Karakter Gayatri Raja Padmi dalam Tari Bedhaya Kidung Gayatri

tim solobalapan • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 13:18 WIB
Tari Bedhaya Kidung Gayatri (YouTube: @UPTAUDIOVISUALISI-SKA)
Tari Bedhaya Kidung Gayatri.

SOLOBALAPAN.COM- Tari Bedhaya adalah tarian klasik Jawa yang berkembang dilingkungan Keraton Surakarta. Tari ini biasanya ditarikan oleh sembilan penari wanita yang masing-masing menggambarkan nilai-nilai spiritual dan kekuatan simbolis. Pada masa Kerajaan, Tari Bedhaya diciptakan berdasarkan pada inspirasi Raa terhadap peristiwa-peristiwa tertentu. 

Kata Bedhaya sendiri di lingkungan istana memiliki arti penari wanita atau dengan kata lain bahwa para penari wanita di lingkungan istana disebut sebagai “abdi dalem bedhaya”. Menurut masyarakat Tari Bedhaya adalah tarian yang sakral karena dipertunjukan pada acara-acara tertentu bahkan ada bedhaya yang hanya boleh disaksikan oleh Raja. 

Baca Juga: Sering Pakai Obat Kumur Setelah Sikat Gigi? Waspadai Efek Buruknya bagi Gigi dan Gusi

Dalam perkembangannya bedhaya tidak terlalu keluar dari pakem, hanya terdapat bedhaya yang sekarang ditarikan oleh 11 penari yaitu Tari Bedhaya Kidung Gayatri.

Menampilkan gerak baru yang memadukan gerak-gerak dari gaya Jogjakarta dan Bali. 

Tari Bedhaya Kidung Gayatri merupakan tari garapan baru dengan menggunakan pendekatan gara Tari Bedhaya dengan gerakan-gerakan baru yang dipadukan dengan gaya Yogyakarta dan Bali. Tari Bedhaya Kidung Gayatri terinspirasi dari tokoh putri di balik kejayaan kejayaan kerajaan Majapahit yang terdapat dalam karya sastra Negara Kertagama, yaitu putri Gayatri Raja Padmi. 

Baca Juga: Musim Kemarau Makin Panas dan Kering, Ini Tips Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Gayatri merupakan sosok wanita yang memiliki sikap dan kepribadian sebagai putri yang cantik jelita, pemberani, tegas, cerdas, dan penuh kasih. 

Gayatri sebagai putri keturunan Raja Kertanegara merupakan isteri Raden WIjaya, raja pertama kerajaan Majapahit. Tari Bedhaya Kidung Gayatri mengibaratkan pancaran kecantikan Gayatri yang selalu diwarnai ketenangan, keteduhan, kesejukan dan menyiratkan kecerdasan sebagai wanita pemimpin negara. 

Baca Juga: 10 Tren di ChatGPT yang Lagi Ramai, Ada 654321 hingga Edit Foto Gaya 80-an

Tiga kekuatan yang mencerminkan sikap dan karakter Gayatri Raja Padmi. 

Putri Gayatri memiliki sikap dan karakter sebagai cerminan tiga kekuatan, yaitu penguasa indera, penguasa prana, dan penguasa bicara. Ketiga kemampuan sebagai satu kesatuan prinsip yang mengalir pada kemurnian pikiran, perkataan dan juga perbuatan. 

Karya Tari Bedhaya Kidung Gayatri secara struktur disusun dalam bagian-bagian yang mencerminkan sebuah karya yang menggunakan pendekatan garap koreografi Tari Bedhaya. 

Bagian pertama adalah maju beksan, bagian kedua, beksan merong, dilanjutkan beksan inggah, beksan ngelik, dan diakhiri beksan ladrangan sebagai mundur beksan. Karya Tari Bedhaya Kidung Gayatri ini didukung dengan garap musik tradisi yang bersumber pada musik gamelan Jawa Surakarta dan pengembangannya. (Adhima Aulia)

Editor : Kabun Triyatno
adhima aulia Tari Bedhaya Kidung Gayatri karakter tari ISI Solo