SOLOBALAPAN.COM – Radio Republik Indonesia Surakarta (RRI Surakarta), dikenal juga sebagai RRI Solo, menjadi salah satu stasiun radio publik yang berperan penting dalam menyebarkan informasi, hiburan, dan kebudayaan bagi masyarakat Kota Surakarta dan sekitarnya.
Beroperasi di bawah naungan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia, stasiun ini memiliki rekam jejak sejarah yang panjang dan unik.
RRI Surakarta memiliki akar sejarah dari Solosche Radio Vereeniging (SRV), stasiun radio swasta pribumi pertama di Indonesia yang didirikan pada 1 April 1933.
Keberadaan SRV kemudian menjadi fondasi lahirnya RRI Surakarta, yang kini menyimpan salah satu arsip penyiaran nasional terlengkap.
Kantor RRI Surakarta berlokasi strategis di Jalan Abdulrahman Saleh Nomor 51, Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Selain bisa diakses langsung, masyarakat juga dapat mengikuti kegiatan RRI melalui portal berita resmi serta akun media sosial mereka.
RRI Surakarta mengoperasikan empat program siaran berbasis frekuensi FM, masing-masing memiliki fokus konten berbeda untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat.
PRO 1 Surakarta, dengan frekuensi 105.5 FM, menjadi pusat siaran pemberdayaan masyarakat, menyiarkan berita lokal, informasi publik, dan program kebudayaan.
Baca Juga: Euforia Persis Solo Ternoda, 33 Suporter Diamankan Polisi Gegara Flare dan Miras di Manahan
Sementara itu, PRO 2 Surakarta menargetkan kalangan remaja dan anak muda melalui konten musik, gaya hidup, dan hiburan.
Program ini menjadi sarana penting untuk mendekatkan RRI kepada generasi muda, sekaligus memberikan ruang bagi aspirasi mereka.
PRO 3 RRI merupakan saluran jaringan radio nasional yang menyiarkan berita dan informasi secara non-stop 24 jam, terpusat dari Jakarta.
Saluran ini menjadi jembatan informasi nasional bagi warga Solo, sekaligus menambah variasi konten yang disuguhkan oleh RRI Surakarta.
PRO 4 Surakarta hadir sebagai saluran kebudayaan lokal, khusus menampilkan program-program yang berkaitan dengan pelestarian seni tradisional Jawa.
Salah satu unggulannya adalah siaran rutin pagelaran Wayang Orang atau Ketoprak, yang menjadi daya tarik bagi masyarakat yang ingin menikmati kesenian klasik.
Selain siaran radio, RRI Surakarta memiliki fasilitas Auditorium Sarsito Mangoenkusumo.
Ruang ini digunakan untuk pertunjukan seni, kegiatan kebudayaan daerah, serta audisi kompetisi tahunan seperti Bintang Radio Indonesia.
Kehadiran auditorium ini menjadikan RRI Surakarta lebih dari sekadar stasiun radio, tetapi juga pusat aktivitas budaya dan kreatif.
RRI Surakarta juga menyesuaikan diri dengan perkembangan digital. Seluruh stasiun radio mereka dapat diakses secara streaming melalui aplikasi seluler LPP RRI, sehingga pendengar tidak terbatas hanya pada wilayah Surakarta, tetapi bisa menjangkau audiens nasional maupun internasional.
Salah satu program kebudayaan yang rutin digelar adalah pagelaran Wayang Orang yang diselenggarakan setiap bulan pada Selasa minggu kedua.
Pertunjukan ini dimulai pukul 19.30 dan dibuka secara gratis, menjadi sarana hiburan sekaligus nostalgia bagi masyarakat sekitar.
Acara ini menjadi magnet tersendiri, terutama bagi warga yang ingin kembali merasakan atmosfer seni klasik Jawa. Selain hiburan, pagelaran ini juga berfungsi sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.
Partisipasi masyarakat dalam kegiatan RRI Surakarta tidak hanya sebatas menonton atau mendengarkan siaran.
Mereka dapat terlibat langsung melalui program interaktif, laporan publik, atau kegiatan budaya yang diadakan di auditorium. Hal ini memperkuat peran RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang inklusif dan dekat dengan komunitas lokal.
Kehadiran RRI Surakarta juga berperan penting dalam dokumentasi sejarah dan budaya. Arsip rekaman siaran lama, termasuk program musik, berita, dan pagelaran seni, menjadi bahan referensi penting bagi peneliti maupun masyarakat umum yang ingin mempelajari sejarah penyiaran dan budaya Jawa.
Selain itu, RRI Surakarta aktif memanfaatkan media sosial untuk membangun interaksi dengan pendengar. Informasi program, liputan budaya, hingga cuplikan pagelaran dapat diakses melalui Instagram dan kanal YouTube mereka, memperluas jangkauan audiens digital.
Dengan kombinasi siaran radio, pertunjukan langsung, dan platform digital, RRI Surakarta membuktikan diri sebagai lembaga penyiaran publik yang mampu menjaga tradisi, sambil tetap relevan di era modern. Stasiun ini tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga pusat budaya yang terus menghidupkan warisan seni Jawa bagi generasi masa kini. (nat)
Editor : Laila Zakiya