Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bukan Klenik! Djampi Jawi Solo Kemas Primbon dan Jamu Jadi Tren Refleksi Seru ala Anak Muda

tim solobalapan • Senin, 22 Juni 2026 | 23:00 WIB
Djampi Jawi menghadirkan pengalaman budaya interaktif melalui jamu, primbon, dan berbagai program edukasi agar budaya Jawa tetap relevan bagi generasi muda. (Luthfiana Sekar)
Djampi Jawi menghadirkan pengalaman budaya interaktif melalui jamu, primbon, dan berbagai program edukasi agar budaya Jawa tetap relevan bagi generasi muda. (Luthfiana Sekar)

SOLOBALAPAN, BUDAYA — Budaya kerap kali dipahami secara kaku sebagai warisan masa lalu yang hanya perlu dijaga agar tidak punah.

Namun, di tengah gempuran arus modernisasi dan gaya hidup serba digital, merawat tradisi tidak lagi cukup jika hanya menyimpannya sebagai peninggalan sejarah yang berdebu.

Budaya harus tetap hidup, dipraktikkan, dan diwariskan secara dinamis agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Semangat inovasi itulah yang diusung oleh Djampi Jawi, sebuah ruang budaya kreatif di Kota Solo yang sukses mengangkat kembali marwah budaya Jawa—khususnya jamu dan primbon—melalui pendekatan modern yang karib dengan generasi muda.

Evolusi Djampi Jawi: Dari Jamu Online hingga Ruang Edukasi Interaktif

Perjalanan Djampi Jawi bermula dari sebuah usaha jamu berbasis daring (online) yang dirintis pada masa sulit pandemi Covid-19.

Seiring berjalannya waktu, ruang kreatif ini berevolusi secara masif menjadi tempat yang tidak hanya menawarkan produk herbal siap minum, melainkan juga menyajikan pengalaman kebudayaan (cultural experience) yang interaktif.

Di sini, pengunjung tidak sekadar datang untuk menenggak jamu, tetapi juga dapat menyelami akar tradisi lewat berbagai aktivitas seru.

Mulai dari Jamu Experience, Primbon Reading, lokakarya (workshop) meracik jamu, hingga program edukasi alam untuk anak-anak berupa herbal camp.

Meluruskan Stigma Primbon: Warisan Pengetahuan "Ilmu Titen"

Salah satu daya tarik paling unik di Djampi Jawi adalah pembacaan primbon. Tejo Widodo, penanggung jawab sektor primbon di Djampi Jawi, mengungkapkan bahwa selama ini primbon kerap disalahpahami oleh masyarakat luas sebagai hal yang identik dengan ramalan mistis, hitungan weton kuno, atau hal-hal klenik yang menakutkan.

Padahal, primbon Jawa sejatinya merupakan dokumentasi sains tradisional yang sangat luas.

“Primbon itu dasarnya adalah ilmu titen, yaitu kebiasaan orang Jawa dalam mengamati pola kehidupan berdasarkan pengalaman nyata yang terus diingat, dicatat, dan diwariskan lintas generasi,” jelas Tejo Widodo.

Tejo mengakui, mayoritas anak muda yang datang berkunjung awalnya membawa stigma bahwa primbon hanya digunakan untuk meramal jodoh atau nasib buruk.

Namun, setelah mengikuti sesi pembacaan yang personal, cara pandang mereka langsung berubah.

Pembacaan primbon di Djampi Jawi tidak bertujuan untuk memberikan vonis atau menghakimi kehidupan seseorang, melainkan bertindak sebagai instrumen refleksi diri untuk mengenali kelebihan, kekurangan, potensi internal, serta arah hidup yang lebih bijaksana.

Ragam Program dan Inovasi Solutif di Djampi Jawi

Guna memberikan gambaran nyata mengenai format pelestarian budaya yang diterapkan, berikut adalah tabel klasifikasi aktivitas dan inovasi produk di Djampi Jawi:

Kategori Program Jenis Aktivitas & Produk Dampak Praktis & Manfaat Modern
Eksplorasi Jamu Jamu Experience & Workshop Meracik Mengajarkan teknik memproses tanaman obat secara langsung.
Refleksi Tradisi Primbon Reading (Konsultasi Personal) Alat bantu psikologis untuk mengenali potensi diri dan relasi sosial.
Edukasi Generasi Herbal Camp (Program Anak) Mengenalkan kekayaan tanaman herbal sejak usia dini secara menyenangkan.
Inovasi Produk Jamu Formula Khusus Masa Kini Diracik khusus untuk meredakan gejala kecemasan dan overthinking.
Kesehatan Mental Jamu Penyelaras Pola Tidur Solusi herbal alami untuk memperbaiki kualitas tidur (insomnia).

Jamu Modern: Jawaban Tradisional atas Masalah Kesehatan Mental Gen Z

Selain merebranding citra primbon, Djampi Jawi juga sukses membalikkan stigma negatif seputar jamu.

Di tangan mereka, jamu yang dahulu lekat dengan citra minuman pahit, kuno, dan hanya disukai oleh generasi tua, kini menjelma menjadi minuman yang trendi dan kekinian.

Menurut Mbak Tri dari Djampi Jawi, pelestarian budaya yang berkelanjutan mutlak membutuhkan sentuhan inovasi, baik dari segi rasa, kemasan, hingga strategi penjenamaan (branding).

Menariknya, Djampi Jawi meracik produk jamu yang disesuaikan dengan kebutuhan riil kesehatan mental anak muda zaman sekarang.

“Beberapa produk jamu kami kembangkan secara modern untuk membantu mengatasi problem khas anak muda masa kini, seperti kecemasan, overthinking, hingga kualitas tidur yang kurang baik (insomnia). Budaya itu tidak cukup hanya dipahami nilainya secara teori, tetapi juga perlu dihidupkan dan dirasakan langsung manfaatnya,” pungkas Mbak Tri.

Melalui perpaduan apik antara nilai tradisi luhur dan inovasi kontemporer, Djampi Jawi berhasil membuktikan bahwa budaya Jawa bukanlah sesuatu yang usang atau ketinggalan zaman.

Gerakan ini menjadi refleksi penting bahwa pelestarian tradisi tidak selamanya harus berlangsung secara kaku di dalam museum.

Selama budaya tersebut terus dipraktikkan, diadaptasikan, dan diajarkan secara kontekstual, ia akan selalu menemukan ruang untuk terus hidup dan bernapas di setiap generasi.

(lut)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#djampi jawi #jamu