SOLOBALAPAN.COM- Seni tradisional yang berkembang di masyarakat tidak jarang menjadi representasi dari nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut dapat terlihat melalui berbagai bentuk kesenian, mulai dari gerak tari, musik, hingga cerita yang disampaikan dalam sebuah pertunjukan.
Tidak hanya menjadi hiburan, seni tradisional juga menjadi media bagi masyarakat untuk menyampaikan pesan, ajaran, serta pandangan tentang kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Hal tersebut membuat setiap kesenian tradisional memiliki makna dan nilai yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Baca Juga: Romantic Echoes Berkarya Bersama Lirik-lirik Puitisnya
Sama seperti halnya tari yang menggambarkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, yaitu Tari Bondan atau yang lebih sering dikenal dengan Tari Bondan Payung. Tari ini berasal dari Surakarta, Jawa Tengah, dan termasuk ke dalam kelompok tari tradisional atau klasik Jawa.
Tari Bondan menggambarkan kehidupan seorang ibu dalam merawat, menjaga, dan memberikan kasih sayang kepada anaknya.
Baca Juga: Alat Musik Gandrang Tidak Hanya sebagai Simbol Tradisi, tapi Cerminan Maskulinitas serta Feminimitas
Tari Bondan Payung dikenal sejak masa Kerajaan dan dahulu berkaitan dengan kehidupan para perempuan di lingkungan masyarakat saat masa Kerajaan Mataram. Tari Bondan sendiri masih sering ditarikan oleh anak-anak di beberapa Sanggar atau komunitas Tari di Jawa Tengah.
Makna properti unik dari Tari Bondan Payung
Tari Bondan Payung menggambarkan kehidupan seorang perempuan dalam mengasuh dan melakukan pekerjaan rumah lainnya. Hal ini dapat dilihat dari properti yang penari Bondan gunakan.
Baca Juga: Kisah Srikandhi di Komik R.A.Kosasih yang Mengacu Kepada Kitab Mahabarata
Payung
Payung menjadi salah satu properti dalam Tari Bondan Payung, payung yang selalu membentang itu dimaknai dengan sebagai simbol seorang ibu yang siap melindungi anaknya.
Boneka Bayi
Properti selanjutnya adalah boneka bayi yang tentunya merepresentasikan sosok anak yang dirawat dengan penuh kasih sayang oleh Sang Ibu.Hal ini berkaitan erat dengan Tari Bondan yang mengisahkan tentang kasih sayang dan tanggung jawab seorang ibu.
Kendi
Properti ketiga dari Tari Bondan Payung adalah kendi, properti ini merupakan representasi dari “dapur”. Terdapat gerakan penari yang berdiri di atas kendi lalu melakukan gerak ingsetan dan berputar yang dimaknai dengan kehati-hatian serta ketelitian seorang ibu dalam menjaga anaknya.
Berputar ke arah mata angin yang dapat dimaknai dengan tanggung jawab besar yang dimiliki oleh seorang perempuan yang tidak hanya menjadi seorang ibu tapi juga menjadi seorang istri.
Baca Juga: Tahlilan dan Akulturasi Budaya, Perkembangan Tradisi Nusantara dalam Islam
Dari makna ketiga properti tersebut dapat diketahui jika makna dari Tari Bondan Payung merupakan tari klasik Jawa yang merepresentasikan kasih sayang dan kehidupan seorang perempuan yang memiliki tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga. (adhima aulia)
Editor : Kabun Triyatno