SOLOBALAPAN.COM – Tanggal 26 Juli menyimpan beragam catatan penting dalam sejarah dunia.
Sejumlah negara meraih kemerdekaannya pada tanggal ini, sementara berbagai peristiwa bersejarah turut mengubah arah politik, budaya, hingga ilmu pengetahuan.
Di Indonesia, 26 Juli diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Akademi Angkatan Udara (AAU).
Sementara di belahan dunia lain, tanggal ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove.
1. Pertempuran Shiffin Pecah (657)
Perang antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan mencapai puncaknya dalam Pertempuran Shiffin yang berlangsung pada 26 Juli 657.
Pertempuran ini menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam karena memicu perpecahan politik yang berdampak panjang terhadap perkembangan dunia Islam.
2. Raja Pertama Portugal Dinobatkan
Pada 26 Juli 1139, Afonso I dinobatkan sebagai raja pertama Portugal setelah meraih kemenangan dalam Pertempuran Ourique.
Peristiwa ini menjadi tonggak lahirnya Kerajaan Portugal yang kemudian berkembang menjadi salah satu kekuatan maritim terbesar di dunia.
3. Liberia Merdeka
Liberia resmi menyatakan kemerdekaannya pada 26 Juli 1847 dan menjadi republik tertua di Afrika.
Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Liberia dengan berbagai upacara dan kegiatan kenegaraan.
4. Bahasa Esperanto Diperkenalkan
Ludwik Lejzer Zamenhof menerbitkan Unua Libro pada 26 Juli 1887 yang memperkenalkan bahasa Esperanto kepada dunia.
Esperanto dirancang sebagai bahasa internasional yang mudah dipelajari dengan tujuan mempermudah komunikasi lintas negara.
5. Revolusi Kuba Dimulai
Pada 26 Juli 1953, Fidel Castro memimpin penyerbuan ke Barak Moncada yang berakhir gagal.
Meski demikian, peristiwa tersebut justru menjadi titik awal Revolusi Kuba yang kemudian berhasil menggulingkan pemerintahan Fulgencio Batista pada 1959.
6. KNIL Resmi Dibubarkan
Setelah markas besarnya diserahkan kepada Tentara Nasional Indonesia sehari sebelumnya, KNIL resmi dibubarkan pada 26 Juli 1950.
Pembubaran ini menjadi penanda berakhirnya tentara kolonial Hindia Belanda sekaligus memperkuat posisi TNI sebagai angkatan bersenjata nasional.
7. Maladewa Merdeka
Maladewa memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 26 Juli 1965 setelah berada di bawah status protektorat selama puluhan tahun.
Hari tersebut kini diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Maladewa melalui berbagai kegiatan kenegaraan.
Baca Juga: Tak Hanya Jumat Kliwon, Ini 8 Hari Yang Dianggap Istimewa Di Berbagai Belahan Dunia
8. Hari Konservasi Mangrove Sedunia
Setiap 26 Juli, dunia memperingati International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem atau Hari Internasional untuk Konservasi Ekosistem Mangrove.
Peringatan yang ditetapkan UNESCO ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya hutan mangrove dalam melindungi pesisir, menyerap karbon, serta menjadi habitat berbagai spesies.
Bagi Indonesia yang memiliki kawasan mangrove terluas di dunia, momentum ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
9. HUT Akademi Angkatan Udara
Tanggal 26 Juli juga diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Akademi Angkatan Udara (AAU) di Indonesia.
AAU menjadi lembaga pendidikan yang mencetak calon perwira TNI Angkatan Udara dan telah melahirkan banyak pemimpin militer sejak berdiri pada 1945.
10. Chairil Anwar dan Pak Kasur Lahir
Tanggal 26 Juli menjadi hari kelahiran sejumlah tokoh Indonesia, di antaranya Chairil Anwar, penyair pelopor Angkatan '45 yang dikenal melalui karya seperti Aku dan Karawang-Bekasi.
Selain itu, 26 Juli juga merupakan hari lahir Pak Kasur, tokoh pendidikan anak yang dikenal melalui berbagai lagu dan acara edukatif untuk anak-anak Indonesia.
11. Mengenang Eva Perón dan Joey Jordison
Tanggal ini juga menjadi hari wafat Eva Perón, mantan Ibu Negara Argentina yang dikenal karena perjuangannya membela kaum pekerja dan perempuan.
Di dunia musik, 26 Juli dikenang sebagai hari wafat Joey Jordison, mantan drummer band Slipknot yang berpengaruh besar dalam perkembangan musik metal modern. (rastri rafiarum/fer)
Editor : Ferry Ardi Susanto