Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ujian Seni Tari PGSD FKIP UMS: Cetak Calon Guru SD Kreatif

tim solobalapan • Senin, 22 Juni 2026 | 11:36 WIB
Pembukaan ujian pergelaran seni tari di gedung wayang orang Sriwedari oleh mahasiswa PGSD FKIP UMS semester 6.
Pembukaan ujian pergelaran seni tari di gedung wayang orang Sriwedari oleh mahasiswa PGSD FKIP UMS semester 6.

SOLOBALAPAN.COM - Pada Sabtu, 20 Juni 2026, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan ujian pergelaran seni tari sebagai bagian dari evaluasi akhir mata kuliah Seni Tari.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Wayang Orang Sriwedari yang terletak di Jalan Slamet Riyadi No. 275, Kota Surakarta, Jawa Tengah, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Pergelaran ini diikuti oleh ratusan mahasiswa PGSD FKIP UMS dari satu angkatan yang terbagi dalam beberapa kelas, dengan total puluhan karya tari yang ditampilkan sepanjang acara. 

Ujian pergelaran seni ini mengusung tema besar “Gelar Rasa ing Cakrawala” yang dipilih sebagai payung kreatif bagi seluruh karya mahasiswa dalam mengekspresikan gagasan artistik mereka.

Dosen pengampu mata kuliah Seni Tari, Dwi Wahyu Tiarso, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ujian, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata dalam berkarya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk calon guru sekolah dasar yang kreatif, inovatif, serta mampu mengembangkan potensi seni berbasis lingkungan dan budaya lokal.

Dalam wawancara yang dilakukan, pihak dosen menyebutkan bahwa alur penciptaan karya dimulai dari penyusunan konsep, pengembangan ide, hingga proses latihan dan pendampingan secara bertahap oleh dosen pengampu.

Pementasan karya mahasiswa PGSD FKIP UMS di panggung wayang orang Sriwedari.
Pementasan karya mahasiswa PGSD FKIP UMS di panggung wayang orang Sriwedari.

Setiap kelompok mahasiswa diberi kebebasan dalam mengembangkan tema, namun tetap dalam koridor berbasis tradisi Nusantara serta nilai-nilai Islami yang menjadi karakter institusi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Aspek penilaian dalam ujian ini mencakup inovasi konsep, kesesuaian antara gerak, musik, dan kostum dengan tema, serta kualitas penampilan secara keseluruhan di atas panggung.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Solo Dipindah ke Sukoharjo, Kuota Siswa SD Belum Terpenuhi

Dosen juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam proses pembelajaran ini adalah kondisi mahasiswa yang sebagian besar belum memiliki pengalaman seni tari sebelumnya, sehingga membutuhkan bimbingan intensif dari nol.

Meski demikian, mahasiswa tetap menjalani proses latihan, diskusi, serta konsultasi, termasuk dalam menentukan koreografi, musik pengiring, hingga kostum yang digunakan dalam pementasan.

Secara keseluruhan, sebanyak 39 karya tari ditampilkan dalam ujian pergelaran ini, yang merupakan hasil kolaborasi dari berbagai kelompok mahasiswa dalam satu angkatan.

Ujian ini dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 21 sampai 22 juni 2026. Dan diikuti oleh kelas 6 A sampai kelas 6 F. Karya-karya yang ditampilkan terbagi dalam beberapa sesi penampilan dari kelas 6 A, 6 B, dan 6 E, dengan masing-masing kelompok menampilkan karya bertema berbeda sesuai hasil eksplorasi mereka.

Dalam keterangannya, dosen pengampu juga menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepekaan seni mahasiswa agar kelak dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar.

Melalui pergelaran ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kreativitas berbasis potensi lokal (local genius) sehingga dapat memperkuat identitas budaya di lingkungan pendidikan masing-masing.

Ujian pergelaran seni tari ini menjadi bagian penting dari proses akademik di PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta yang tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan kreativitas calon pendidik. (nta) 

Editor : Laila Zakiya
#PGSD #FKIP #tari #ums #wayang orang sriwedari