Tak Hanya Jumat Kliwon, Ini 8 Hari Yang Dianggap Istimewa Di Berbagai Belahan Dunia

Rastri Rafiarum • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 20:30 WIB
Ilustrasi seseorang memilih hari. (AI generated)
Ilustrasi seseorang memilih hari. (AI generated)

SOLOBALAPAN.COM - Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa ada orang yang enggan menikah di hari tertentu, menunda pindah rumah, atau justru sengaja memilih tanggal tertentu untuk memulai usaha?

Ternyata, kebiasaan semacam ini tidak hanya ditemukan di Indonesia.

Berbagai negara di dunia juga memiliki hari-hari yang dipercaya membawa keberuntungan maupun kesialan, berdasarkan tradisi dan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga: Prabowo Pasang Tarif Lepas WNI Rp 5 Juta, Ini 10 Negara Teratas Tujuan Migrasi

1. Jumat Kliwon – Indonesia

Di masyarakat Jawa, Jumat Kliwon merupakan perpaduan antara hari Jumat dan pasaran Kliwon dalam penanggalan Jawa.

Hari ini kerap dikaitkan dengan aktivitas spiritual, ziarah, hingga berbagai ritual adat. 

Beragam cerita rakyat dan budaya populer juga membuat Jumat Kliwon identik dengan nuansa mistis, meski pada dasarnya maknanya dapat berbeda-beda tergantung tradisi dan daerah.

Baca Juga: On This Day: 8 Peristiwa Bersejarah Pada 23 Juli, Ada Hari Anak Nasional Hingga Megawati Jadi Presiden

2. Selasa Kliwon – Indonesia

Selasa Kliwon juga memiliki tempat tersendiri dalam tradisi Jawa. Beberapa komunitas memanfaatkannya untuk menggelar ritual adat atau tirakat.

Dalam perhitungan weton, kombinasi hari dan pasaran dipercaya memiliki makna tertentu, sehingga masih dijadikan pertimbangan oleh sebagian masyarakat untuk menentukan waktu kegiatan penting.

3. Friday the 13th – Negara Barat

Di banyak negara Barat, Jumat tanggal 13 dikenal sebagai hari yang membawa kesialan. Kepercayaan ini berkembang dari berbagai kisah sejarah, legenda, hingga budaya populer.

Bahkan, sejumlah gedung dan hotel di beberapa negara melewati nomor lantai 13 karena dianggap kurang membawa keberuntungan. Ketakutan terhadap Friday the 13th bahkan memiliki istilah khusus, yaitu paraskevidekatriaphobia. 

Baca Juga: Bangsal Maligi Masjid Al Wustho, Tempat Khitan Anak-Anak Bangsawan Dan Abdi Dalem Era Mangkunegara VII

4. Martes 13 – Spanyol dan Amerika Latin

Jika banyak negara Barat mengaitkan kesialan dengan Friday the 13th, masyarakat Spanyol dan beberapa negara Amerika Latin justru mempercayai Selasa tanggal 13 atau Martes 13 sebagai hari yang kurang baik.

Ada pepatah yang berbunyi, "En martes, ni te cases ni te embarques," yang berarti "Pada hari Selasa, jangan menikah ataupun berlayar."

5. Muhurat – India

Dalam tradisi Hindu, memilih hari baik atau muhurat masih menjadi kebiasaan yang dijaga banyak keluarga.

Penentuan waktunya dilakukan berdasarkan perhitungan astrologi Hindu dan biasanya digunakan untuk memilih tanggal pernikahan, memulai usaha, membeli rumah, hingga menggelar upacara keagamaan. Hari yang dipilih dipercaya dapat membawa kelancaran dan keberuntungan.

6. Rokuyō – Jepang

Jepang memiliki sistem kalender tradisional yang disebut rokuyō, yaitu enam kategori hari yang dipercaya memiliki tingkat keberuntungan berbeda.

Keenamnya meliputi Senshō (baik pada pagi hari), Tomobiki (baik untuk banyak kegiatan, tetapi dihindari untuk pemakaman), Senbu (kurang baik pagi, lebih baik sore), Butsumetsu (hari paling tidak beruntung), Taian (hari paling beruntung), dan Shakkō (kurang baik, kecuali sekitar tengah hari).

Hingga kini, sebagian masyarakat masih mempertimbangkannya saat menentukan tanggal pernikahan atau acara penting.

7. Hari dengan Warna Keberuntungan – Thailand

Dalam tradisi Thailand, setiap hari memiliki warna keberuntungan yang masih dipercaya sebagian masyarakat.

Senin berwarna kuning, Selasa merah muda, Rabu hijau, Kamis oranye, Jumat biru, Sabtu ungu, dan Minggu merah. Tak sedikit orang mengenakan pakaian sesuai warna hari tersebut sebagai simbol keberuntungan, terutama pada acara tertentu.

Baca Juga: Unik! Tersembunyi di Area Parkir Pasar Burung Depok Solo, Ada Petilasan Ki Ageng Pemanahan yang Sarat Sejarah

8. Tahun Baru Imlek – Tiongkok

Dalam tradisi Tionghoa, hari pertama Tahun Baru Imlek dipercaya membawa pengaruh terhadap keberuntungan sepanjang tahun.

Karena itu, terdapat berbagai pantangan dan anjuran, seperti menghindari pertengkaran, tidak menyapu rumah agar rezeki tidak ikut "tersapu", hingga mengenakan pakaian berwarna merah yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan.

Terlepas dari benar atau tidaknya berbagai kepercayaan tersebut, keberadaan hari-hari istimewa ini menunjukkan bahwa manusia selalu berusaha memberi makna pada waktu.

Bagi sebagian orang, tradisi tersebut menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan, sementara bagi yang lain, ia merupakan warisan budaya yang menarik untuk terus dikenal dan dilestarikan. (rastri rafiarum/fer)

Editor : Ferry Ardi Susanto
hari istimewa dunia Mancanegara jumat kliwon