Alat Musik Gandrang Tidak Hanya sebagai Simbol Tradisi, tapi Cerminan Maskulinitas serta Feminimitas

Adi Pras • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 19:30 WIB
Ilustrasi Alat Musik Gandrang (gpt AI)
Ilustrasi Alat Musik Gandrang (gpt AI)

SOLOBALAPAN.COM - Keberagaman Sulawesi Selatan yang menjadi ciri khas serta identitas tidak hanya dapat dilihat dari tarian empat etnisnya tapi juga dapat dilihat dari alat musiknya.

Suara tabuhan yang ritmis dan kuat menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari berbagai kesenian tradisional Sulawesi Selatan serta tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial masyarakat bahkan menjadi simbol budaya dari karateristik fisik alat musik tersebut. 

Alat musik “Gandrang” menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Sulawesi Selatan yang memiliki bentuk yang sederhana namun penuh akan makna dalam traidi masyarakat Sulawesi Selatan. 

Baca Juga: Gatotkaca Tampil Beda, Dalang Cilik Kitama Gabungkan 4 Seni di Panggung Jakarta

Fungsi alat musik Gandrang yang tidak hanya sebagai bagian dari upacara adat. 

Gandrang memiliki fungsi penting yang terus bertahan hingga kini, Gandrang menjadi penanda dimulainya sebuah prosesi dalam sebuah upacara adat.

Seperti pernikahan, lamaran, pesta adat, dan upacara keagamaan lokal. Suara Gandrang dipahami oleh masyarakat Sulawesi Selatan sebagai simbol untuk berkumpul, memperkuat perannya sebagai alat pemersatu komunitas. 

Gandrang mengandung sistem komunikasi musikal berupa isyarat yang digunakan pemain untuk menandai pergantian ritme atau mengakhiri permainan.

Baca Juga: Di Balik Layar 'Dear My Crazy Soulmate', Na Moon-hee Terharu Kepekaan IU Abadikan Persahabatan Enam Dekade

Isyarat ini tidak diucapkan secara lisan namun dipahami melalui perubahan pola tabuhan, sehingga menunjukan adanya komunikasi kolektif yang sangat kuat dalam budaya Makassar.  

Tidak hanya fungsi sosial, Gandrang juga berperan sebagai sumber ekonomi. Mulai dari pengrajin Gandrang yang bisa menyewakan Gandrangnya ataupun menjual Gandrangnya. 

Pemain Gandrang pun dapat menghasilkan pendapatan dari pertunjukan, baik dalam acara adat maupun kegiatan budaya modern. 

Tidak hanya itu, Gandrang dapat dilihat dari sisi spritualitas, alat musik ini menjadi sala satu elemen penting yang menjaga kesakralan upacara adat.

Baca Juga: Usai 'Spooky in Love', Rekam Jejak Park Eun-bin Buktikan Ketangguhan Spektrum Akting Lintas Genre

Suasana sakral yang hadir ketika Gandrang dimainkan menjadi bagian dari pengalaman spiritual masyarakat. Hal ini dipercaya Gandrang memiliki hubungan erat dengan mitos turun temurun, serta keterkaitannya dengan figur Kerajaan Gowa. 

Kehadiran Gandrang memiliki beberapa siklus kehidupan seperti pernikahan, kelahiran, hingga kematian memperlihatkan bahwa Gandrang berfungsi sebagai alat penghubung antara manusia, leluhur, dan nilai-nilai keagamaan atau kepercayaan lokal. 

Gandrang sebagai simbol maskulinitas serta fiminimitas 

Gandrang sendiri memiliki bentuk silindris dengan dau permukaan kulit menghasilkan dua karakter bunyi yang berbeda. Bunyi rendah dari sisi yang lebih besar sedangkan bunyi yang tinggi dihasilkan oleh sisi yang lebih kecil.

Baca Juga: Tari Pakarena: Gerak yang Menjadi Simbol Kelembutan dengan Iringan Bergemuruh yang Melambangkan Keteguhan.

Hal ini digunakan sebagai simbol keseimbangan antara kekuatan dan keluwesan, stabilitas, dan dinamika. Tidak hanya itu Gandrang juga medi simbol atas maskulinitas dan feminimitas, yang tercermin pada Gandrang yang selalu dimainkan oleh dua gendang.

Yaitu gendang dasar dengan gendang pariasi yang diibaratkan sebagai pasangan laki-laki dan perempuan yang harus bekerja selaras agar menghasilkan harmoni. (Adhima Aulia)

 

Editor : Adi Pras
Sumber : Berbagai Sumber
adhima aulia alat musik tradisional Gandrang sulawesi selatan