SOLOBALAPAN.COM-Tari Bromastra merupakan salah satu repertoar tari tradisional yang berkembang dalam tari gaya Surakarta. Tari ini termasuk dalam kelompok tari putra dengan karakter alus lanyap, yaitu karakter tari laki-laki yang menampilkan pembawaan halus, tetapi tetap memiliki kesan aktif, cekatan, dan bersemangat.
Dalam sejumlah materi pembelajaran tari gaya Surakarta, Bromastra disebut sebagai salah satu contoh tari putra alus lanyap bersama Gambiranom, Menak Koncar, dan Kiprah Dewakumara.
Baca Juga: Tari Srimpi Jayaningsih: Keindahan, Keanggunan, dan Keunikan Tari Putri Kisah Pengorbanan Banowati
Karakter Tari Bromastra
Karakter alus lanyap menjadi salah satu ciri penting dalam Tari Bromastra. Karakter ini berada di antara kesan lembut dan dinamis. Penari tidak hanya dituntut melakukan gerakan dengan halus, tetapi juga mampu menghadirkan sikap seorang tokoh laki-laki yang memiliki ketegasan dan energi.
Karakter tersebut dapat terlihat melalui sikap tubuh, kualitas gerak tangan dan kaki, arah pandangan, serta pengolahan ekspresi. Gerakan yang dilakukan secara terukur membuat penampilan Bromastra memiliki kesan elegan tanpa kehilangan karakter maskulin.
Baca Juga: Tiga Bentuk Tari Bondan yang Memiliki Suasana yang Berbeda Namun Tetap Satu Makna
Dalam pembelajaran tari gaya Surakarta, Bromastra juga ditempatkan sebagai contoh tari putra alus lanyap. Hal tersebut menunjukkan bahwa penguasaan karakter menjadi bagian penting dalam membawakan tari ini.
Gerak yang Halus tetapi Dinamis
Keindahan Tari Bromastra dapat diamati melalui perpaduan antara gerak yang halus, sikap tubuh yang terkendali, dan dinamika yang sesuai dengan karakter tokohnya. Setiap gerakan membutuhkan ketepatan dalam posisi tubuh, tangan, kaki, kepala, serta arah pandangan.
Kajian mengenai Tari Bromastra di lingkungan ISI Surakarta juga menunjukkan pentingnya pemahaman terhadap struktur tari, struktur karawitan tari, tafsir garap, serta rias dan busana. Keseluruhan unsur tersebut menjadi bagian dari proses membangun kualitas kepenarian.
Baca Juga: Ritual Cowongan, Tradisi Daerah yang Dikemas Dalam Sebuah Pertunjukan Seni tari
Busana dan Tata Rias
Busana dan tata rias juga menjadi unsur pendukung dalam membangun karakter Tari Bromastra. Penataan busana tidak sekadar berfungsi sebagai pelengkap visual, tetapi membantu mempertegas identitas penari sebagai tokoh putra dalam karakter alus lanyap.
Baca Juga: Mengenal Tari Gaya Surakarta: Keindahan Gerak, Karakter, dan Filosofi Tari Klana Topeng
Tata rias digunakan untuk memperjelas karakter wajah sehingga ekspresi penari dapat terlihat oleh penonton. Sementara itu, busana dan perlengkapan tari membantu menciptakan kesatuan antara gerak, karakter, dan penampilan visual. (Carrieolis Ratu Lathiifu).
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : Repository ISI Surakarta, solobalapan.com