Tak Hanya Melaui Gerak, Karakter Tari Bugis Kembar Diungkapkan melalui Musik Pengiringnya

Adi Pras • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 14:51 WIB
Tari Bugis Kembar (DOK: Instagram @ammarabbiyu)
Tari Bugis Kembar (DOK: Instagram @ammarabbiyu)

SOLOBALAPAN.COM - Tari Bugis Kembar merupakan salah satu jenis tari gagah gaya Surakarta yang termasuk ke dalam genre tari wireng.

Tari Bugis Kembar menjadi salah satu bagian dari Tari Bugis gaya Surakarta bersama dengan dua ragam bentuk Tari Bugis lainnya, yakni Toh Joyo Bugis dan Handogo Bugis.

Ketiga bentuk Tari Bugis tersebut memiliki karakter dan bentuk penyajian yang berbeda, namun tetap memiliki ciri khas yang menggambarkan karakter keprajuritan.

Baca Juga: Di Balik Magisnya Kerbau Bule Keraton Solo: Dedikasi Srati Heri Merawat "Pusaka Hidup"

Tari Bugis Kembar berpijak pada Tari Handogo Bugis sebelum mengalami pemadatan yang dilakukan oleh S. Ngaliman.

Pemadatan tersebut menghasilkan bentuk Tari Bugis Kembar yang lebih ringkas dengan tetap mempertahankan karakter dan cerita yang terdapat pada Tari Handogo Bugis.

Tari Bugis Kembar menceritakan tentang prajurit Bugis yang sedang berlatih perang. Gambaran tersebut kemudian diwujudkan melalui gerak tari yang kuat, tegas, sigap, dan menggunakan tenaga yang cukup besar.

Baca Juga: Tiga Bentuk Tari Bondan yang Memiliki Suasana yang Berbeda Namun Tetap Satu Makna

Karakter yang dimunculkan dalam Tari Bugis Kembar diwujudkan melalui figur Bugis yang tidak lepas dari karakter Wayang gedog, yakni nggelece.

Karakter Bugis yang nggelece, sigap, dan pemberani tersebut juga tersurat dalam Serat Kridhawayangga yang menjelaskan mengenai patrap beksa mundhing mangundha.

Karakter tersebut menjadi salah satu dasar dalam membentuk sikap dan gerak penari ketika membawakan Tari Bugis Kembar.

Oleh karena itu, gerak yang digunakan tidak hanya memperlihatkan kekuatan seorang prajurit, tetapi juga menunjukkan karakter khas tokoh Bugis dalam tari gaya Surakarta.

Penggambaran karakter dalam Tari Bugis Kembar tidak hanya terlihat melalui gerak tubuh penari, tetapi juga dapat ditemukan melalui garap musik pengiringnya.

Baca Juga: Tanaman Hias untuk Kamar Sempit, Kenapa Banyak Orang Mulai Memilihnya?

Musik memiliki peranan penting dalam membangun suasana serta mendukung karakter yang ingin disampaikan dalam sebuah pertunjukan tari.

Hal tersebut dapat dilihat terutama pada bagian maju beksan dan mundur beksan yang menggunakan garap musik untuk membangun suasana gagah dan semangat keprajuritan.

Tari Bugis Kembar juga memunculkan nilai semangat melalui penggunaan keprak. Keprak menjadi salah satu unsur yang digunakan untuk membangun suasana dalam pertunjukan.

Bunyi keprak yang muncul mengikuti kebutuhan gerak dan suasana tari dapat memberikan penegasan terhadap gerakan penari.

Penggunaan keprak tersebut membuat suasana Tari Bugis Kembar menjadi lebih hidup, terutama ketika penari melakukan gerakan yang membutuhkan tenaga dan ketegasan.

Menurut Maryono dalam bukunya yang bertajuk "Pragmatik Genre Tari Pasihan Gaya Surakarta", musik sebagai bahasa verbal dalam pertunjukan tari menunjukkan adanya koherensi antara aspek-aspek kebahasaan yang terakumulasi menjadi satu kesatuan yang saling berkaitan.

Kesatuan tersebut kemudian mencerminkan makna yang dapat mengarahkan penghayat dalam memahami kandungan isi sebuah karya tari.

Berdasarkan pendapat tersebut, musik dalam Tari Bugis Kembar tidak hanya berfungsi sebagai pengiring gerak, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan suasana dan karakter yang ingin disampaikan melalui pertunjukan.

Baca Juga: Dayok Binatur, Makanan Tradisional Khas Suku Batak Simalungun Selalu Hadir di Berbagai Momen Membahagiakan

Tari Bugis Kembar menggunakan gendhing laras pelog yang menjadi salah satu ciri khas dalam pertunjukan Wayang Gedog.

Penggunaan laras pelog tersebut menjadi bagian yang mendukung karakter Tari Bugis Kembar karena memiliki keterkaitan dengan sumber karakter yang digunakan dalam tari.

Selain itu, penggunaan gendhing pada setiap bagian tari juga disesuaikan dengan kebutuhan suasana dan struktur penyajiannya.

Baca Juga: Lamalera Punya Tradisi Berburu Paus, tapi Ada Satu Jenis yang Tak Boleh Diburu

Setiap bagian dalam Tari Bugis Kembar memiliki ciri khas gendhing masing-masing. Penggunaan gendhing tersebut disesuaikan dengan struktur tari yang terdiri dari: 

  1. Pada Maju Beksan menggunakan Ada-ada Srambahan Laras Pelog Pathet Nem, Kandhang Bubrah Lancaran Laras Pelog Pathet Nem yang mengungkapkan nilai semangat juga ketegasan. 

  2. Pada bagian Beksan menggunakan gendhing Ketawang Puspanjala Laras Pelog Pathet Nem, pada bagian ini juga mengungkapkan nilai ketegasan juga keberanian.  

  3. Pada bagian Perang Tangkepan dan gaman menggunakan gendhing Kumuda Laras Pelog Pathet Nem, Sampak, Ayak-ayakan Laras Pelog Pathet Nem, pada bagian ini mengungkapkan nilai keberanian juga semangat juang yang tinggi.

  4. Pada bagian mundur Beksan menggunakan gendhing Sampak Laras Pelog Pathet Nem pada bagian ini mengungkapkan nilai kebersamaan. (adhima aulia)

Editor : Adi Pras
Sumber : Berbagai Sumber
adhima aulia wireng Tari Bugis Kembar musik