakan sanggul.

Kostum tersebut memperkuat identitas visual tari Mangkunegaran. Ketika dipadukan dengan gerakan sampur dan karakter gerak yang khas, busana bukan hanya berfungsi sebagai pelengkap pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas koreografis.

Baca Juga: Mengenal Tari Bromastra: Pesona Tari Putra Alus Lanyap Gaya Surakarta yang Elegan dan Dinamis

Tari Penyambutan Tamu

Gambyong Retno Kusumo juga memiliki hubungan erat dengan fungsi penyambutan. Tari ini biasa disajikan di Pura Mangkunegaran untuk menyambut tamu.

Fungsi tersebut juga tercermin dalam pemberitaan mengenai pertunjukan tari di Pura Mangkunegaran. Pada Mangkunegaran Performing Arts, Gambyong Retno Kusumo pernah ditampilkan sebagai bagian dari repertoar tari koleksi Mangkunegaran. 

Dengan fungsi penyambutan tersebut, karakter tari yang anggun dan ramah menjadi sangat penting. Penampilan penari menjadi bagian dari cara Pura Mangkunegaran menyambut dan menghormati tamu.

Baca Juga: Filosofi di Balik Keanggunan Tari Gambyong, Pesona Gerak Kenes dan Anggun yang Tak Lekang Zaman

Tidak Sekadar Gerak yang Lembut

Gambyong sering kali identik dengan kelembutan dan keluwesan. Namun, Gambyong Retno Kusumo menunjukkan bahwa karakter tersebut dapat dikembangkan melalui aksen gerak yang lebih khas.

Gerakan tubuh, kepala, tangan, serta permainan sampur berpadu membentuk karakter tari yang tidak monoton. Dengan demikian, keindahan tari ini tidak hanya terletak pada gerakan yang lembut, tetapi juga pada ketepatan teknik, perubahan aksen, dan keselarasan setiap bagian koreografi. (Carrieolis Ratu Lathiifu)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
carrieolis ratu gambyong retno kusumo KGPAA mangkunegara VIII tari gambyong mangkunegara