Omprok Seblang, Mahkota Sakral dari Desa Olehsari Banyuwangi

tim solobalapan • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB
Penari Seblang (YouTube: @igabrianandai)
Penari Seblang.

SOLOBALAPAN.COM- Banyuwangi merupakan daerah di Jawa Timur yang memiliki julukan kota dengan berbagai budaya dan adat istiadat suku yang meliputi suku Jawa, Bali, Osing, dan Madura, bahkan pernah menjadi perlintasan antara keberagaman budaya atau multikultur. Kesenian tradisi yang terdapat di Kabupaten Banyuwangi antara lain Seblang Olehsari, ritual adat Kebo-Keboan, Barong Ider Bumi, Tumpeng sewu dan beberapa tradisi yang berkembang seperti Tari Gandrung, Kuntulan, Janger, Jaranan Buto, dan masih banyak lagi.

Salah satu tradisi yang masih dilaksanakan sampai sekarang adalah Seblang Olehsari. Seblang sendiri adalah gabungan dari kata “Sebele Ilang” yang dalam bahasa Indonesia berarti sial hilang. Ritual ini merupakan sebuah tradisi bersih desa oleh masyarakat Osing di Kabupaten Banyuwangi yang dilaksanakan setiap tahun saat bulan Syawal selama tujuh hari penuh, ritual ini dianggap sakral sebagai ritual kesuburan dan tolak bala. 

Baca Juga: 7 Motif Batik Indonesia: Keindahan Motif dan Kekayaan Makna

Untuk menjadi penari Seblang tidak boleh sembarangan, penari Seblang adalah seorang gadis yang berumur 10 tahun hingga remaja yang memiliki garis keturunan penari Seblang. Masyarakat Desa Olehsari memiliki kepercayaan bahwa mereka hidup secara berdampingan dengan roh leluhur yang berkuasa dan melindungi desa. Penyajian ritual ini diiringi tembang selama tujuh hari dan penari mengalami kejiman (kerasukan roh leluhur) serta diiringi Gending Lukitno yang dipercaya sebagai pemanggil arwah leluhur. 

Tidak hanya tata rias dan busana, penari Seblang juga mengenakan aksesoris yang menjadi salah satu ciri khas dari Seblang Olehsari ini. Penari Seblang mengenakan hiasan kepala yang disebut dengan omprok. Omprok terbuat dari bambu yang dianyam dibentuk sesuai ukuran kepala penari Seblang, beberapa lembar daun pisang muda yang disebut pupus yang dipotong berukuran kecil berbentuk zig-zag yang dipasangkan pada kerangka omprok yang disusun rapi agar pupus dapat menutupi kerangka omprok.

Baca Juga: Mengenal Tari Sraddhaloka, Saat Tradisi Mataraman Menjadi Karya Baru

Dihiasi oleh aneka bunga yang terdapat di lingkungan wilayah Desa Olehsari seperti bunga sepatu, bunga kenanga, bunga kamboja, bunga mawar, dan bunga melati. Janur atau daun kelapa muda yang dibentuk dan disusun agar omprok terlihat indah. Penari Seblang juga mengenakan satu krincing pada salah satu kakinya.

Tata rias dan busana yang tidak hanya menjadi unsur pendukung tetapi juga menjadi identitas serta ciri khas Seblang Olehsari. Tata rias dan busana adalah unsur pendukung dalam pertunjukan, tata rias bertujuan untuk membuat tampilan penari cantik, terlihat bersih, dan menarik. Tata rias yang digunakan penari Seblang ini adalah tata rias korektif.

Baca Juga: My Bias, My Boss: Belajar Mengikuti Kata Hati untuk Berkata Tidak

Menurut kepercayaan masyarakat Olehsari pada waktu pertunjukan Seblang tidak hanya disaksikan oleh manusia namun juga oleh makhluk gaib. Jika penari menyuguhkan penampilan yang menarik maka lebih banyak makhluk gaib yang hadir. Tata rias Seblang Olehsari ini menggunakan bedak yang disesuaikan dengan kulit, pada riasan bagian mata tidak menggunakan perona mata tapi menggunakan eyeliner hitam pada bagian bawah mata.

Bentuk alis juga disesuaikan dengan alis yang sudah ada, tidak menggunakan perona pipi, menggunakan perona bibir atau lipstick berwarna merah serta terdapat citak warna hitam membulat diantara pangkal alis. Sedangkan untuk penataan rambut penari Seblang adalah di cepol pada bagian belakang kepala. Makna tata rias pada Seblang Olehsari yang sederhana yaitu menggambarkan kesederhanaan, sebagaimana latar belakang kehidupan masyarakat Desa Olehsari. 

Penari Seblang (YouTube: @igabrianandai)
Penari Seblang.

Sedangkan busana yang dikenakan penari Seblang yaitu pada bagian atas penari Seblang mengenakan angkin/kemben, bagian bawah mengenakan kain sewek kemudian dipasangkan ikat pinggang, lalu dihiasi dengan sampur serta memakai kaos kaki panjang berwarna putih untuk melindungi kaki. 

Aksesoris kepala Penari Seblang/Omprok (YouTube @igabrianandai)
Aksesoris kepala Penari Seblang/Omprok.

Tidak hanya tata rias dan busana, penari Seblang juga mengenakan aksesoris yang menjadi salah satu ciri khas dari Seblang Olehsari ini. Penari Seblang mengenakan hiasan kepala yang disebut dengan omprok. Omprok terbuat dari bambu yang dianyam dibentuk sesuai ukuran kepala penari Seblang, beberapa lembar daun pisang muda yang disebut pupus yang dipotong berukuran kecil berbentuk zig-zag yang dipasangkan pada kerangka omprok yang disusun rapi agar pupus dapat menutupi kerangka omprok.

Dihiasi oleh aneka bunga yang terdapat di lingkungan wilayah Desa Olehsari seperti bunga sepatu, bunga kenanga, bunga kamboja, bunga mawar, dan bunga melati. Janur atau daun kelapa muda yang dibentuk dan disusun agar omprok terlihat indah. Penari Seblang juga mengenakan satu krincing pada salah satu kakinya.  (Adhima Aulia)

 

 

 

 



Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
adhima aulia seblang olehsari Adat osing banyuwangi