SOLOBALAPAN.COM - Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki keberagaman suku dan budaya. Provinsi ini dikenal memiliki empat suku yang telah lama mendiami wilayah Sulawesi Selatan, yaitu suku Bugis, suku Makassar, suku Toraja, dan suku Mandar.
Keberadaan keempat suku tersebut turut membentuk keragaman budaya yang ada di Sulawesi Selatan. Setiap suku memiliki tradisi dan kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun sehingga menghasilkan berbagai bentuk kesenian yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah.
Baca Juga: Persaingan Industri Layar Kaca Korea Selatan, Ini 4 Drakor Oktober 2026 Paling Dinanti
Tari Pakarena adalah salah satu tari tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan yang selalu dihubungkan dengan makhluk dari khayangan.
Ciri-cirinya yakni terdiri dari penari putri, menggunakan properti kipas dan selendang. Kemudian gerakan tangan yang lambat, langkah yang tenang, serta diringi musik yang bergemuruh.
Tari Pakarena dikenal sebagai simbol kesantunan, ketundukan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai sosial dan spiritual, khususnya dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan.
Baca Juga: Mirip Sepak Bola tapi Dimainkan di Meja, Ternyata Olahraga Ini Sudah Masuk Asian Games 2026
Mencerminkan filosofi hidup masyarakat Bugis-Makassar seperti lempu’ (kejujuran), amacang (kecerdasan), dan siri’ (harga diri) melalui geraknya yang lembut, ritmis, dan tertata.
Walaupun memiliki gerak yang lembut Tari Pakarena ini diiringi dengan musik yang bergemuruh, dalam pertunjukannya pemusik cenderung aktif yang menghasilkan musik yang keras, tegas dan bergemuruh.
Namun penari tetap tenang dengan gerak yang lembut dan lambat yang mengalun seolah-olah tidak terpengaruh oleh pemusik.
Hal inilah yang menjadi ciri khas dari tari dan musik tradisional Sulawesi Selatan yang kontras tapi tetap menciptakan sebuah keharmonian, yang menjadi sebuah manifestasi dari sifat, karakter atau kepribadian wanita Makassar yang begitu keras dan kokoh, tidak goyah diterpa berbagai masalah kehidupan keluarga dan kemasyarakatan yang begitu dahsyat. (Adhima Aulia)
Editor : Adi PrasSumber : Berbagai Sumber