SOLOBALAPAN.COM-Di tengah perkembangan hiburan digital yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak, muncul sosok muda yang memilih untuk menekuni kesenian tradisional. Ia adalah Kitama Arturo Kurniadi, dalang cilik asal Jakarta yang sejak usia belia telah menunjukkan ketertarikan terhadap dunia pewayangan.
Kitama dikenal sebagai anak yang aktif mempelajari seni pedalangan dan telah tampil dalam berbagai panggung. Awal mula ia mulai menekuni dunia wayang dimulai ketika ia masih berusia sekitar enam tahun. Saat berkunjung ke Malang, seorang teman memperkenalkannya pada wayang kulit dan memberinya wayang beserta perlengkapan dalang. Pengalaman tersebut kemudian menumbuhkan ketertarikannya untuk mempelajari pewayangan lebih jauh.
Baca Juga: Mengenal Dusun Pinal, Kampung Cantik di Tepian Danau Toba yang Belum Banyak Diketahui
Berawal dari Ketertarikan pada Wayang
Sebelum menekuni dunia pedalangan, Kitama ternyata memiliki ketertarikan terhadap kesenian lain. Ia pernah bercita-cita menjadi atlet barongsai. Namun, setelah mengenal wayang, ketertarikannya kemudian beralih dan ia memilih untuk memperdalam seni pedalangan.
Selain dari teman, kecintaan Kitama terhadap dunia pewayangan juga mendapatkan pengaruh dari lingkungan keluarganya. Sang kakek, Seto Mulyadi atau yang dikenal sebagai Kak Seto, turut mengenalkan berbagai cerita kepahlawanan dan wayang orang kepadanya. Bahkan, dalam keluarga besarnya terdapat anggota keluarga yang pernah tampil dalam pertunjukan wayang orang sebagai tokoh Kresna.
Baca Juga: Noken Papua, Tas Anyaman dari Serat Alam yang Punya Nilai Budaya dan Ekonomi
Pengalaman tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat minat Kitama terhadap seni pewayangan. Ia kemudian mulai belajar secara lebih serius dan mengembangkan kemampuannya sebagai dalang.
Belajar Mendalang dari Berbagai Sumber
Untuk mengembangkan keterampilannya, Kitama tidak hanya belajar melalui latihan secara langsung. Ia juga memanfaatkan berbagai sumber pembelajaran, termasuk video pertunjukan dan platform digital.
Baca Juga: 'Dracula' Jennie Memecahkan Rekor Ketahanan K-Pop Billboard Hot 100 di Top 10
Dalam proses belajarnya, ia mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan pedalangan, mulai dari teknik memainkan wayang, karakter tokoh, gerakan, hingga cara menyampaikan cerita. Ia juga menonton pertunjukan wayang secara langsung maupun melalui rekaman sebagai bahan referensi latihan.
Latihan tersebut dilakukan secara rutin dan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Pemberitaan mengenai Kitama menyebutkan bahwa durasi latihannya dapat mencapai sekitar empat hingga lima jam dalam satu sesi. Ia juga berlatih beberapa kali dalam seminggu untuk mengembangkan kemampuannya.
Menghidupkan Karakter Wayang
Menjadi seorang dalang tidak hanya membutuhkan kemampuan menggerakkan wayang. Dalang juga harus mampu menghidupkan berbagai karakter melalui suara, dialog, gerak, dan penghayatan.
Kitama mulai menunjukkan kemampuan tersebut melalui penampilannya. Ia tidak hanya memainkan wayang kulit, tetapi juga berusaha membawakan suara yang berbeda untuk setiap tokoh. Kemampuan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam membangun suasana cerita pewayangan.
Salah satu tokoh yang disebut menjadi favorit Kitama adalah Gatotkaca. Tokoh tersebut juga menjadi bagian dari karya pertunjukan yang pernah ia bawakan.(Carrieolis Ratu Lathiifu).
Editor : Kabun Triyatno