Kisah Srikandhi di Komik R.A.Kosasih yang Mengacu Kepada Kitab Mahabarata

Adi Pras • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi tokoh Srikandhi (gemini AI)
Ilustrasi tokoh Srikandhi (gemini AI)

SOLOBALAPAN.COM - Mahabarata adalah salah satu dari dua wiracarita besar India Kuno yang ditulis dalam bahasa Sansekerta. Mahabarata menceritakan kisah perang antara Pandawa dan kurawa untuk memperebutkan tahta Hastinapura. 

Sebagian besar naskah Mahabarata kemungkinan disusun pada abad ke-3 sebelum Masehi hingga abad ke-3 Masehi. ​

Mahabarata tidak hanya memiliki versi yang diceritakan dalam pewayangan Jawa, namun juga memiliki versi komik karya Bapak Komik Indonesia, R.A. Kosasih yang pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Melodie(Bandung) pada tahun 1955-1957 dengan total 40 jilid.

Baca Juga: Pembeda Tari Srimpi Sangupati Keraton Kasunanan Surakarta dengan Gubahan Agus Tasman.

Di tengah gempuran komik digital dan superhero modern, ingatan kolektif masyarakat Indonesia seakan ditarik kembali ke masa lalu saat aroma kertas koran muram dan goresan tinta hitam putih menjadi jendela pertama mengenal dunia pewayangan.

Jauh sebelum era multiverse mendunia, R.A. Kosasih telah lebih dulu merajut wiracarita agung Mahabarata ke dalam ruang-ruang baca nusantara.

Lewat goresan tangannya, epik perang Bharatayuda bukan lagi sekadar cerita leluhur yang kaku, melainkan sebuah mahakarya visual yang menghidupkan kembali nilai moral, intrik politik, dan drama kemanusiaan yang tak pernah lekang oleh zaman.

Baca Juga: Masih Ingat Ooglies? Ternyata Kartun Ini Punya Konsep yang Beda dari Kartun Anak pada Umumnya

RA Kosasih juga memberikan ruang yang besar untuk menceritakan tokoh-tokoh penting diluar dari penokohan Pandawa. 

Salah satu serinya menceritakan tentang Srikandi, yang dalam tokoh pewayangan Jawa dikenal sebagai tokoh Kesatria perempuan.

Namun dalam komik Mahabarata yang mengacu pada kisah Mahabarata versi India atau didalam Kitab Mahabarata Srikandi tidak dikisahkan sebagai istri Arjuna.

Berawal dari Ratu Gandawati, ibu dari Srikandi yang memiliki putra dan putri yang lahir dari asap dan bara api yakni Drupadi dan Drestajumena dalam sebuah ritual. Namun Ratu Gandawati tetap ingin memiliki keturunan yang lahir dari rahim nya sendiri.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Punya “Telur Ceplok”, Ternyata Warna Kuning dan Putih Ini Bukan Telur

Akhirnya, Prabu Drupada menceritakan keinginan istrinya itu kepada Resi Yadya dan Upayadya. Awalnya kedua Resi itu termenung sampai akhirnya mereka memberitahu bahwa Ratu Gandawati memiliki kesempatan untuk hamil normal tetapi harus menuaikan semedi serta puasa 40 hari berturut-turut. 

Ratu Gandawati pun melaksanakan apa yang dikatakan oleh Rei bersaudara itu, usahanya membuahkan hasil. Menjelah empat puluh hari, datanglah suatu bayangan bercahaya ialah Hyang Jagatnata.

Sang Dewa memberitahu Gandawati jika dia memang akan hamil, namun ketika dilahirkan ia akan menjadi perempuan.

Baca Juga: Di Balik Layar 'Dear My Crazy Soulmate', Na Moon-hee Terharu Kepekaan IU Abadikan Persahabatan Enam Dekade

Setelah dewasa ia akan menjadi seorang laki-laki sebagai seorang Kesatria yang gagah perkasa dan anaknya kelak setelah lahi harus diberi nama “Srikandhi”.

Dan benar saja, tidak lama Ratu Gandawati hamil layaknya seorang wanita pada umumnya, dan saat lahir bayinya berjenis kelamin perempuan. Namun Prabu Drupada mengumumkan kepada masyarakat jika Ratu mereka melahirkan seorang Putra. 

Srikandhi sejak kecil di didik layaknya seorang laki-laki, bahkan diluar istana ia berpakaian seperti laki-laki hanya saat ia di dalam istana saat malam hari ia bepakaian layaknya seorang perempuan. 

Saat Srikandhi menginjak dewasa ia sudah memiliki kepiawaian untuk berburu, Srikandhi yang masih menjadi perempuan ini berburu ke sebuah hutan.

Baca Juga: Usai 'Spooky in Love', Rekam Jejak Park Eun-bin Buktikan Ketangguhan Spektrum Akting Lintas Genre

Di hutan ini Srikandhi melihat seorang putri yang diculik oleh raksasa, Srikandhi akhirnya menolong Sang Putri bahkan Srikandhi mengantar tuan Putri itu ke negari salnya.

Putri Hiranyawati jatuh hati kepada Srikandhi, kesedihan menyelimuti Putri Hiranyawati saat Srikandhi pergi setelah mengantarnya pulang dengan selamat.

Ayah Putri Hiranyawati mengetahui kesedihan putrinya, akhirnya mengunjungi Prabu Drupada dan meminta Srikandi untuk menikahi putrinya. Kebingungan melanda Prabu Drupada, Sang Prabu akhirnya bertanya kepada Srikandhi yang ternyata juga jatuh hati kepada Putri Hiranyawati. 

Karena hal itu, Srikandhi melakuakan semedi sampai ia mendapatkan wangsit dari Batara Indra yang memberi tau agar Srikandhi menuju ke hutan ke arah timur, sampainya Srikandhi di hutan ia bertemu seorang rakasasa bernama Stuna.

Baca Juga: Tari Pakarena: Gerak yang Menjadi Simbol Kelembutan dengan Iringan Bergemuruh yang Melambangkan Keteguhan.

Srikandhi menawarkan untuk bertukar jenis kelamin dengan Srikandhi selama satu bulan. Stuna menyetujui tawaran dari Srikandhhi.Dan ajaibnya mereka bena-benar bertukar jenis kelamin. 

Setelah menjadi seorang laki-laki, Srikandhi menikahi Putri Hiranyawati, setelah satu bulan Srikandhi kembali ke hutan untuk menepati janjinya.

Akan tetapi Stuna melakukan sebuah kesalahan yang membuat ia dikutuk oleh Raja Raksasa agar Stuna selamanya menjadi perempuan. Pada akhirnya Srikandhi tetap menjadi laki-laki dan Stuna menjadi perempuan. (adhima aulia)

Editor : Adi Pras
Sumber : Berbagai Sumber
Srikandi adhima aulia Mahabarata india kuno komik