Tari Srimpen Mungkah Lawang: Intrepertasi dari Membuka Pintu Kehidupan Yang Penuh Akan Syukur

Adi Pras • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 19:36 WIB
Tari Srimpen Mungkah Lawang (YouTube @ISISurakartaOfficial)
Tari Srimpen Mungkah Lawang (YouTube @ISISurakartaOfficial)

SOLOBALAPAN.COM - Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta merupakan salah satu kampus seni yang lebih dikenal dengan ISI Solo.

Prodi Tari menjadi salah satu prodi yang ada di ISI Solo, prodi yang memepelajari dasar-dasar kesenian Jawa khususnya tari gaya Surakarta.

Namun tidak hanya mempelajari tentang tari gaya Surakarta, juga tari dengan gaya dari berbagai daerah satunya tari gaya Jawa Timur.

Baca Juga: Tak Hanya Angkat Kisah Mahabarata, Wayang Gedog Ceritakan Panji Asmarabangun dengan Dewi Sekartaji

Dengan latar belakang dosen pengajar dari berbagai daerah membuat Prodi Tari tidak hanya berpatok pada satu gaya kepenarian.

Gaya Tari Jawa Timur terdiri dari gaya Surabayan, Banyuwangen, dan Malangan. Hal ini memberikan pengalaman dan banyak ragam gerak yang diterima mahasiswa sehingga akan menambah kemampuan dalam materi.

Karya tari bertajuk “Srimpen Mungkah Lawang” karya Mamik Suharti,S.Kar., M.Hum. yang dipentaskan perdana pada Diesnatalis ISI Surakata ke-58 yang menjadi salah satu repertoar tari Jawa Timur baru yang ada di ISI Surakarta. 

Baca Juga: Gejolak Batin Perpisahan Dewi Sekartaji dalam Tari Topeng Sekartaji

Karya ini dipentaskan dalam bentuk genre Srimpi, bahwa Srimpi adalah tari kelompok dengan jumlah penari 4 sampai 5 orang penari perempuan. Karya ini merupakan ungkapan dari rasa syukur dari rasa terima kasih terhadap sesuatu yang diterima. 

Ungkapan itu diwujudkan dalam suasana “manembah”, kebersamaan yang selalu diutamakan di dalam sosialisasi dengan orang lain merupkan hal yang penting, dan menggambarkan suasana kebersamaan riang serta ceria. 

Adapun Sinopsis Tari Srimpen Mungkah Lawang, sebagai berikut: 

“Mungkah Lawang artinya membuka pintu kehidupan. Tari Srimpen Mungkah Lawang adalah garapan baru tentang beragam karakter perempuan dengan pola-pola bersumber dari tradisi topeng malangan yang menggunakan properti topeng.

Baca Juga: Tak Hanya Melaui Gerak, Karakter Tari Bugis Kembar Diungkapkan melalui Musik Pengiringnya

Garapan ini mengungkapkan perjalanan hidup yang penuh dengan berbagai karakter dan perilaku ada yang senang, ada yang sedih, ada yang tidak baik-baik saja dan sifat-sifat itu akhirnya muncul kesadaran untuk membuka wawasan dan perjalanan yang lebih baik” 

Karya “Tari Srimpen Mungkah Lawang” adalah karya yang disajikan dan dipentaskan sebagai salah satu repertoar tari Jawa Timur Baru.

Karya ini berpijak pada suasana sakral manusia yang selalu ingat pada Sang Pencipta, maka dari itu dalam garapan ini mewujudkan suasana “Manembah”. 

Srimpen Mungkah Lawang memiliki pengertian bahwa hasil dari sebuah perjalanan hidup itu dimulai dari membuka suatu pintu dan dapat melihat serta mengamati seisi dunia.

Hal ini tidak  lepas dari sebuah permulaan untuk membuka pintu baik rezeki, ilmu, teman, dan sebagainya untuk lebih meningkat dan bekembang. 

Baca Juga: Mengenal Tari Bondan, Tari Tradisional yang Memiliki Makna Kasih Sayang Seorang Ibu

Menekankan pengertian tentang keberhasilan dan kegagalan sebenarnya adalah sebuah hasil, akan tetapi pses inilah yang harus disadari dan dimengerti. Keberadaan proses ini sangat penting dan dapat mendukung terjadinya sebuah hasil yang dicapai. (adhima aulia) 

 

 

 

Editor : Adi Pras
Sumber : Berbagai Sumber
adhima aulia Tari Srimpen Mungkah Lawang ISI Solo jawa timur